Jalur Pasir Putih Tolitoli – Pantai Timur Putus

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Jalur lalulintas yang menghubungkan pasir putih Labonu menuju Tolitoli – Palu pantai timur putus akibat sebagian badan jalan longsor.

Gub Sulteng H.Risdy Mastura

 

Kejadian longsor itu terjadi Selasa subuh tadi (4/4-2023), sekitar pukul 05.30 wita di tanjaakan labonu pasir putih yang menghubungkan desa labonu dengan kota raya.

Anwar Hafid

 

Putusnya jalan di labonu itu mengakibatkan sulit untuk dilalui kendaraan roda empat dan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

 

Sehingga pihak polres Tolitoli melalui polantas berusaha mengalihkan jalur pantai timur ke pantai barat.

Dan telah melakukan koordinasi dengan pihak pos polantas yang ada di mensung kota raya dan pihak dinas binamarga dan penataan ruang provinsi Sulteng untuk bersama – sama menangani putusnya jalan di labonu itu.

Hendri Muhidin

 

Jalan yang melewati labonu itu merupakan salah satu jalan alternatif yang banyak dilalui kendaraan dari tolitoli menuju kota raya dan ke Palu.

Dewan masjid

 

Polres tolitoli melalui kasat lantas Iptu Budi prasetiyo saat dikonfirmasi atas putunya jalan di labonu itu mengatakan pihaknya telah melakukan kordinasi bersama instansi terkait.

 

“Untuk sementara kita telah melakukan koordinasi dengan pihak polsek Basidondo untuk segera memasang rambu – rambu disamping menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan ruda 4 untuk sementara melewati jalur pantai barat dan dari arah timur kita koordinasikan dengan petugas pos PJR di mensung kota raya untuk sementara menahan kendaraan roda 4 yang hendak melintas di jalur labonu menuju arah tolitoli, juga kita koordinasikan dengan dinas PU Provinsi sulteng untuk segera bersama – sama menindak lanjuti sehingga arus lalulinta yang melewati labonu kembali normal ” kata Kasat lantas Iptu Budi Prasetiyo.

 

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang melalui Kabid (binamarga) jalan dan Jembatan Ir.Asbudianto yang dikonfirmasi terkait penanganan ruas jalan Pasir putih Tolitoli Pantai Timur Parigi Moutong yang putus itu sampai berita ini naik tayang belum memberikan konfirmasi. ***

Dituding Serobot Tanah, Ini Kata Pengacara Asrul Bantilan

 

 

“Lokasi Wisata Al’Firy Beach Memilik Alas Hak Yang Sah”

Himbauan iuran sampah

 

Antasena (deadline-news.com)-Tolitoli- Pengacara Asrul Bantilan, yakni Juanda, SH dalam rilis klarifikasinya Kamis (23/2-2023) yang dikirim ke redaksi deadline-news.com, membantah kliennya di tuding terlibat penyerobotan tanah yang terletak di desa Lalos milik pengusaha Tolitoli Yansen.

Dewan masjid

Kata Juanda, tudingan penyerobotan tanah yang saat ini di bangun tempat wisata Al’Firy Beach di bantah oleh pemiliknya Asrul Bantilan.

Anwar Hafid

Menurutnya lokasi yang terletak di desa Lalos kecamatan Galang kabupaten Tolitoli itu di dapatkan melalui pembelian secara resmi dan dikuatkan dengan bukti bukti yang sah.

Hendri Muhidin

“Kalau klien saya (Asrul Bantilan) di tuding penyerobotan tanah, itu tidak benar, karena lokasi yang saat ini sudah di jadikan tempat wisata Al’Firy Beach di di dapatkan melalui pembelian yang sah” Bantah Juanda, pengacara Asrul Bantilan.

Syarifuddin Hafid

Juanda juga mebantah permasalahan penyerobotan yang saat ini bergulir di Polres Tolitoli, bukan dalam bentuk laporan Polisi, melainkan masih sebatas pengaduan, karena klien kami di undang masih sebatas di wawancara oleh penyidik

” Itu masih dalam bentuk pengaduan, bukan laporan Polisi, klien saya masih sebatas di wawancara oleh penyidik, kalau di bilang klien di polisikan itu keliru,” tegasnya.

Olehnya Juanda menyarankan untuk menunggu proses yang saat ini masih bergulir di Polres Tolitoli, apakah masuk kategori penyerobotan atau masuk ke hukum perdata.

” Kita tunggu saja prosesnya yang saat ini bergulir di Polres, apakah masuk penyerobotan atau perdata, karena klien saya yakin sebagai pemilik lokasi yang sah dengan mengantongi bukti bukti yang kuat,” pintany.

Informasi yang di himpun media ini sebagian lokasi wisata Al’Firy Beach yang di adukan oleh pengusaha Tolitoli yakni Yansen ke Polres Tolitoli masih sebatas permintaan klarifikasi atau wawancara kepada pihak pihak yang mengetahui asal usul lokasi tersebut dan bukan dalam bentuk laporan Polisi. ***

Diduga Korupsi Rp, 2,185 M, Korda Bansos Sembako Anto Ditangkap Polres Tolitoli

 

H.Longki Djanggola

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-
Diduga terlibat korupsi anggaran program sosial non tunai dalam bentuk sembilan bahan pokok (bansos sembako) Hardianto SE, alias Anto ditangkap polres Tolitoli Rabu (22/2-2023) di kediamannya.

Himbauan iuran sampah

Anto diduga merugikan keuangan negara senilai Rp.2.185.435.726,00 (Dua milyar seratus delapan puluh lima juta empat ratus tiga puluh lima ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah atau Rp,2,185 m) dari anggaran program sosial non tunai dalam bentuk bantuan sembako itu sejak tahun 2020.

Anwar Hafid

“Kami telah melaksanakan penangkapan terhadap tersangka atas diduga keras telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana bantuan sosial program Sembako di Kab. Tolitoli alokasi tahun anggaran 2020 untuk KPM yang tersebar di wilayah Kab. Tolitoli Prov. Sulawesi Tengah, sejak bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Agustus 2020,”kata Kasat Reskrim Polres Tolitoli Iptu Ismail,SH alias Bhobby kepada deadline-news.com di kantornya Rabu (22/2-2023).

Dewan masjid

Memurutnya penangkapan itu berdasarkan:

  1. Laporan Polisi Nomor : LP/A/265/X/2021/SPKT/RES TOLITOLI/POLDA SULTENG, tanggal 12 Oktober 2021;
Hendri Muhidin
  1. Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/95/X/2021/Reskrim, tanggal 12 Oktober 2021;
Syarifuddin Hafid
  1. Surat Perintah Penyidikan Lanjutan Nomor: SP.Sidik/95.d/II/2023, Tanggal 21 Februari 2023;

  2. Surat Ketetapan tentang Penetapan Tersangka Nomor: SP.Tap/21/X/2022/Satreskrim, tanggal 05 Oktober 2022.

  3. Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.Kap/ 14 /II/2023/Satreskrim, tanggal 22 Februari 2023.

Anto ditangkap di kediamannya BTN Vila Mas Blok A No. 30 Kel. Nalu Kec. Baolan Kab. Tolitoli dan Jl. Trans Sulawesi Desa Ginunggung Kec. Galang Kab. Tolitoli.

“Dalam penangkapan itu Anto terduga korupsi tidak melakukan perlawanan sehingga dalam keadaan aman dan terkendali selanjutnya tersangka diamankan di mako polres Tolitoli,”jelas mantan Kasat Reskrim Donggala itu.

Bhobby menjelaskan adapun pasal-pasal yang dikenakan yakni pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Sub Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***

Yansen Laporkan Asrul Bantilan Ke Polisi

 

 

“Penyerobotan Tanah”

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Yansen salah seorang pengusaha di Tolitoli melaporkan Moh. Asrul Bantilan ke polres tolitoli.

Dewan masjid

Laporan Yansen itu terkait dugaan penyerobotan sebagian tanah miliknya yang masuk dalam areal lokasi wisata alfhiry di klaim milik Moh. Asrul Batilan Bantilan.

Anwar Hafid

Puluhan orang telah diperiksa oleh penyidik sebagai saksi termasuk Yansen dan Moh. Asrul Bantilan.

Hendri Muhidin

Bahkan kedepannya mantan Bupati tolitoli Moh Saleh Bantilan juga akan diperiksa sebagai saksi termasuk kepala kantor pertanahan ATR/BPN tolitoli. Demikian informasi yang dihimpun deadline-news.com di Tolitoli Selasa (21/2-2023).

Syarifuddin Hafid

Diperoleh informasi bahwa Moh Asrul Bantilan yang notabene sekretaris daerah Kabupaten Tolitoli itu sudah pernah dihubungi oleh Yansen.

Namun tidak ditanggapi oleh Moh.Asrul Bantilan sehingga Yansen melaporkan kasus dugaan penyerobotan tanah ini ke polres tolitoli beberapa waktu lalu.

Yansen saat dikonfirmasi melalui nomor telepon genggam miliknya tidak memberikan komentar,,” saya no coment,,no comment silahkan ditanyakan saja ke polres,” kata Yansen.

Moh. Asrul Bantilan yang di hubungi berkali kali melalui nomor telepon di 0821 8601 602x terdengar suara telepon masuk namun tidak pernah diangkat- angkat.

Sementara kasat reskrim polres tolitoli Iptu Ismail, SH yang akrab di sapa Bobbhy saat dikonfirmasi dikantornya membenarkan adanya laporan pengaduan Yansen terkait dugaan penyerobotan sebagian lahan miliknya yang diduga dilakukan oleh Moh. Asrul Bantilan di areal objek wisata Alfiry.

“Ya sudah sekitar sepuluh orang kita telah periksa sebagai saksi termasuk memeriksa pelapor Yansen dan terlapor Moh.Asrul Bantilan dan kedepannya mantan Bupati tolitoli Moh. Saleh Bantilan dan pihak Badan pertanahan juga akan kita lakukan pemeriksa dan selanjutnya kita akan gelar perkaranya,,” kata kasat reskrim Iptu Ismail,SH menjawab konfirmasi deadline-news.com group detaknews.id Selasa (21/2-2023) di kantornya.

Iptu Ismail yang baru sekitar 4 bulan bertugas di tolitoli itu setelah dipindahkan dari Polres Donggala mengaku terus berupaya memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat tolitoli agar mendapatkan keadilan.

“Kami terus memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat dan tanpa pandang bulu, demi tegaknya keadilan,”tegas Bobbhy. ***

Terpidana Ke 4 Korupsi Kapal Nelaya Dieksekusi Kejari Tolitoli

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Setelah melakukan eksekusi 3 orang terpidana kasus korupsi pengadaan kapal nelayan pada dinas kelautan dan perikanan tolitoli beberapa waktu lalu.

Kini giliran terpidana ke 4 kasus korupsi proyek kapal nelayan di dinas kelautan dan perikanan tolitoli dieksekusi.

Anwar Hafid

Adalah Ir.Gusman mantan kadis kelautan dan perikanan Tolitoli terpidana ke 4 yang dieksekusi Kejari Tolitoli Senin (20/2-2023).

Hendri Muhidin

Ir.Gusman telah dibawa ke Lapas kelas IIB Tambun Tolitoli dalam kasus proyek pengadaan 9 unit kapal nelayan tahun 2019 dengan anggaran Rp, 1 milyar lebih.

Syarifuddin Hafid

Ir.Gusman mendatangi kantor kejaksaan negeri tolitoli pada senin pagi (20/2-2023), merupakan terdakwa yang terakhir yang dieksekusi jaksa dalam kasus korupsi pengadaan kapal nelayan tahun 2019.

Dewan masjid

Mereka yang telah dieksekusi 1.Moh sahlan Bantilan Selaku PPK. Kemudian 2.Nurnengsih selaku PPTK, 3.dr.Mujahidin Dean rekanan pengadaan kapal nelayan dan ke 4.Ir Gusman pengguna anggaran mantan kepala dinas kelautan dan perikanan tolitoli. ***

Diduga Korupsi Rp.306.664.141 Bendahara Desa Ditahan

 

H.Longki Djanggola

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Penyidik tindak pidana korupsi polres tolitoli telah mengamankan bendahara desa Mulyasari kecamatan Lampasio tolitoli pada Selasa (14/2- 2023).

 

Himbauan iuran sampah

 

Bendahara desa mulyasari inisial ES ini sebelum dilakukan penahanan, terlebih dahulu diperiksa kembali secara intensif oleh penyidik tipidkor polres tolitoli.

ES sang bendahara desa diduga telah menyalah gunakan kewenangan mengelola uang desa yang terdiri dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2021.

Sehingga diduga telah menimbulkan kerugian keuangab negara berdasarkan perhitungan auditor BPKP Sulteng sebesar Rp.306.664.141.00,- tahun 2021.

Kapolres tolitoli melalui kasat reskrim Iptu Ismail, SH yang akrab disapa Bhoby kepada Media ini membenarkan pihaknya telah menagkap dan menahan bendahara desa mulyasari inisial ES.

“Benar pak kita telah menahan bendahara desa Mulyasari kecamatan Lampasio berdasarkan penyidikan yang kita lakukan, ES ini diduga telah menyalah gunakan kewenangan yang diberikan kepadanya untuk mengelola keuangan alokasi dana desa dan dana desa tahun 2021. Sehingga menimbulkan kerugian uang negara sebesar Rp.306.663.141.00,- dan atas perbuatannya ini tersangka ES kita lakukan penahanan di tahanan polres tolitoli,”ujar mantan Kasat Reskrim Donggala itu.

Kasat reskrim polres tolitoli Iptu Ismail, SH yang lebih akrab disapa Bhoby ini merupakan putra daerah tolitoli, mengaku berkomitmen dalam penuntasan pelanggaran hukum di wilayah polres tolitoli.

“Kami berkomitmen tuntaskan pelanggaran hukum yang terjadi di daerah ini,”tegasnya. ***

 

Tiga Divonis 3 Tahun dan 1 di Penjara 4 tahun, Denda Rp, 200 juta

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Empat orang terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal nelayan tahun 2019 yang di vonis bebas oleh majelis hakim tipikor di palu tahun lalu, kini telah divonis bersalah oleh Mahkama Agung (MA).

Vonis bebas majis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Palu itu membuat JPU melakukan kasasi ke MA dan saat ini putusan kasasi atas 4 orang terdakwa itu sudah berada di tangan kejaksan negeri Tolitoli.

Adalah Ir.Gusman di vonis 3 tahun penjara dan denda Rp,100 juta, Moh Sahlan Bantilan dijatuhi hukuman pidana selama 3 tahun dengan denda Rp, 100 juta begitupun Nurningsih dijatuhi hukuman pidana selama 3 tahun penjara dan denda 100juta rupiah.

Ke 3 orang yang dijatuhi hukuman ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 6 tahun penjara dan denda 200juta rupiah tanpa dituntut uang pengganti.

Sementara rekanan kontraktor pengadaan kapal Mujahidin Dean di vonis 4 tahun dan pidana denda Rp, 200 juta.

Pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.1.137.241.567.

Vonis kasasi Mahkamah Agung ini lebih ringan dari tuntutan JPU 5 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara.

Kepala kejaksaan negeri tolitoli Albertinus P Napitupulu SH, MH saat dikonfirmasi melalui chat di whatsaap mengatakan sudah kita lakukan pemanggilan untuk 4 orang terpidana untuk dilakukan eksekusi.

“Info sementara pak rumi begitu,” kata kajari Albertinus P Napitupulu menjawab konfirmasi deadline-news.com group detaknews.id. ***

Kembali Ditemukan Virus PMK Jangkiti 8 Ekor Sapi di Tolitoli

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Setelah beberapa waktu lalu ditemukan 12 ekor sapi di desa labonu dan kayulompa terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Saat ini kembali ditemukan 8 ekor sapi didesa labonu kecamatan Basi dondo terjangkit virus PMK.

Sehingga diperkirakan beberapa waktu kedepan penyakit PMK ini semakin menyebar luas dan menjangkiti hewan ternak sapi milik warga.

Sejak merebaknya virus PMK di Tolitoli Desember 2022 hingga saat ini, sudah ada sekitar 20 ekor sapi milik warga terserang virus mematikan itu.

Kepala dinas peternakan dan perkebunan tolitoli Nasir Dg Marumu saat dihubungi melalui telepon membenarkan adanya 8 ekor sapi milik warga di desa silondou kecamatan lampasio kembali terserang penyakit mulut dan kuku.

“Benar pak sekitar 8 ekor sapi milik warga di desa silondou kembali terserang
Penyakit mulut dan kuku,” kata Nasir Dg Marumu.

Menurut Nasir Dg Marumu pihaknya tidak bisa menghindari para pedagang sapi karena didatangkan dari luar daerah.

“Kita tidak bisa hindari terhadap para pedagang sapi yang memasukkan sapi dari luar daerah yang bisa saja sapi itu sudah terjangkit PMK,,”katanya.

Ditambahkan Nasir bahwa merebaknya penyakit PMK ini sejak turunnya sapi bantuan dari provinsi pada bulan desember 2022 lalu. ***

Kasasi MA, Korupsi 9 Kapal Nelayan Dihukum 3 Tahun Penjara

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Kasasi
Jaksa penuntut umum (JPU) dikabulkan Mahkama Agung (MA) dengan hukuman 3 tahun penjara bagi 4 orang teradili.

Dugaan korupsi 9 unit kapal nelayan itu tahun 2019 dengan anggaran Rp 1 milyar lebih di dinas Kelautan dan perikanan Tolitoli.

Kasus korupsi ini telah menyeret 4 orang tersangka, 3 orang diantaranya dari dinas kelautan dan perikanan Tolitoli termasuk kepala dinas Kelautan dan Perikanan waktu itu.

Vonis pengadilan tipikor palu pada bulan juni 2022 atas 4 orang teradili dinyatakan bebas oleh majelis hakim sehingga JPU langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Diperoleh informasi saat ini putusan kasasi dari Mahkamah Agung sudah turun dengan hukuman 3 tahun dan sudah berada ditangan kejaksaan negeri Tolitoli.

Kepala kejaksaan negeri Tolitoli Albertinus P Napitupulu SH saat dikonformasi melalui chat di whatsAppnya membenarkan bahwa putusan kasasi Mahkamah Agung telah turun dengan pidana masiang-masing 3 tahun.

“Putusan yang kita terima baru 2 orang yakni PPK dan PPT, dengan hukuman 3 tahun penjara,”kata kajari dengan singkat.

Mereka yang telah turun putusannya yakni PPK Sahlan Bantilan dan PPTK Nurningsi dengan hukuman 3 tahun penjara.

Sementara masih ada 2 orang lagi yakni Pengguna Anggaran Ir.Gusman mantan kadis kelautan dan perikanan dan kontraktor pengadaan kapal CV Gultom dan cv generasi pribumi Mudjahidin. ***

Kasasi JPU Dugaan korupsi 9 Kapal Nelayan Sudah Turun

 

Foto salah satu kapal nelayan yang menjadi materi dugaan korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan Tolitoli. Foto Mahdi Rumi/deadline-news.com

 

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitoli-Mahkama Agung (MA) menerima kasasi jaksa penuntut umum (JPU) Kasus korupsi 9 unit kapal nelayan tahun 2019 dengan anggaran Rp 1 milyar lebih di dinas Kelautan dan perikanan Tolitoli.

Kasasi JPU itu telah turun dari MA, hanya saja belum diketahui pasti apakah putusan Kasasi itu sesuai tuntutan JPU 6 tahun penjara terhadap 4 orang tervonis bebas di pengadilan Negeri Tipikor Palu itu.

Kasus korupsi ini telah menyeret 4 orang tersangka, 3 orang diantaranya dari dinas kelautan dan perikanan Tolitoli termasuk kepala dinas Kelautan dan Perikanan waktu itu.

Vonis pengadilan tipikor palu pada bulan juni 2022 atas 4 orang teradili dinyatakan bebas oleh majelis hakim sehingga JPU langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Diperoleh informasi saat ini putusan kasasi dari Mahkamah Agung sudah turun dan sudah berada ditangan kejaksaan negeri Tolitoli.

Kepala kejaksaan negeri Tolitoli Albertinus P Napitupulu SH saat dikonformasi melalui chat di whatsAppnya membenarkan bahwa putusan kasasi Mahkamah Agung telah turun.

“Putusan yang kita terima baru 2 orang yakni PPK dan PPT,”kata kajari dengan singkat, sehingga belum diketahui seperti apa putusan kasasi dari Mahkamah Agung itu.

Mereka yang telah turun putusannya yakni PPK Sahlan Bantilan dan PPTK Nurningsi.

Sementara masih ada 2 orang lagi yakni Pengguna Anggaran Ir.Gusman mantan kadis kelautan dan perikanan dan kontraktor pengadaan kapal CV Gultom dan cv generasi pribumi Mudjahidin. ***