Proyek RS Pratama Rp,28 M, di Kulawi Raya Menyeberang Tahun

 

 

Nelwan (deadline-news.com)-Sigi- Proyek pembangunan RS Pratama Kulawi Raya yang dikerjakan PT. Salsabila Praya Indotama (SPI) yang terletak di desa tangkulowi, Kec. Kulawi kabupaten Sigi menyeberang tahun dan sampai saat ini belum selesai.

Awal kontrak 18 Juli 2022, setelah dua kali adendum dapat masa perpanjangan kontrak hingga Ferbuari 2023, progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai 93% (persen).

Nomor kontrak kerja proyek RS Pratama itu, 404/020.01/KONT-PBGN/Vll/2022, dengan sumber dana yang digelontorkan oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui dana alokasi khusus (DAK).

DAK fisik proyek pembangunan RS Pratama Kulawi Raya (PKR) dikerjakan oleh PT. Salasabila Praya Indotama (SPI) dengan nilai kontrak Rp. 28.010.013.869 (miliar).

Pantauan deadline-news.com group detak news.id pada Ahad (8/1-2023), adapun masa kontrak dan pelaksanaan proyek itu dimulakan tertanggal 19 Juli hingga rentang waktu 31 Desember 2022.

Namun dikarenakan alasan faktor cuaca di kawasan itu kurang mendukung, sehingga pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut terkendala, dan intens mengalami keterlambatan atau gangguan teknis yang cukup serius.

Berkaitan dengan estimasi masa perpanjangan waktu (kontrak kerja) setelah dilakukan akumulatif dua kali proses adendum oleh leding sektor dinas kesehatan Kabupaten Sigi, maka retang waktu pekerjaan proyek itu, diprotek hingga menyeberang tahun pada Ferbuari 2023 mendatang atau sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Hal itu dikatakan Aldi ST, selaku teknis Quantity surfayor (konsultan) CV. Lima Dimensi menjawab deadline-news.com, terkait letak dan luas area pembangunan RS Pratama Kulawi Raya (PKR) tersebut, itu kurang lebih 5 hektar, dan lokasinya terletak diatas perbukitan yang cukup terjal dan landai

“Sehingga membuat para pekerja teknis proyek seringkali mengalami keterhambatan, karena disebabkan oleh faktor cuaca alam yang cukup ekstrim di lokasi tersebut, intensitas hujannya juga terbilang sangat tinggi, makanya membuat akses jalan inspeksi di sepanjang area proyek, menjadi sangat licicin,”tutur Aldi.

Kata Aldi Meski sejak awal ketika pada fase pelaksanaan item kliring atau tahap permulaan saat dilakukan pembersihan dan pengerukan meterial tanah di tempat itu, secara teknis sortasi pada pengkliran serta penggarapan dan grading (penilaian) atas lokasi itu, ditata semaksimal mungkin seseuai kebutuhannya.

Lebih lanjut ujarnya, saat ini sejumlah 10 unit gedung RS yang masuk dalam tahap finishing, berjumlah 5 unit dan sementara sisanya masih dalam tahap pembuauatan dinding ornamen dan intrior sesuai desain gambar arsitekturnya, kini bobot pemerjaan diperkirakan baru mencapai 93% (persen), “ungkapnya.

Hal senada juga ditambahkan oleh Moh. Fadly S. yang juga selaku pengawas (konsultan) dari CV. Lima Dimensi, perihal spesifikasi tata ruang pembangunan 10 unit gedung rumah sakit yang dibangun diatas lahan perbukitan yang landai itu, rancang bangunya didesain secara tepisah memang agak terbilang unik, “beber Moh. Fadly.

Maka secara teknis akumulatif pembagian dari 10 unit gedung, terkait peruntukan mencakup dimensi pada penataan formasi (urutan) ruangan RS tersebut, telah sesui dengan aturan yang diterapkan oleh Kemntrian Kesehatan (Kemenkes)

“Yakni, gedung Rawat Inap, gedung Instamasi gawat darurat, gedung Farmasi dan Laboratorium, gedung Poli klinik geduang kantor admistrsi dll,”tandasnya.***

KAHMI Peduli Bagikan 1100 Paket Sembako ke Penyintas

 

 

Nelwan (deasline-news.com)-Sigi-Usai terpilih sebagai Majelis Nasional dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ahmad Doli Kurnia Tanjung kunjungi penyintas di Kabupaten Sigi.

Dalam kunjungannya itu Doli berbagi 1100 paket sembako ke penyintas dan sekaligus penanaman 100 pohon produktif serta 50 pohon pelindung.

Dalam kunjungannya ke masyarakat penyintas yang bertajuk KAHMI Peduli itu,
Ahmad Doli Kirnia Tanjung, didampingi Ketua Kahmi Sulteng, Andi Mulhanan Tombolo Tutu, Bupati Sigi Irwan Lapatta dan Ketua Panitia Munas XI Kahmii Sulteng Muhammad Tavip dilokasi Hunian Tetap (Huntab) desa Pombeve Kec. Biromaru Kab. Sigi Sulawesi Tengah pada Ahad (27/11-2022).

Ahmad Doli dalam sambutannya mengatakan, momen KAHMI peduli membagikan 1100 sembako ke penyintas korban bencana alam 28 September 2018 silam, merupakan bentuk kepedulian.

“Ini merupakan wujud keperdulian terhadap penyintas dan peduli pada lingkungan yang ditandai dengan penanaman 100 pohon (alpukat) produktif dan 50 pohon pelindung yang sekiranya bermanfaat terhadap warga penyintas yang tinggal di Huntap desa Pombeve Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi,”ujar Doli.

Ahmad Doli menegaskan, pertimbangan dan beberapa faktor, secara mufakat internal Kahmi, sehingga memilih daerah kota Palu Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah untuk pelakasaan Munas XI MN KAHMI.

Ketua KAHMI Sulteng Mulhanan Tombolo Tutu atau kerap disapa Bang Toni, juga sebagai pembicara, dengan berbagai penyampaian pidatonya guna mencakup prihal kegiatan selama kegiatan pelaksanaan Munas XI KAHMI di Palu Sulteng.

“Meski dengan segala keterbatasan, terkait pelaksanaan Munas XI KAHMI, Alhamdulillah berjalan dengan sukses aman dan kondusif, “ucapnya.

Sementara itu Bupati Sigi Irwan Lapatta mengatakan pada momen kegiatan KAHMI peduli ini, yang mana difokuskan bertempat di lokasi Huntap desa Pombeve Biromaru Sigi.

“Suatu kebanggaan yang luarbiasa untuk daerah kami, dimana di lokasi huntap Pombeve ini, amat asri dan indah, di desain tata ruangnya, namun terkait untuk penghijauannya belum terealisasi sepenuhnya, sehingga masih membutuhkan pohon-pohon pelindung,”ucapnya.

Bupati Sigi dua periode itu mengungkapkan rasa terima kasihnya, atas kepedulian Majelis Nasional KAHMI dan FORHATI yang secara perorangan memfasilitasi bibit tanaman pohon produktif yang ditanam di area lahan Huntap ini.

“Insya Allah akan bermafaat bagi kelangsungan hidup warga masyarakat penyintas ditempat ini,”tutup Irwan.

Ketua Panitia daerah Munas XI KAHMI Dr. Muhammad Tavip, SH, MH, menyampaikan dalam struktur penjadawalan acara pelaksanaan Munas KAHMI, priode 2022 – 2027, secara sistemaris, penuh hikmat yang dilandasi nuansa reliji, maka semua program acara telah terlaksana dan terealisasi dengan baik, hingga klimaks kesemua kegiatan tersebut. ***

Penambang Pasir Akui Ada Permintaan Dari Pengusaha Tambang Galian C

 

 

Foto sejumlah truk pengangkut pasir sedang menunggu angkuta. Foto Nelwan/deadline-news.com

 

Nelwan (deadline-news.com)-Sigi- Penambang pasir di Sigi, mengakui ada permintaan dari pengusaha tambang galian C di wilayah Palu untuk pembelian pasir.

Permintaan pengusaha tambang galian C itu, terkait pasir yang diduga untuk di antar daerah dan antar pulaukan.

Harga jual pasir Sigi ke pengusaha tambang galian C dikisaran Rp, 375 – Rp, 400 ribu pertruk dengan isi 5 metrik kubik.

Sementara untuk kebutuhan dalam Sigi dan kota Palu harganya variatif, tergantung jaraknya, hampir sama dengan harga jual ke pengusaha tambang galian C dalam wilayah kota Palu.

Sedangkan harga dari penambang pasir di Sigi (penghasil) hanya dikisaran Rp, 100 ribu per dum truk terima ditempat (di pinggir) sungai.

Ikram, Irfan dan Uthu adalah sopir dum truk yang merupakan konsumen tetap para penambang pasir di wilayah Sigi.

Tambang pasir ini berada di sepanjang bantaran sungai Palu yang terletak di desa Kalukubula, Sunju, Tinggede, Dolo dan Kaleke Kecamatan Biromaru kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Terkait komuditas tata kelolah material pasir Sigi ini, penambang lebih intens penuhi kebutuhan konsumtif lokal Sigi dan Palu.

Bagaimana tidak, perusahaan korporasi atau perusahaan personal yang sering minta pasok pasir untuk droping keluar daerh itu, penawara harga belinya ke penambang masih terbilang rendah.

Sehingga penambang pasir lebih cenderung melayani konsumen lokal dari pada kebutuhan perusahaan pertambangan galian C di wilayah kota Palu untuk dijual ke antar pulau antar daerah.

Pantauan deadline-news.com group detaknews.id Jumat (4/11-2022), ada sekitar kurang lebih 125 unit mesin disel penyedot pasir di bantaran sungai Sigi-Palu itu.

Kwalitas material pasir putih yang terdapat di sungai Sigi – Palu tersebut cukup bagus. Sehingga termasuk dalam kategori jenis pasir putih berkwalitas kelas satu.

Makanya tidak heran jika permintaan dari dalam daerah Sigi, kota Palu dan antar daerah antar pulau cukup besar.

Permintaan itu lebih banyak dari pulau kalimantan dan sebagian lagi dari jawa Timur.

Salah seorang pengusaha agen kapal tongkang yang minta namanya tidak disebutkan mengakui sering mendapat muatan pasir Sungai asal Sigi.

“Biasanya setangah pasir, separuh batu picah yang diisi ke kapal tongkan untuk kebutuhan antar daerah antar pulau dari Palu ke Kalimantan,”ujarnya.

Ia juga membenarkan sebelum berangkat ada pembayaran pajak ke daerah.

“Misalnya jika jettynya di wilayah Palu, maka yang memungut pajaknya Bapenda kota Palu dengan besaran 11,5 persen,”tuturnya.

Sebelumnya telah diberitakan ketua asosiasi pengusaha tambang (Aspeta) kota Palu H.Said mengatakan soal muatan pasir tergantung orderan.

“Tergantung orderan Pak,”tulis H.Said.

Sementara itu H.Rais mengaku tidak tahu soal pemuatan pasir.

“Karena yang clarence in out kapal bahagian oprasional saya jadi saya tidak mengetahui itu ndan dan kapal saya jarang muat di kota palu tks🙏,”tulis H.Rais. ***

Diduga Dibalik Bisnis Tambang Ada Legal Dan Ilegal

 

 

“Pasir Sungai Sigi Diduga Ditampung di Jetty ikut di Kapalkan ke Kalitim”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Diduga dibalik praktek bisnis tambang ada legal dan ada ilegal.

Sebut saja pasir asal kabupaten Sigi Sulawesi Tengah diduga ikut di kapalkan ke Kalimantan Timur. Demikian dikatakan sumber deadline-news.com di Palu beberapa waktu lalu.

Kata sumber itu modusnya Pasir asal Sigi ini ditampung di Jetty milik pengusaha tambang galian C di wilayah Palu.

Masih menurut sumber setelah ada pengapalan Pasir asal Sigi itu ikut di Kapalkan bersama batu pecah hasil produksi para pengusaha tambang galian C di Palu itu.

Padahal kata sumber itu, pasir Sungai tidak ada dalam item produksi di sejumlah perusahaan tambang galian C di Palu. Kecuali di wilayah Donggala seperti di Wani dan Labuan.

“Memang si harganya lumayan, cukup membantu para petambang Pasir yang mengelola secara manual (tambang Rakyat). Harganya pun dikisaran Rp, 300 ribu – Rp, 450 tibu per truk terima di Jetty,”jelas sumber itu.

Kata sumber lagi, hanya saja pasir sungai asal Sigi itu belum termasuk dalam daftar perdagangan antar pulau.

“Sebab belum dikelola secara resmi, yakni belum memilik izin usaha pertambangan (IUP),”ujarnya.

Tapi kata sumber lagi, masih sebatas pertambangan rakyat yang melayani kebutuhan lokal Sigi, Palu dan Donggala.

Selain itu, kata sumber, pemerintah kabupaten Sigi belum memiliki peraturan daerah (Perda) tata kelola tambang pasir Sungai dan retribusi pajak tambang pasir.

“Sehingga jika diperdagangkan ke antar pulau, Sigi termasuk di rugikan. Sebab tidak ada pemasukan pajak retribusi ke daerah Sigi,”ungkapnya.

Ia mengatakan sebenarnya ada baiknya pertambang pasir sungai Sigi dan Palu itu dilegalkan, misalnya pemerintah mengeluarkan IUP dan diberikan ke perusahaan daerah untuk mengelolanya.

“Sehingga Sigi sebagai daerah penghasil juga dapat tambahan pemasukan dari pajak retribusi tambang pasir itu,”tuturnya dan minta namanya tidak disebutkan.

Selain itu kata sumber lagi, dengan penambangan pasir sungai Sigi dapat membantu pemerintah mengurangi biaya pengerukan sedimentasi material pasir yang setiap saat hayut dibawa air dari hulu.

“Olehnya masyarakat tidak boleh dilarang menambang di Sungai Sigi itu. Tapi perlu dipayungi dengan aturan yang legal,”imbu sumber itu.

Sebelumnya pengusaha agen kapal tongkang di Palu Gafri menjawab konfirmasi deadline-news.com mengatakan pihaknya tidak pernah memuat pasir.

“Kapal kami tidak pernah memuat pasir pak,”jelas Gafri.

Ketua asosiasi pengusaha tambang (Aspeta) kota Palu H.Said mengatakan soal muatan pasir tergantung orderan.

“Tergantung orderan Pak,”tulis H.Said.

Membaca pernyataan ketua Aspeta diatas, patut diduga memang ada pemuatan pasir dari Palu ke daerah lainnya (antar pulau).

Sementara itu H.Rais mengaku tidak tahu soal pemuatan pasir.

“Karena yang clarence in out kapal bahagian oprasional saya jadi saya tidak mengetahui itu ndan dan kapal saya jarang muat di kota palu tks🙏,”tulis H.Rais.

Melvan Pandorante mantan anggota DPRD Sigi menilai pemerintah Sigi tidak paham dan tidak punya inovasi untuk mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari tambang non logam itu.

Kata Melva Mestinya pemerintah membentuk wadah semisal koperasi atau kelopok masyarakat yang bergerak dibidang pertambangan.

Caranya panggil masyarakat petambang dan permudah izin-zinnya. Bayangkan 40 hektar dapat menghasilan 1 juta metrik ton perbulan.

“Bayangkan berapa retribusi yang dapat dihasilkan, misalnya rata-rata Rp, 50 ribu per truk. Sedangkan 1 truk sekitar 4-6 metrik ton. Kalau dibagi Rp, 50 ribu bagi 6 metrik ton = kurang lebih Rp, 9 ribu permetrik ton. Jika dikali 100 truk perhari berarti Rp,900 ribu kali 4 orang = Rp, 225 perhari perorang,”kata Melvan.

Kata Melvan diduga penjualan pasir ke luar daerah oleh pengusaha tambang galian C menggunakan IUP tambang mereka. Padahal IUP mereka tidak ada dalam item produksi pasir di tambang mereka.

“Dulu ada WPR (wilayah pertambangan rakyat) di Sigi, tapi sekarang sudah dihapus,”jelas politisi Partai Demokrat itu. ***

Banjir, Ribuan Jiwa Warga Pakuli Utara Mengungsi

 

 

Antasena (deadline-news.com)-Ribuan jiwa warga Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir. Banjir menggenangi desa ini sejak Senin petang (24/10-2022), karena tanggul pembatas Sungai Gumbasa dilaporkan jebol.

Akibat jebolnya tanggul pembatas, air dari Sungai Gumbasa yang berada di sekitar desa itu menghantam pemukiman warga. Terutama sekolah dasar, pasar, perkantoran desa dan rumah warga, semuanya ikut terendam air sungai.

Sebelum tanggul pembatas jebol, beberapa hari terakhir dilaporkan terjadi hujan di bagian hulu sungai. Debit air sungai pun bertambah.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sigi, Imran Latjedi, yang dihubungi saat meninjau lokasi banjir di Desa Pakuli Utara, menyatakan sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Soalnya, warga tak menyangka pemukiman mereka bakal dijangkau air sungai.

“Ini data sementara. Dilaporkan, ada 1.214 jiwa warga sekarang ini mengungsi.
Rumah yang terendam 182 rumah.
SD Inpres Pakuli Utara, pasar desa, lapangan bola, kantor desa, juga terendam air sungai,”ujar politisi NasDem ini.

Kata warga, pada Senin sore sampai malam, memang terjadi hujan di desa itu. Tapi tidak deras. Hanya beberapa hari sebelumnya memang deras. Diduga, hujan terjadi di bagian hulu sungai.

Data yang diterima Imran dari pemdes setempat menyebutkan, sebanyak 6 RT di Desa Pakuli Utara terendam banjir. Air sungai mulai menghantam pemukiman warga sejak Senin petang.

“Mulai Senin magrib pukul 18.00 Wita sampai saat ini, belum ada tanda air surut masuk ke pemukiman warga. Karena tanggul pembatas di area pasar Pakuli Utara jebol,”terang Imran.

Sebanyak 357 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Untuk hitungan kerugian masih dihitung tim Badan Bencana Sigi dan pemdes setempat.

“Pemdes sedang melakukan validasi data warga terdampak banjir. Sebagaian besar warga sudah mengungsi di Masjid Al Ansar di RT 7,”kata Imran.

Badan Bencana Sigi sudah mendirikan tenda bagi pengungsi. Perrsiapan makanan siap saji juga sudah ada. Di bagian utara dan selatan desa sudah siap posko kesehatan untuk melayani para pengungsi. ***

Manajemen PT.Selaras Mamdiri Sejahtera “Bohongi” Wartawan

 

Nelwan (deadline-news.com) Sigi-Manajemen PT.Selaras Mandiri Sejahtera (SMS) “bohongi” wartawan.

Awalnya perusahaan yang mengerjakan proyek berskala nasional multy years Sabo Dam and sidimen countrol (Chaneel works) itu, menyetujui dibuatkan berita advetorial dengan biaya Rp,15,000,000.

Namun setelah berita advetorial itu ditayangkan pihak PT. Selaras Mandiri Sejahtera hanya memberikan biaya 10 persen dari biaya yang disepakati.

Proyek Sabo Dam di desa Bangga, Kec. Dolo Selatan, Kab. Sigi Sulteng itu, dibautkan berita advetorial terkait progres (finishing) bobot pekrjaan sudah capai 100%.

Namun perusahaan PT. SMS yang berbasis di Jakarta itu, tidak komitmen atas biaya penulisan dan penayangan advetorial itu.

Bagian administrasi PT.SMS Andy yang dikonfirmasi terkait hal itu, mengaku hanya anak buah, karena yang menentukan adalah kepala bagian proyek (Kapro) Anang.

“Silahkan temui pak Anang beliau pimpinan kami disini,”kata Andy menjawab deadline-news.com saat ditemui beberapa waktu lalu. ***

Proyek Sabo Dam PT.SMS di Sigi Selesai 100 Persen

 

Foto jembatan perlintasan di proyek sabo dam yang dikerjakan pt.sms/foto Nelwan/deadline-news.com

 

Nelwan (deadline-news.com)-Sigi-Proyek Sabo Dam (chaneel work) and sedimen control atau pekerjaan chaneel dan pengendalian sedimen yang dikerjakan PT. Selaras Mandiri Sejahtera (SMS) di desa Bangga Kec. Dolo Selatan Sigi sulawesi tengah ini, walau kontraknya akhir (31) September 2022 ini, namu telah rampung 100 persen.

Foto sabo dam pengendalian sedimen di Sigi yang dikerjakan PT.SMS. foto Nelwan/deadline-news.com
Foto sabo dam proyek pt.sms di sigi leading sektor BWSS III Palu. Foto Nelwan/deadline-news.com

 

Proyek pengendalian sedimen ini awal kontraknya sejak 2 September 2020. Kemudian diperpanjang sampai 2021-2022.

Foto sabo dam yang dikerjakan pt.sms di Sigi. Foto Nelwan/deadline-news.com

 

Spesifikasi progres pekerjaan per-item intens sesuai standarisasi atauran kerja kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR).

Proyek Sabo Dam (chaneel work) and Sedimen Control/pekerjaan chaneel dan pengendalian sedimen ini anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) plus dana Loan Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan No IP 850 asal Jepang Senilai Rp. 116. 814, 812, 000 (miliar).

Proyek berskala multy yers itu, yang digarapan PT. SMS ini, kontraksi Sabo Dam (Chaneel work) Sedimen Control, dengan leading sektor Balai Wiyaah Sungai Sulaweai (BWSS) lll Palu, Kementrian PUPR, Direktorat Jendral Sumber Daya Air / SNVT Pelaksanaan Jaringan Simber Daya Air RI.

Masa kontark kerja perusahaan PT. SMS berawal 2 September 2020 sampai 2021, namun mengalami adendum perpanjangan waktu kontrak kerja hingga menyeberang tahun dan dimulakan tertanggal 1 Januari sampai batas waktu 31 September 2022 tahun ini.

Maka retensi rentang waktu pekerjaan diperpanjang hinga masa pemeliharan 180 hari kalender (6 bulan) limit 31 September 2022 tahun ini.

Hasil telusur deadline-news.com group detak news.id pada Ahad (11/9-2022), dari awal pelaksanaan pekerjaan proyek multy yers Sabo Dam (Chaneel works) yang berstatus skala nasional tersebut, bermula dari titik persentasi progres 0% (persen) pekerjaan pembuatan Channel works dan Sabo Dam itu, cukup signifikan hingga mencapai titik maksimal bobot 100%.

Meski pekerjaan proyek itu, diawali dari alur prosentase progres 0%, namun secara sistimatis proses per-item proyek sabo dam (chaneel works) itu, memang agak sedikit terkendala oleh dua faktor.

Yakni, faktor pertama adalah alam, dimana intensitas hujan di kawasan itu cukup tinggi, sehingga mengakibatkan air sungai di atas pegunungan yang cukup landai itu sering banjir. Akibatnya pekerjaan mengalami kendala.

Faktor kedua adalah, adanya serangkaian sosialisasi pihak perusahaan perihal tentang pembebasan lahan warga desa Bangga Kec. Dolo Selatan Sigi.

Dimana pihak proyek tersebut, secara administrasi sekaligus membayar tunai kompensasi atas pembebasaan lahan warga untuk kepentingan pembuatan jalan inspeksi proyek.

Meskipun demikan halnya, Pihak PT. SMS serta para team teknis yang terlibat dalam ruang lingkup perusahaan tersebut, tetap protektif dan optimis dengan klasifikasi tata kelolah proyek yang berskala nasional itu.

Optimalisasi para team teknis dan pekerja lainnya dalam penggarapan proyek itu, baik team teknis adminisrtasi, operasional pekerja mandor (OPM) maupun pekerja manual, buruh dan lainnya, yang tunjangan dengan berbagai macam fasilitas dan alat tehknologi canggih guna peruntukan kepentingan proyek tersebut.

Yang mana difasilitasi oleh pihak perusahaan PT. SMS terbilang cukup memadai. Sehingga dari efesiensi dan efektifitas teknis dalam melakukan aktifitas penggarapan pekerjaan proyek tersebut selesai.

Secara optimal para pekerja teknis lapangan serta pekerja buru lainnya, selalu antusias dan optimis, juga stay ontime (datang tepat wkatu) dilapangan proyek.

Kepala proyek (Kapro) PT. SMS Anang Wododo ST, mengatakan, proyek Sabo Dam (Chaneel works) and Sedimen Control yang di kelolah oleh PT. SMS tersebut, merupakan proyek multy years, dimana manifestasi proyek ini peruntukannya guna membekap dan memanimalisir pergerakan aliran air sungai Ore di desa Bangga yang sebelumnya pernah mengalami tragedi banjir bandang.

Dan hampir meluluh lantakan seluruh permukiman, juga harta benda warga desa setempat.

“Belum lagi mereka mengalami kerugian materil dan dampak psikologis traumatic yang mereka rasakan sampai saat ini,” tutur Anang.Kata Anang walhasil, dengan usaha kerja keras dan optimisme para team teknis kami, semua pekerjaan proyek terkait pembuatan sabo dam (chaneel works) atau sistem penahan sedimen control, secara fisik terlaksana dengan baik dan terklasifikasi sesuai polarisasi tata kelolah metode gambar arsitektur.

“Yang juga telah sesuai dengan aturan teknis yang diterapkan, serta mengikuti tata cara metode petunjuk rencana anggaran perbelanjaan (RAP) dari PUPR, “paparnya.

Kata Anang, tatkala proyek pekerjaan Sabo Dam (Chaneel Works) hingga di proyeksikan tertanggal mulai bulan Januari, indikator dalam penggarapan proyek berskala besar itu, dari titik item segmen 4 pembuatan chaneel works atau jembatan penghubung ala Sabo dam itu, kini telah selesai dan sudah dibuka Juni 3 bulan yang lalu.

“Alhamdulillah, telah dilalui oleh para pengguna jalan,”terangnya.

Kemudian jelas Anang, menilik titik item disesi pekerjaan sabo dam pada segmen 3, 2 dan segmen 1, yang juga melewati banyak sistem skala dimensi serta prosesi dan aturan pekerjaan yang cukup menguras energi dan pikiran.

Anang kembali menjelaskan, bahwa sekarang sesi pekerjaan itu, telah rampung dengan hasil yang maksimal, sehingga Juli bulan lalu persentasi progres pekerjaan Sabo Dam tersebut, telah mencapai bobot 100% persen.

Pada 31 Sepetember 2022 bulan ini, estimasi pekerjaan proyek tersebut, harus finising tepat pada limit waktu yang telah ditentukan, setelah usai masa kontrak kerja.

“Yang nantinya team teknis administrasi kembali fokus input merekapitulasi retensi ihwal penarikan termen serta mengklasifikasi pertanggung jawaban berita acara proyek secara spesifik, dan memaksimalkan estimasi masa Profesional Heand Over (PHO) dan disusul kemudian masa Final Heand Over (FHO)”Pungkasnya.

Ditambahkan oleh Andi selaku kepala Admistrasi PT. SMS, bahwa memang dalam sistem penggarapan proyek Sabo Dam manakala banyak menguras tenaga dan fikiran.

Seperti halnya dalam urusan admistrasi ini, meski berjibakul dalam urusan budgeting (anggaran) upah para karyawan dan mengimput falidasi data file finansial di transfer ke perusahaan pusat hingga tuntas.

“Maka team tehknis sayapun, juga mencatat nama-nama para karyawan, baik tenaga pekerja operasional pekerja mandor (OPM) maupun team tehknis lapangan serta para pekerja buru yang direkrut mayoritas adalah penduduk lokal,”ungkap Andi.

Bahkan untuk memberdayakan mereka penduduk lokal kemudian kata Andi, mereka difasilitasi dengan poksi yang berfariasi.

“Tak ayal dalam beberapa orang dapat ruang sub kontraktor (Subkon) dan lainnya, turut andil dalam penggarapan proyek Sabo Dam (Chaneel works) and Sedimen Control yang kelolah oleh PT. SMS tersebut,”tutup Andi.***

Adakan GBA Pasca Kenaikan BBM, Polres Sigi Salurkan 1300 kg Bansos

Nelwan (deadline-news.com) – SigiSulteng – Pasca kenaikan BBM bersubsudi, Polres Sigi gelar bakti amal (GBA) bantuan sosial berbagi bahan pangan berupa 1300 kg (1 ton lebih) guna disalurkan terhadap para pengojek online/manual, sopir, penjual sayur serta IRT dan kaum duafah lainnya didepan kantor Polres Sigi pada Kamis (08/09/2022).
Ihwal Kapolres Sigi AKBP Reja A. Simajuntak SH. S.I.K MH bersama Div Humas Polres serta team tehknis Kepolisian Resor (Polres) Sigi gelar bakti amal (GBA), guna meminimalisir kesenjangan sosial di masyarakat, khususnya untuk masyarakat kalangan menegah kebawah yang terdampak efek ekonomi akibat reaksi fluktuatif kenaikan BBM bersubsidi oleh pemerintah belum lama ini.
Div Humas Polres Sigi AKP Fery Triyanto dikonfirmasi tim detaknews.id (group deadline-news.com) Kamis, (08/09/2022) dikala berlangsungnya GBA bantuan sosial di jalan lintas Palu-Kulawi, depan kantor Polres Sigi mengungkapkan, untuk totalitas porsi beras sebanyak 1300 kg yang akan disalurkan oleh team kami kepada sejumlah kaum duafah.

“Untuk penyaluran beras bantuan sosial tersebut, telah diakumulasikan dalam jumlah porsi yang bervariasi perkepala, yakniuntuk pengojek online/manual 70 kg paket beras dan masing-masing tersalur 5 kg paket untuk perkepala,” paparnya.
“Sementara untuk para sopir truk, sopir angkot/angdes dan penjual sayur sejumlah 50 paket, dan mereka masing-masing menerima 10 kg beras perpaket,” pungkasnya.
AKP Fery Trianto juga menuturkan, untuk penyaluran tahap ke 2 dengan jumlah 1300 kg beras tersebut, masih akan terus di gelar namun, untuk penjadwalnya, belum bisa dipastikan.
“Yang jelas akan tetap terjadwal sesuai komando atasan,”ucapnya.
DIV Humas Polres Sigi itu juga menjelaskan, bahwa pada Kamis (08/09/2022) yang lalu, hasil bantuan sosial berupa beras, telah tersalurkan separuh dari jumlah totalnya.
“Dengan demikian atas penyaluran bantuan sosial yang kami lakukan, semoga berkah dan bermafaat untuk para penerima batuan tersebut,” ucapnya.
Menurutnya, tujuan Pores Sigi gelar bakti amal (GBA) untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat dikalangan menegah kebawah, atas fluktuaktif naik-turunnya harga komoditi saat ini.
“Itu merupakan efek dari kenaikan BMM, sehingga pihak Polres Sigi mengambil langkah antisipasi serta berempati atas fenomena aksi protes yang terjadi di berbagai daerah di seluruh penjuru tanah air,” tuturnya.
“Semoga dengan langkah antisipasi berbagi bantuan sosial kepada golongan masyarakat menegah kebawah bisa efektif, dan mencakup 16 kecamatan di wilayah Sigi serta dapat menciptakan suasana Sigi yang aman dan Kondusif,”imbuhnya.***

Baru Capai 98%, Kontak PT. SMS Segera Usai

Nelwan (deadline-news.com) – Terkait perkerjaan proyek Sabo Dam di desa Bangga Kec. Dolo Selatan, Sigi Sulawesi tengah, yang di kelolah PT. Selaras Madiri Sejahtera (SMS) baru capai bobot 98%, dan pressur rentang waktu proyek itu, akan berakhir (finish) pada 30 september 2022 bulan ini.
Proyek Sabo Dam yang didanai uang pinjaman negara dari dana Loan JICA asal Jepang senilai Rp. 116 (miliar) lebih, dan kontrak kerja diawali tahun 2020 – 2022 itu, merupakan garapan PT. SMS yang berasal dari Jakarta, kini tinggal menghitung hari masa kalander kerja yang akan finish 30 september mendatang.
Kepala proyek (Kapro) PT . SMS Anang Widodo ST dikonfirmasi group deadline-news.com (detaknews.id) padaMinggu (04/09/2022) kemarin mengatakan, Dari titik awal hingga jelang titik progres finishing, proyek pekerjaan sabo dam telah mencapai bobot 98% persen yang dikerjakan oleh tim tehknis lapangan cukup spesifik.

“Tim bekerja secara optimal dan profesional sesuai dengan aturan kerja yang diterapkan dalam rencana anggaran perbelanjaan (RAB) oleh PUPR,” jelas Anang.
“Masa sulit itu sudah terlewati seiring berjalannya waktu, terutama pada item pembuatan sabo dam dari titik sentral 1 sampai 4 banyak terkendala oleh faktor alam di sungai Ore (Bangga) yang ekstrim,” pungkasnya.
Adapun menurut Anang, air sungai tersebut sering pasang, karena sepanjang tahun ini intensitas curah hujan pada kawasan pegunungan tersebut sangat tinggi terlebih pada letak sungai dan titik pekerjaan proyek saat sedang berlangsung.
“Perihal penggarapan sabo dam dari segmen 1 sampai 4 itu sudah rampung 100% dan itu merupakan pokok pekerjaan yang menguras energi dan fikiran,” ucapnya.
“Kini pekerjaan proyek tersebut, tim tehknis tetap ontime dan stay terus dilapangan, dan bekerja secara crossing karena tinggal dalam fase penyelesaian item pembuatan tanggul atau buffer fill penahan abrasi yang berjarak kurang lebih 50 meter dari bibir bantaran sungai Ore (Bangga),” paparnya.
“Dalam persentasinya, progres diperkirakan untuk capai target finising sekitar 20% lagi itupun hampir rampung,” jabarnya.

Anang juga menambahkan, bahwa pasca pengharapan proyek jelang persentase progres finishing, pada Kamis (01/08/2022) saat awal bulan kemarin, pihak Dinas Pertanian Sigi melakukan serangkaian koordinasi dan sosialisasi dengan sejumlah warga desa setempat dan juga dihadiri oleh pihak PT. SMS itu sendiri.
Adapun Koordinasi dan Sosialisasi yang dilakukan, membahas wacana pemanfaatan lahan dipinggir bantaran sungai Ore. yang mana lahan tersebut, masuk dalam area zonasi proyek sabo dam yang kelolah PT. SMS yakini, program penanaman jagung.
“Tetapi hal itu harus dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pihak leding sektor Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu,” tandasnya.***

Gubernur : “Perseteruan” Bupati Sigi Dengan Walikota Ditangani KASN

 

Bupati Sigi Drs. Mohammad Irwan Lapatta M.SI (Ist)

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura menjawab deadline-news.com Jumat (1/7-2022) pekan lalu di Masjid Agung menegaskan “perseteruan” Bupati Sigi Irwan Lapatta,S.Sos,M.Si dengan Walikota Palu Hadianto Rasyid,SE sedang ditangani komisi aparatur sipil negara (KASN).

Foto walikota Palu Hadianto Rasyid. Foto Man/deadline-news.com

 

“Perseteruan Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta dengan Walikota Palu Hadianto Rasyid terkait tarik menarik kepala Badan pengolaan keuangan dan asset daerah (BPKAD) Hajar Modjo sementara dalam penangan KASN,”jelas manta walikota Palu dua periode itu.

Adalah Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir dipercayakan oleh Gubernur Rusdy Mastura memimpin proses mediasi itu.

Hadir dalam proses mediasi yang dipimpin Wagub Ma’mun itu, Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta, Walikota Palu Hadianto Rasyid, Hajar Modjo dan KASN.

Menyimak pernyataan Bupati Sigi Moh Irwan, sepertinya proses mediasi “gagal”. Dikutip di harian Mercusuar Bupati Sigi Irwan mengatakan Walikota Palu tak paham aturan kepegawaian.

“Wali Kota Palu tidak memahami aturan kepegawaian, etika pemerintahan, dan etika Birokrasi,”kata Irwan seperti dikutip di harian Mercusuar edisi Minggu (3/7-2022).

Sementara itu Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan dari KASN.

“Sebenarnya semua proses berjalan dengan benar, tidak ada yang masalah. Jadi kita serahkan ke KASN. Kalau statusnya ditanya, selalu jelas, statusnya masih pegawai Sigi tapi jabatannya Kepala BPKAD Kota Palu. Makanya KASN datang memastikan semuanya,” kata Hadianto, usai mediasi dengan Pemkab Sigi yang dilaksanakan KASN dan Pemprov Sulteng. (dikutip di harian Mercusuar). ***