Ruas Jalan M Yamin Aus 85 Persen Sudah Perlu Perbaikan

 

Iklan anies – nilam

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Salah saorang konsultan proyek Suprapto kepada deadline-news.com Rabu (4/10-2023), disela-sela jalan pagi mengatakan ruas jalan Prof Moh Yamin (jalur) dua sudah perlu perbaikan.

 

Masalahnya sudah aus (susut) diangka sekitar 80m5an persen. Sehingga sudah butuh pemeliharaan (preservasi). Apalagi ini ruas dalam kota dimana pandangan pertama dan kenyamanan berkendaraan kalau masuk kota Palu.

 

“Dari pada bangun ruas jalan tol di hutan-hutan Papua yang jarang dilalui kendaraan, karena orang papua lebih suka naik pesawat, mendingan memperbaiki ruas jalan di dalam kota di daerah-daerah seperti di kota Palu ini,”ujar Prapto.

 

Ruas jalan M.Yamin merupakan kewenangan Dinas Binamarga Sulteng, namun masuk program rehab rekon pasca bencana.

Kepala bidang jalan dan jembatan Dinas Binamarga sulteng Asbudianto menjawab konfirmasi deadline-news.com Rabu (4/10-2023), membenarkan ruas jalan M.Yamin adalah kewenangan dinas binamarga sulteng. Tapi dengan program rehab rekon pasca bencana masuk dalam penanganan balai pelaksana jalan nasional (BPJN) XIV Palu.

“Wass.. ruas provinsi tapi akan diperbaiki oleh balai jalan dan sdh proses lelang bersama jln dewi sartika dan sebagian jln karajalembah,”tulis Asbudianto.

Sementara itu kepala BPJN XIV  Palu Arief Hidayat menjawab deadline-news.com menuliskan di kegiatan IRSL JICA pak. ***

Rais : Sejak Dibangun 3 Tahun Lalu, Spam Wani II Tak Pernah Berfungsi

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Rais warga Wani II kecamatan tanantovea Kabupaten Donggala sulawesi tengah kepada deadline-news.com Selasa (3/10-1023), di Palu mengatakan sejak dibangun tahun 2020 atau 3 tahun lalu proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan tidak pernah berfungsi.

Iklan anies – nilam

 

Padahal proyek yang diberi nama pengembangan jaringan perpipaan pekerjaan konstruksi oleh bidang cipta karya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) dengan pagu anggaran sebesar Rp,1.350.000.000, hps Rp, 1.349.998.683, kemudian harga penawaran sebesar Rp, 1.299.202.942,87, dan harga negosiasi sebesar Rp, 1.299.202.000.

 

Proyek Spam pedesaan ini dikerjakan oleh CV.Fikri Aulia yang beralamat di jalan Danau Semayang blok Q No.10 kelurahan melayu kecamatan tenggarong kutai dengan NPWP 01.977.239.1-728.000.

Hendri Muhidin

 

“Karena rekanannya dari luar, kemungkinan mereka sendiri mengambil alat-alat vital pendulung proyek Spam itu diantaranya pompa celup, pipa dalam dan meteran listrik,”ujar Rais dengan nada curiga.

 

Rais mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas proyek spam pedesaan di wani II itu. Sebab merugikan daerah dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

 

Celakanya lagi, dinas PUPR Donggala kembali menganggarkan pemeliharaannya tahun 2023 ini dengan nilai Rp, 174.774.000. Padahal belum pernah dimanfaatkan.

Himbauan iuran sampah

 

“Anggaran pemeliharaan Spam Pedesaan wani II itu sebesar Rp, 174.774.000 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023. Kalau pernah berfungsi mungkin wajar dipelihara. Tapi spam itu belumpernah difungsikan,”terangnya.

Adalah CV.Silando Raya yang mengerjalan pemeliharaan proyek Sapam apedesaan di Desa Wani II itu dengan anggaran Rp, 174.774.000 tahun 2023 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala Ali Kadir menjawab dikonfirmasi deadline-news.com via chat di whatsAppnya menyarankan supaya jelas masalah yang ditanyakan sebaiknya langsung hubungi saja kabid cipta karya PUPR Ibu Mardiana.

“Wss.wr.wb..saran supaya jelas masalah yg ditanyakan sebaikx langsung hubungi saja kabid cipta karya pupr (ibu mardiana),”tulis Kadis PUPR Donggala yàng mantan guru matematika itu.

Kepala bidang cipta karya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (Kabid PK-PUPR) kabupaten Donggala Mardiana menjawab konfirmasi deadline-news.com) Sabtu malam (30/9-2023), menjelaskan bahwa proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah dikerjakan tahun 2020, bukan tahun anggaran 2022.

“Iya pak pekerjaan SPAM yang di Wani II tahun 2023, tidak ada pekerjaannya SPAM Yg di Wani II Pekerjaan kalau Tidak salah itu pekerjaan tahun 2020,”jelasnya.

Maaf pekerjaan tahun 2022 tidak, nanti tahun 2023 ini baru ada pemeliharaanya yg RP. 174.774.000 dikarenakan pekerjaan SPAM pedesaa,”tulisnya.

Menurutnya yang dikerjakan tahun 2022 itu Hilang Meteran Listriknya, sama mesin celupnya, sama Pipa yang didalam.

Ditanya apakah sudah dilaporkan ke polisi atas kehilangan alat pendukung proyek Spam pedesaan itu?

Jawab Diana kalau tidak salah pak suda dilaporkan tahun 2022 makanya kami tangani tahun 2023.

Disinggung soal pembangunan intakenya, apakah bersamaan dengan alat-alat vital pendung spam itu? Jawab Diana lagi
Kalau intakenya saya kurang tau pak karena saya baru di akhir tahun 2022 baru dicipta karya.

Terkait hasil soal laporan polisi atas kehilangan alat vital pendukung spam pedesaan di wani II itu, lagi-lagi Diana tidak mengetahuinya secara persis.

“Saya belum tau hasil laporannya pak,”akunya.

Ditanya lagi soal besaran anggarannya dan apakah satu paket Intake dengan alat yang hilang? Jawab Diana Nanti saya liat dikantor dulu hitungannya, Nanti saya liat dikantor pak karena pekerjaannya tahun 2020. ***

Terkait Proyek Spam “Tak Bermanfaat” Besok Warga Wani Melapor Ke Kejari

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Terkait proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah “tak bermanfaat” besok Senin (2/10-2023) Rais warga Wani akan melapor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala.

 

“Kalau tidak ada halangan, besok kami akan melapor Ke Kejari Donggala terkait proyek spam pedesaan yang sejak dibangun belum pernah memberi manfaatkan ke warga wani II. Tiba-tiba muncul lagi proyek baru katanya pemeliharaan,”ujar Rais.

Hendri Muhidin

 

Kata Rais bagaimana bisa pemeliharaan, sedangkan belum pernah difungsikan.

“Proyek Spam pedesaan itu senilai Rp, 1,3 miliyar dan sudah lama selesai dikerjakan, namun masyarakat tidak pernah merasakan manfaatnya,”ujar Rais kepada deadline-news.com Minggu (1/10-2023) di salah satu warkop di Palu.

 

Padahal kata Rais masyarakat sangat membutuhkan spam pedesaan itu untuk keperluan air bersih.

“Diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga tidak ada pengaman pompa airnya, panel listriknya dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya,”ujar Rais.

Akibatnya kata Rais alat pital untuk mendukung beroperasinya Spam pendesaan itu diduga dicuri. Entah benar dicuri atau memang sengaja diambil oleh oknum tertentu.

“Sehingga pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) bidang cipta karya selaku penanggungjawab proyek itu tidak melaporkannya ke polisi,”ungkap Rais.

Ironisnya lagi kata Rais, malah kembali dianggarkan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala senilai Rp, 174.774.000.

“Anggaran pemeliharaan Spam Pedesaan wani II itu sebesar Rp, 174.774.000 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023. Padahal mestinya masih tanggungjawab rekanan sebelumnya,”terangnya.

“Kalau dicuri orang mestinya dilaporkan ke polisi, biar diusut tuntas siapa pelakunya,”tutur Rais.

Adalah CV.Silando Raya yang mengerjalan pemeliharaan proyek Sapam apedesaan di Desa Wani II itu dengan anggaran Rp, 174.774.000 tahun 2023 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala Ali Kadir menjawab dikonfirmasi deadline-news.com via chat di whatsAppnya menyarankan supaya jelas masalah yang ditanyakan sebaiknya langsung hubungi saja kabid cipta karya PUPR Ibu Mardiana.

“Wss.wr.wb..saran supaya jelas masalah yg ditanyakan sebaikx langsung hubungi saja kabid cipta karya pupr (ibu mardiana),”tulis Kadis PUPR Donggala yàng mantan guru matematika itu.

Kepala bidang cipta karya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (Kabid PK-PUPR) kabupaten Donggala Mardiana menjawab konfirmasi deadline-news.com) Sabtu malam (30/9-2023), menjelaskan bahwa proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah dikerjakan tahun 2020, bukan tahun anggaran 2022.

“Iya pak pekerjaan SPAM yang di Wani II tahun 2023, tidak ada pekerjaannya SPAM Yg di Wani II Pekerjaan kalau Tidak salah itu pekerjaan tahun 2020,”jelasnya.

Maaf pekerjaan tahun 2022 tidak, nanti tahun 2023 ini baru ada pemeliharaanya yg RP. 174.774.000 dikarenakan pekerjaan SPAM pedesaa,”tulisnya.

Menurutnya yang dikerjakan tahun 2022 itu Hilang Meteran Listriknya, sama mesin celupnya, sama Pipa yang didalam.

Ditanya apakah sudah dilaporkan ke polisi atas kehilangan alat pendukung proyek Spam pedesaan itu?

Jawab Diana kalau tidak salah pak suda dilaporkan tahun 2022 makanya kami tangani tahun 2023.

Disinggung soal pembangunan intakenya, apakah bersamaan dengan alat-alat vital pendung spam itu? Jawab Diana lagi
Kalau intakenya saya kurang tau pak karena saya baru di akhir tahun 2022 baru dicipta karya.

Terkait hasil soal laporan polisi atas kehilangan alat vital pendukung spam pedesaan di wani II itu, lagi-lagi Diana tidak mengetahuinya secara persis.

“Saya belum tau hasil laporannya pak,”akunya.

Ditanya lagi soal besaran anggarannya dan apakah satu paket Intake dengan alat yang hilang? Jawab Diana Nanti saya liat dikantor dulu hitungannya, Nanti saya liat dikantor pak karena pekerjaannya tahun 2020. ***

“Tak Bermanfaat” Warga Akan Laporkan Proyek Spam Rp,1,3 M ke Kejari Donggala

 

 

Iklan Nilam Sari

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggala-Dianggap tak bermanfaat, warga ancam akan laporkan proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala.

Capres Amin 2024

 

“Dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan proyek spam pedesaan itu ke Kejari Donggala. Pasalnya proyek Spam pedesaan senilai Rp, 1,3 miliyar (M) itu sudah satu tahun selesai dikerjakan (tahun 2022) lalu, namun masyarakat tidak merasakan manfaatnya sejak selesai dibangun ampai sekarang,”kata Rais kepada deadline-news.com Sabtu (30/9-2023) di Palu.

 

Menurutnya padahal masyarakat sangat membutuhkan spam pedesaan itu untuk keperluan air bersih.

 

“Diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga tidak ada pengaman pompa airnya, panel listriknya dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya,”ujar Rais.

Hendri Muhidin

 

Akibatnya kata Rais alat pital untuk mendukung beroperasinya Spam pendesaan itu diduga dicuri. Entah benar dicuri atau memang sengaja diambil oleh oknum tertentu.

 

“Sehingga pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) bidang cipta karya selaku penanggungjawab proyek itu tidak melaporkannya ke polisi,”ungkap Rais.

Ironisnya lagi kata Rais, malah kembali dianggarkan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala senilai Rp, 174.774.000.

“Anggaran pemeliharaan Spam Pedesaan wani II itu sebesar Rp, 174.774.000 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023. Padahal mestinya masih tanggungjawab rekanan sebelumnya,”terangnya.

“Kalau dicuri orang mestinya dilaporkan ke polisi, biar diusut tuntas siapa pelakunya,”tutur Rais.

Adalah CV.Silando Raya yang mengerjalan pemeliharaan proyek Sapam apedesaan di Desa Wani II itu dengan anggaran Rp, 174.774.000 tahun 2023 ini.

Kepala Dinas PUPR Donggala Ali Kadir menjawab dikonfirmasi deadline-news.com via chat di whatsAppnya menyarankan supaya jelas masalah yang ditanyakan sebaiknya langsung hubungi saja kabid cipta karya PUPR Ibu Mardiana.

“Wss.wr.wb..saran supaya jelas masalah yg ditanyakan sebaikx langsung hubungi saja kabid cipta karya pupr (ibu mardiana),”tulis Kadis PUPR Donggala yàng mantan guru matematika itu.

Kabid cipta Karya Mardiana yang dikonfirmasi via chat di whatsAppnya, sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi. ***

Warga Keluhkan Proyek Spam Rp, 1,3 M di Wani II Tak Bermanfaat

 

 

Iklan Nilam Sari

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggala-Proyek Sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah dikeluhkan warga.

Capres Amin 2024

 

Pasalnya proyek berbandrol Rp, 1,3 miliyar (M) itu baru saja selesai dikerjakan tahun 2022 lalu, namun tidak bermanfaat sampai sekarang.

 

Padahal masyarakat sangat membutuhkan spam pedesaan itu. Diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga tidak ada pengaman pompa airnya, panel listriknya dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Hendri Muhidin

 

Akibatnya alat pital untuk mendukung beroperasinya Spam pendesaan itu diduga dicuri. Entah benar dicuri atau memang sengaja tidak dipasang.

 

Ironisnya lagi malah kembali dianggarkan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala senilai Rp, 174.774.000.

 

Anggaran pemeliharaan Spam Pedesaan wani II itu sebesar Rp, 174.774.000 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023. Padahal mestinya masih tanggungjawab rekanan sebelumnya.

 

Demikian dikatakan waraga setempat bernama Rais menjawab deadline-news.com group detaknews.id Kamis (27/9-2023).

Menurutnya pompa air, pipa, panel dan meteran listriknya dicuri orang.

“Kalau dicuri orang mestinya dilaporkan ke polisi, biar diusut tuntas siapa pelakunya,”ujar Rais.

Adalah CV.Silando Raya yang mengerjalan pemeliharaan proyek Sapam apedesaan di Desa Wani II itu dengan anggaran Rp, 174.774.000 tahun 2023 ini.

Sampai berita ini naik tayang masih dilakukan upaya konfirmasi kepihak dinas PUPR dan rekanan proyek Spam Pedesaan itu. ***

Proyek Spam Pedesaan Rp, 1,3 M, Belum Berfungsi Dianggarkan Lagi

 

 

Hendri Muhidin

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Donggala-Proyek Sistem penyediaan air minum (SPAM) pedesaan di desa Wani II Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala sulawesi tengah baru dikerjakan tahun 2022 dengan anggaran Rp, 1,3 miliyar (M).

 

Namun sayangnya belum berfungsi dan masyarakat desa belum manfaatkan, akibat beberapa titik ada kerusakan. Bahkan pipanya banyak yang rusak dan hilang.

 

Ironisnya lagi baru dikerjakan tahun lalu dan belum dimanfaatkan oleh masyarakat malah kembali dianggarkan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Donggala senilai Rp, 174.774.000.

Iklan anies – nilam

 

Anggaran pemeliharaan Spam Pedesaan wani II itu sebesar Rp, 174.774.000 itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023.

 

Demikian dikatakan waraga setempat bernama Rais menjawab deadline-news.com Kamis (27/9-2023).

 

Menurutnya pompa air, pipa, panel dan meteran listriknya dicuri orang.

Adalah CV.Silando Raya yang mengerjalan pemeliharaan proyek Sapam apedesaan di Desa Wani II itu.

Sampai berita ini naik tayang masik dilakukan upaya konfirmasi kepihak dinas PUPR dan rekanan proyek Spam Pedesaan itu. ***

Banjir Lumpur di Ruas Jalur Dua Soekarno Hatta Menimbulkan Kemacetan

 

 

 

Antasena (deadline-news.com)-Palu-Akibat penggalian drainase belum tuntas, manjir lumpurpun melanda jalur dua ruas jalan nasional Soekarno Hatta dekat Mako Polda Sulteng.

Sehingga mengakibatkan arus lalulintas dialihkan ke jalan Teluk Palu tembus ke jalan Martadinata, pun menimbulkan kemacetan sepanjang kurang lebih 1 kilometer mulai dari arah pertigaan jalan Soekarno Hatta ke jalan Teluk Palu hingga ke jalan Martadinata.

Kendaraan bertumpuk dari arah utara ke selatan dan dari arah timur, akibatnya kemacetanpun tak dapat dihindari di pertigaan Martadinata dengan Teluk Palu.

Pantauan  deadline-news.com group detaknews.id Minggu malam (17/9-2023) sekitar pukul 20:15 wita pengendara terlihat tidak ada yang mau mengalah, sehingga menambah kemacetan lebih parah.

Sampai berita ini naik tayang, sementara ini polisi dibantu warga setempat sedang mengatur arus lalulintas.

Para pengendara sepeda motor dan mobil diarahkan agar kemacetan itu dapat diurai. ***

Ruas Jalan Garuda Rusak Rawan Lakalantas

 

Iklan anies – nilam

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Akibat pemasangan instalasi jaringan pipa Palu, Sigi dan Donggala (Pasiga) sulawesi tengah ruas jalan garuda Palu sebagian mengalami kerusakan. Sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalulintas (Lakalantas).

 

Kerusakan ruas jalan garuda ini selebar kurang lebih 1,5 meter dan panjang kurang lebih 1 kilometer.

 

Padahal jalan ini sebelumnya mulus karena baru dikerjakan preservasinya (tambal sulam). Tapi karena digali dan dibongkar beberapa kali oleh perusahaan yang mengerjakan instalasi jaringan pipa air bersih, sehingga ruas jalan itu rusak total.

 

Celakanya lagi pemerintah kota Palu baik eksekutif maupun legislatif terkesan acuh. Padahal bisa saja penganggarannya dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD kota Palu daerah pemilihan Palu selatan dan Tatangah atau Palu Timur Mantikolore.

 

Ketua DPRD kota Palu Armin Saputra yang dikondirmasi, apakah jalan garuda tidak masuk pokir anggota DPRD? Jawabnya belum.

“Blm pak krn yg dimasukkan hasil reses ditiap2 dapil,”tulisnya.

Kepala Dinas Pekarjaan Umum (PU) kota Palu Singgih yang dikonfirmasi via chat di whatsAppnya juga mengaku perbaikan ruas jalan guruda belum diprogramkan tahun 2023 ini. Tapi sedang diusulkan tahun 2024.

“Blm pak. Sdg diusulkn masuk tahun 2024…,”tulis Singgih. ***

Kaban BNN : Emangnya Perencanaannya Dari Kita, Itu Domain BP2WS

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Kepala badan narkotika nasional (Kaban BNN) sulteng Brigjen Pol Monang Situmorang,SH,MH via telepone di whatsAppnya senin malam (28/8-2023), dari Tentena menegaskan soal perencanaan rehab rekon pembangunan kantor BNN yang telah diusulkan ke kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) senilai Rp, 28 miliyaran bukanlah domain BNN.

“Tapi PUPR lah yang merencanakan, emangnya perencanaannya dari kita, tidak toh, itu domain kementrian PUPR atau balai prasarana permukiman wilayah sulawesi tengah (BP2WS). Kami sebatas mengusulkannya. Dan sudah direspon beberapa tahun kemarin oleh Kementrian PUPR dengan anggaran yang disetujui Rp, 24 miliyar,”tegas Monang.

Penegasan Kaban BNN Sulteng itu terkait pernyataan Kepala balai prasarana permukiman wilayah sulteng (BP2WS) Sahabuddin yang akrab disapa Budi bahwa proyek usulan BNN sulteng belum ada perencanaannya.

Sehingga pembangunan kantor BNN Sulteng belum masuk dalam program pembangunan rehab rekon pasca bencana.

Menurutnya salah satu pensyaratan yang belum dipenuhi pada pengusulan rehab rekon pembangunan kantor BNN yakni perencanaannya.

“Belum ada perencanaannya,”tulis Budi.

Kepala BNN Sulteng Brigjen Pol. H. Monang Situmorang, S.H, M.Si menegaskan merasa kecewa dengan Kepala BP2WS Sahabuddin, karena diduga tidak menggubris usulan permohonan rehabilitasi kantor badan narkotikan nasional (BNN) sulteng.

Padahal kantor BNN itu sudah mengalami kerusakan cukup parah. Makanya perlu perbaikan atau pembangunan baru. Apalagi sudah ada lokasi hibah dari pemprov Sulteng.

“Kami telah bermohon rehabilitasi kantor bnn bulan maret tahu 2021 lalu ke menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (pupr) sebeser Rp, 28 miliyar dan acc Rp, 24 miliyar. Tapi kepala bp2ws Sahabuddin tidak menggubrisnya,”Kata Kakak Asuh Ketua komisi pemberantasan korupsi (KPK) RI Firli Bahuri saat di Kepolisian RI itu.

Menurutnya pada jaman Kabalai BP2WS Ferdinand Kanalo, pihak BNN sulteng sudah mendapat persetujuan perbaikan atau rehabilitasi kantor BNN. Namun saat pergantian Kabalai BP2WS ke Sahabuddin sudah tidak digubris lagi.

“Padahal kami sudah berkali-kali menghadap ke Kabalai BP2WS pak Sahabuddin tapi alasannya banyak sekali. Itu asset negara bukan kantor pribadi dan termasuk gedung pemerintah yang perlu direhab,”tegas Monang.

“Bayangkan kata Monang sudah ada rekomendasi dan persetujuan dari kementerian PUPR dan itu kepentingan masyarakat sulteng secara umum, bukan kepentingan saya. Pembangunan kantor BNN itu dalam rangka pemberantasan dan pencegahan narkotika. Tapi disepelekan. Ada apa ini? sehingga Kabalai BP2WS tidak mendukung dan melakukan rehab kantor BNN sulteng, “tegasnya.

Kata Monang kantor pemerintah lainnya, seperti Kejaksaan Tinggi, kampus-kampus sudah pada dibangun, masa kantor BNN yang anggarannya kecil dibanding yang lainnya “diabaikan”.

Untuk diketahui BNN Sulteng terpaksa mengontrak ruko di jalan Dewi Sartika Palu sebagai kantor sementara. Sebab kantornya rusak parah saat gempa bumi, tsunami dan likuifaksi lima tahun lalu yakni 28 September 2018. ***

Pengadaan Alat Laboratorium Fakultas Kedokteran Diduga Mark Up Hingga 70% Dari Harga Katalog

 

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu- Pada tahun 2022 silam, Universitas Tadulako mengalokasikan anggaran pengadaan Alat Laboratorium Fakultas Kedokteran sekitar Rp10 Milyar.

 

Jumlah jenis alat yang diajukan Dekan Fakultas Kedokteran lebih dari 100 jenis, namun yang diadakan kurang dari 90 jenis.

 

Peralatan tersebut menurut sumber yang layak dipercaya, memang menjadi kebutuhan Fakultas Kedokteran karena memiliki Laboratorium Baru yang siap dioperasionalkan pada Tahun 2023 ini.

 

Tetapi disayangkan, dalam pengadaan alat Laboratorium ditengarai ada penggelembungan harga yang tidak wajar, yakni lebih dari 70 persen.

 

 

Diduga terdapat peralatan yang harga sebenarnya jauh lebih rendah dari harga yang dimasukkan dalam harga penawaran kepada pihak ketiga atau kontraktor. Ini jelas ada indikasi merugikan keuangan negara.

Anwar Hafid

 

Sebagai contoh, kata sumber tersebut, alat AUTOCLAVE STD pada paket proyek harga dasar yang dimasukan adalah Rp194.000.400.

 

Sementara saat dicek pada katalog dengan spesifikasi yang sama, harga dasar yang ditemukan hanya Rp75.000.000, sehingga pada alat itu telah dilakukan mark up sebesar Rp119.000.400, atau terjadi penggelembungan harga lebih dari 100%.

Demikian juga pada alat GET LOGIC READER, di mana pada paket proyek harga dasar yang dimasukan adalah Rp.417.754.750,- dan setelah ditambahkan Overhead 15% (Rp. 62.663.212,50), Ongkir 5% (Rp20.887.737,-), dan PPh 11% (Rp55.143.624,-) sehingga totalnya Rp. 556.449.327,00.

Sementara pada harga katalog dengan spesifikasi yang sama, ditemukan hanya Rp108.064.715,00, dan setelah ditambahkan Overhead 15% (Rp16.209.707,25), Ongkir 5% (Rp5.403.235,75), dan PPh 11% (Rp14.264.542,38) totalnya hanya Rp143.942.200,38. Dengan demikian, dugaan jumlah mark up nya mencapai Rp412.507.127,00.

Informasi ini masih dalam dugaan mark up, ketika dilakukan konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek pengadaan ini, Dr Fuad, MT, yang saat ini menjadi wakil dekat teknik melalui WhatsApp 081245469XXX mengatakan datanya lengkap sejak dari proses awal sebelum tender, sampai tes dan pemeriksaan barang.

“Kalau masalah pengadaan alat lab kedokteran insya allah data saya lengkap dari proses awal sebelum tender, sampai tes dan pemeriksaan barang yang satupun speknya tidak pernah diturunkan dan dirubah-rubah le,”jelas Fuad menjawab konfirmasi deadline-news.com sebelumnya.

Menurutnya kalau bicara masalah paket di kedokteran, speknya sangat jelas hingga di lakukan tender cepat sesuai dengan aturan LKPP jika semua spek jelas dan rinci bisa dilakukan tender cepat, hal ini juga dilakukan karena pada saat proses survey ke beberapa vendor mereka menyatakan semua barang di inden dari luar negeri butuh 3-4 bulan baru sampai indonesia.

“Spek yang ada dikedokteran tidak pernah di rubah dan di downgrade le, kalau toh ada yang berbeda hanya perbedaan merek bukan spek yang diturunkan, ini juga sudah dilakukan uji penggunaan alat oleh fakultas kedokteran dan telah ada pelatihan penggunaan alat dimasing-masing lab yang ada,”urainya.

Disingguang soal temuan Itjen, Fuad menjelaskan kalau temuan itjen tidak terkait alat kedokteran pak. Malah alat lab itu juga sudah dilakukan audit dan alhamdulillah tidak ditemukan indikasi perubahan spek.

“Malah setahu saya juga sudah dilakukan audit oleh BPK di kedoteran pak dan tidak ada temuan,”terangnya.

Ia menambahkan ada dokumen yang ditanda tangani oleh kedokteran dan kepala-kepala lab tentang penerimaan barang barang itu le.

Untuk siketahui paket pengadaan alat Laboratorium Fakultas Kedokteran dengan dana Rektorat ini dilakukan pada Tahun Anggaran 2022 silam, yang diduga dimenangkan oleh perusahaan CV Satria Bayu Aji, Jakarta. ***