PPTK Dinkes Poso Tersangka Korupsi Rp,13,478 M

Ilong (deadline-news.com)-Palukotakailisulteng-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan Noberial Marthen Salmon, SKM, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Poso.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Edward Malau, SH.MH, mengatakan, tersangka merupakan PPTK di Dinkes Poso pada pelaksanaan proyek pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2013, yang dikerjakan PT Enseval Putera Megatrading (Tbk) senilai Rp13.478.327.000,-.

Penetapan ini dilakukan setelah Tim Pidana Khusus Kejati Sulteng menggelar rapat di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng.

“Setelah penyidik melakukan ekspose gelar perkara, akhirnya ditetapkanlah PPTK proyek itu sebagai tersangka dalam kasus pegadaan Alkes di Dinkes Poso,

kata Edward, di ruang kerjanya, Senin (13/5-2019).

Edward menambahkan, sampai saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan terkait dugaan menguapnya anggaran proyek pengadaan alkes yang diduga diselewengkan beberapa oknum di Dinkes Poso untuk kepentingan pribadi dan telah merugikan keuangan negara.

“Dalam waktu 1-2 hari ke depan, masih akan menyusul tersangka lainnya yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru. Tersangkanya bisa jadi 3 orang, bahkan bisa juga 5 orang. Tunggu saja, pasti kita tetapkan tersangka baru,” ujarnya, tanpa mengurai siapa-siapa yang bakal menyusul sebagai tersangka.

Menurut Edward, kasus ini disidik secara terpisah dengan kasus Alkes di RSUD Poso yang juga telah ditetapkan tersangkanya beberapa waktu lalu. Item pekerjaan dan jenis pengadaan barangnya memang sama dengan yang di RSUD Poso yang dikerjakan PT Prasida Ekatama senilai Rp16.982.370.000,-.

“Tersangka akan dikenakan pasal premier Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP,” tegas Edward.

Sebelumnya, Kejati Sulteng juga telah menetapkan tersangka pada perkara penyidikan pidana khusus dugaan korupsi dana pengadaan alkes di RSUD Poso, yakni alat kedokteran, kesehatan dan KB yang dikerjakan oleh PT Prasida Ekatama.

“Penetapan Tersangka tersebut diperoleh berdasarkan hasil Penyidikan dari Pemeriksaan saksi-saksi, dokumen pendukung serta barang bukti yang ada,” kata Edward Malau. (dikutip di jurnalsulawesi.com).***

Polda Sulteng Gagalkan 9 Terduga TKI Ilegal

“Ke 9 TSK TKI Ilegal Itu Telah Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Poso”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil menggagalkan 9 terduga tenaga kerja Indonesia (TKI) Ilegal di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Minggu (13/1-2019) sekitar pukul 9.30 Wita.

Ke 9 TKI yang diduga Ilegal itu, rencananya menuju ke jakarta, Batam dan Menyeberang ke Singapura. Namun keburu tertangkap petugas Ditreskrimsus Polda Sulteng. Demikian terungkap dalam pres realis Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK Senin (1/4-2019) di Lobi Mapolda Sulteng.

Menurutnya penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa pada hari Minggu tanggal 13 januari 2019 sekitar pukul 9.30 Wita, di Bandara Mutiara SIS Aljufri terdapat Sembilan orang yang diduga akan berangkat ke luar negeri, untuk menjadi calon TKI dan tanpa dilengkapi dokumen yang menjadi persyaratan pekerja Migran di Indonesia atau menempatkan pekerja Migran di Indonesia tanpa SIP2 MI (Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia).

Kemudian petugas Ditreskrimsus Polda Sulteng mengamankan ke 9 orang calon TKI tersebut dari Bandara Mutiara SIS Aljufri ke Polda Sulteng, untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 Jo pasal 83 dan atau pasal 72 huruf c Jo pasal 86 huruf c UU RI no.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia.

“Dari hasil penyelidikan terhadap ke 9 orang calon pekerja Migran Indonesia itu, berasal dari Kabupaten Poso. Mereka tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan dengan negara tujuan Singapura, melalui jalur kota Batam Kepri. Penyidik menetapkan tersangka atas nama Risna Pea (33), WNI, pekerjaan Tani (TKW) pendidikan SMA, jenis kelamin perempuan alamat Desa Lembo Mawo KecamatanPoso Kota Selatan,”jelas kabid Humas AKBP Didik.

Kata Dididk, tersangka Risna Pea menjanjikan pekerjaan kepada ke 8 orang saksi sebagai pembantu rumah tangga di Negara Singapura dengan iming-iming gaji sebesar Rp.5.800.00,- (Lima Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) perbulan. Sedangkan biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh tersangka dan sebagai gantinya akan dipotong selama 6 bulan dari gaji masing-masing calon TKI.

Adapun kedelapan calon TKI (Saksi) tersebut adalah :

  1. Sarce Supai umur 50 tahun, agama Kristen,WNI, pekerjaan URT, pendidikan SMA, Jenis kelamin perempuan alamat Desa Bomba Kec.Lore Selatan Kab.Poso;

  2. Ester Anglita Managanta umur 25 tahun, agama Kristen,WNI, pekerjaan Tani, pendidikan SMA kelas 2 Jenis kelamin perempuan, alamat Desa Ratoombo Kec.lage Kab.Poso;

  3. Satria Iwi umur 37 tahun, agama Kristen,WNI,pekerjaan Tani,pendidikan SMP,Jenis kelamin perempuan alamat Desa Taende Kec,Mori atas Kab. Morowali Utara;

  4. Eva Yulfianti Pasete umur 43 tahun, agama Kristen,WNI, pekerjaan Swasta,pendidikan SD, Jenis Kelamin perempuan alamat Desa Ranononcu Kec.Kota Poso kab.Poso;

  5. Aningsih Tagambe alias Icin umur 29 tahun, agama Kristen,WNI, pekerjaaan URT,pendidikan SMA, jenis kelamin perempuan alamat Desa Ranononcu Kec.Kota Poso kab.Poso;

  6. Arince Taugu umur 40 tahun, agama kristen,WNI, pekerjaan URT,pendidikan SD jenis kelamin perempuan alamat Desa Ranononcu Kec.Kota Poso Kab.Poso;

  7. Derlin Tantjoe umur 27 tahun, agama Kristen,WNI,pekerjaan tidak ada, pendidikan SMA,jenis kelamin perempuan alamat Desa Uelene Kec. Pamona Selatan Kab.Poso

  8. Selvia Insial umur 24 tahun, agama Kristen WNI,pelajar,pendidikan SMA, jenis kelamin perempuan alamat Desa Tamagonu Kec.Lage Kab.Poso.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi yang diamankan di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, diketahui mereka tidak memiliki Dokumen yang sah, antara lain:

  1. Tidak memiliki rekomendasi dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kab.Poso dan Prov.Sulteng;

  2. Tidak terdaftar di LP3 TKI Palu;

  3. Tidak memiliki Paspor TKI/PMI yang dikeluarkan kantor Imigrasi kelas I Palu;

  4. Tidak memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman tenaga kerja.

Barang Bukti yang diamankan dari tersangka dan kedelapan calon TKI (Saksi) antara lain:

  1. Boarding Pass penerbangan Lion R;

  2. Akte Kelahiran;

  3. Paspor;

  4. Ijazah;

  5. KTP

Perkembangan penanganan perkara ini, baik tersangka dan barang buktinya telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Poso pada Selasa (12/3-2019), untuk proses selanjutnya.

Dalam undang-undang No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), bagi pelaku pengiriman TKI Ilegal diancam hukuman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp,15 miliyar.***

 

Ruas Jalan Tentena – Peura – Dulumae Rusak Parah

foto ruas jalan Tentena-Peura-Dulumae rusak parah. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Tentenasulteng-Sore itu Selasa (31/7-2018), sekitar pukul 16:30 wita, saya bersama Mardison Bau menelusuri ruas jalan Tentena – Peura – Dulumae di Kecamatan pemekaran Pamona Utara (Puselemba) Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.

Ruas jalan yang menghubungkan tiga desa itu, mengelilingi pesisir danau Poso bagian selatan. Di ruas jalan tersebut terlihat rusak parah. Kondisi ruas jalan Tentena-Peura-Dulumae itu, berlubang-lubang, dan sebagian besar aspal badan jalan sudah terbongkar, berlubang bagaikan kubangan kerbau.

Padahal wilayah itu, memiliki potensi pertaniaan, perkebunan dan perikanan air tawar serta destinasi wisata alam yang sangat menjanjikan. Namun sayangnya ruas jalan tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan. Sehingga belum dimakan usia sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Disepanjang ruas jalan tersebut, terdapat persawahan, perkebunan, dan keindahan danau Poso yang memanjang dari arah selatan ke kota Tentena.

Proyek ruas jalan Tentena – Peura-Dulumae dikerjakan tahun 2017 oleh seorang pengusaha asal Tentena.

Kepala bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan umum (PU) Kabupaten Poso Ibu Ana yang dikonfirmasi Kamis malam (2/8-2018), sekitar pukul 20:06 wita, membenarkan jika ruas jalan Tentena –Peura-Dulumae itu dikerjakan tahun 2017.

“Pengerjaan ruas jalan Tentena – Peura-Dulumae pada tahun 2017, namun saya tidak hapal berapa anggarannya, dan perusahaan apa yang mengerjakannya. Nanti saya tanyakan dulu ke staf saya yang membidangi,”ujar Ana singkat via handpone. ***

Penghuni Panti Sosial Madago Tentena “Kurang Terurus”

foto pak Yosep (70) saat diwawancarai Son Bau. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Tentenasulteng-Pagi itu Rabu (1/8-2018), sekitar pukul 7:30 wita, saya bersama rekan Mardison Bau, menyambagi panti sosial Trisna Werda Madago di Tentena Kecamatan Puselemba Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.

Di Panti sosial Madago Tentena itu, terdapat 74 penghuninya yang butuh pelayanan. Sebab mereka sudah lanjut usia. Rata-rata umur mereka diatas 70 tahun.

Adalah Yosep (70) yang kaki kanannya bengkak keluar masuk panti berjalan kaki terseok – seok menggunakan tongkat, menyusuri jalan trans sulawesi Tentena Poso. Pagi itu Yosep keluar katanya ke kios membeli sesuatu untuk keperluannya.

Walau jaraknya hanya sekitar 200 meter pulang pergi dari panti ke kios, namun dapat membahayakan orang tua seumuran Yosep asal Gimpu Lore itu. Karena kendaraan ruas jalan nasional trans Sulawesi itu ramai kendaraan lalu lalang.

Yosep saban hari pagi sore keluar masuk panti berjalan kaki, sendirian tanpa pengawasan pengurus panti. Padahal mereka dititipkan keluarganya di Panti Sosial itu untuk mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya.

Kondisi bangunan panti sosial Madago Tentena itu, kelihatannya sudah tua, bahkan sebagian kayu bangunan tersebut terlihat lapuk dan berlubang-lubang akibat dimakan rayap.

Kepala KTU Agus Eko Wiyono yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu pagi itu (1/8-2018), malah terkesan menyalahkan orang tua jompo itu keluar masuk.

“Itu bapak Yosep tidak badengar, sudah berkali – kali dilarang keluar, tapi tetap saja keluar. Dia itu suka keluar basio -sio, dia keras kepala setiap hari hampir 10 kali keluar masuk,”aku Agus.

Yosep yang dijegat pas masuk pintu gerbang panti mengatakan dirinya keluar mencari rokok.

“dengan bahasan kurang jelas Yosep mengaku keluar beli rokok di pagi itu sekitar pukul 7:15 wita.

Seringnya keluar masuk penghuni panti sosial yang lanjut usia itu, menunjukkan kurangnya perhatian dan pelayanan yang baik. padahal pemerintah provinsi telah menganggarkannya melalui APBD setiap tahunnya mencapai Rp,1,2 miliyar termasuk gaji didalamnya.

Panti sosial Madago Tentena itu dihuni 74 orang tua jompo. Mereka kelihatan kurang terurus. Mulai dari kondisi lingkungan sampai penanganan dan pelayanan untuk penghuni panti sosial terkesan dibiarkan.

Ironisnya lagi, sebagian pejabat di UPTD Panti Sosial Madago Tentena itu jarang masuk kantor. Sampai-sampai ruang kerja mereka terlihat debuh tebal.

KTU UPTD Panti Sosial Madago Agus Eko Wiyono yang dikonfirmasi mengakui jika dirinya beberapa hari terakhir ini, sedang kurang enak badan da nada kesibukan sedikit diluar. Ditanya soal Kepala UPTD Ir.Husait Kaluti yang tidak Nampak di kantor sejak Selasa – Rabu, kata Stafnya beliau lagi kurang sehat. ***

Agus Eko Wiyono : Setiap Tahun 1.2 M Dana untuk Panti Sosial Madago

Mardison Bau (deadline-news.com)-Tentenasulteng –Pembiayaan Panti Sosial Trisna Werda Madago mencapai Rp,1,2 milar pertahun. Adalah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Sulteng yang digunakan pemerintah untuk pembiayaan kegiatan operasional Panti Sosial Trisna Werda Madago itu.

“Rp.227.830.348, diantaranya untuk biaya operasional kantor. Dan untuk program Pembinaan Lanjutan sosial Rp. 983.600.652,”demikian dikatakan KTU Panti Sosial Madago Tentena Agus Eko Wiyono menjawab deadline-news.com Rabu (1/8-2018) di ruang Kerjanya.

Pptk dipanti social “Madago” pada (1/8) ditentena.

Kata Agus yang merangkap Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) itu, dana tersebut setiap tahunnya dikelolah agar bisa mencukupi didalam memberikan pelayanan bagi 74 penghuni panti disini.

“Dan untuk belanja langsung keperluan penghuni panti, saya hanya melaksanakan perintah atasan langsung saya yaitu bapak Husait Kaluti. Jadi tidak benar informasi yang menduga bahwa saya yang langsung belanja. Itu tidak benar,” kata Agus dengan nada mengelak.

Menurutnya setiap pembelanjaan kebutuhan penghuni panti itu mencapai Rp.60 jutan perbulannya. Itupun sudah ada dalam rencana anggaran biaya (RAB). Dan itu dipihak ke tigakan dengan Toko Sinar Indah Milik Huping, di Tentena.

Sementara Kepala UPTD Panti Sosial Madago Tentena Ir. Husait Kaluti, melalui telepon gengamnya kepada deadine-news.com membantah dengan keras bahwa yang menjadi mitra kerja Panti sosial Madago adalah Huping, tapi adalah H. Ali dari palu.

“Bukan Huping, tapi H.Ali,”Kata Husait sembarkata silahkan anda naikan beritanya, nanti ada hak jawab kami. ***

Lauk Penghuni Panti Sosial Madago Tentena Hanya “Tempe dan Tahu”

Mardison Bau (deadline-news.com)-Tentenasulteng – Sebanyak 74 penghuni panti sosial Trisna Werda Madago di Tentena diduga tidak terurus dengan baik.

Pasalnya beberapa penghuni panti yang ditemui Rabu (1/8-2018), mengatakan setiap hari mereka sarapan tidak teratur waktunya (jamnya). Terkadang dari pukul 8.30 wita atau pukul 9:30 wita. Bahkan ada yang memasak sendiri sesuai seleranya.

Ironinya lagi lauknya lebih banyak Tempe dan Tahu. “Kami lebih sering makan nasi dengan Tahu danTempe, ketimbang ikan dan ayam,”aku beberapa penghuni panti sosial Tentena itu.

Kasubag Tata Usaha (KTU) Panti Sosial Tentena Agus Eko Wiyono yang juga merangkap pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu pagi (1/8-2018) sekitar pukul 7:15 wita, mengatakan setiap bulannya, lauknya bervariasi. Terkadang Ikan dan Ayam.

“Tergantung kalau harga ikan mahal, maka lebih banyak makan nasi dengan tahu dan Tempe,”jelas Agus.

Disinggung soal sabun mandi, sabun cuci pakaian, pasta gigi dan shampoo, Agus menerangkan bahwa setiap bulan masing-masing penghuni panti mendapatkan dua (2) biji sabun life boy, sabun colek wings,dan shampoo.

“Kami berikan rutin kepada penghuni panti kebutuhan sabun mandi, sabun cuci coleh wings dan sampho. Tegasnya kami berikan semua kebutuhannya sesuai dengan apa yang ada didalam rencana anggaran Biaya (RAB),”tutur Agus.

Ditanya bagaimana dengan dugaan sudah hampir sebulan ini 74 penguni panti yang hanya diberi makan Sayur,Tahu dan Tempe? Jawab Agus itu tidak benar.

“Memang ikan laut itu terkadang sulit diperoleh disini. Tapi tidak benar penghuni panti sebulan ini makan Tahu dan tempe saja. Karena terkadang mereka juga diberikan juga daging ayam,”kata Agus Eko Wiyono.

Secara terpisah di dapur umum, 3 orang ibu yang lagi menyiapkan sarapan pagi bagi penghuni panti sosial Madago itu, ketika ditanya apa menu hari ini? Jawab mereka sayur, tahu dan tempe.

Mengapa hanya sayur, tahu dan tempe? “Ya, kadang ada ikan, Tahu maupun tempe,”ujarnya singkat.

Salah seorang penghuni yang ditanya tidak jauh dari dapur umum N. Tangkojo didampingi Suwito dari Desa Sawidago mengatakan mereka sarapan nanti jam 8.30, bahkan biasa pukul 9:30 wita. Ditanya bagaimana dengan pelayan sehari-harinya, terkhusus pembagian sabun mandi, sabun cuci dan shampo? Mereka mengaku persatu bulan, mereka mendapatkan jatah 2 biji sabun mandi life boy dan ditambah sabun cuci colek merek wings.

“Kami biasa mendapatkan jatah sabun mandi 2 biji lifeboy ditambah sabun cuci colek wings”,tutur N. Tangkojo yang biasa dipanggil Ngkai Kele’i. ***

Muhidin MS : Anggaran Jalan Nasional Tidak Boleh Dipindahkan Ke Jalan Desa

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng- Wakil Ketua Komisi V DPR-RI H.Muhidin M Said menjawab deadline-news.com beberapa waktu lalu di kediamannya di Palu menegaskan bahwa anggaran pembiayaan proyek jalan nasional tidak boleh dipindahkan untuk membiayai jalan desa yang bersumber dari (APBN). Begitupulah dengan proyek jalan Kabupaten dan jalan Provinsi.

“Yang tidak bisa di biayai oleh Apbn adalah, jln Kabupaten dan Jln Propinsi,”Kata anggota DPR RI tiga periode itu.

Sedangkan jalan desa bisa saja dibiayai APBN yang melalui jalan desa tupoksinya kementerian DesaPembangunan Daerah Tertinggal dan trasmigrasi, bisa juga melalui Ditjen Cipta Karya dengan Program Pembangunan Infrastruktur Sarana Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kementerian PUPR.

“Untuk proyek pembangunan Jalan desa bukan tupoksi Bina Marga, jalan desa tupoksinya kementerian DesaPembangunan Daerah Tertinggal dan trasmigrasi, bisa juga melalui Ditjen Cipta Karya dengan Program Pembangunan Infrastruktur Sarana Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kementerian PUPR,”jelas politisi Partai Golkar itu.

Pernyataan wakil ketua komisi anggaran DPR Ri itu terkait paket proyek jalan desa Ueralulu –Taman Jeka Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah, senilai Rp.7,8 miliyar.
Proyek jalan Desa Ueralalu-Taman Jeka Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso itu dikerjakan PT.Tamisya Utama.

Adalah proyek rekonstruksi jalan Ueralulu sepanjang 3 kilometer pada kilometer 194.+000 Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso provinsi Sulawesi Tengah, nama paket pekerjaan jalan Desa itu.

Pagu paket proyek jalan desa Ueralulu yang dibiayai APBN tahun 2016 itu senilai Rp, 7,903,800,000 dan harga penawaran sebesar Rp, 7,844,356,000 sebagaimana dalam kontra.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Anzar yang dikonfirmasi via whatsapp terkait dugaan pelanggaran pemindahan anggaran proyek jalan nasional ke jalan Desa tidak memberikan jawaban. ***

PPK : Ikbal Tidak Bisa Lepas Tangan

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pernyataan Direktur Utama  PT.Tamisya Utama Ikbal Basir Khan bahwa dirinya telah mundur dari perusahaan, dan tidak ikut campur lagi, terkait proyek rekonstruksi jalan Ueralulu sepanjang 3 kilometer pada kilometer 194.+000 Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso provinsi Sulawesi Tengah yang diduga pekerjaannya bermasalah, mendapat tanggapan dari pejabat pembuat komitmen (PPK) Anzar menjawab deadline-news.com di ruang kerjanya Senin sore (25/9-2017).

Baca juga ini : PT.Tamisya Utama Diduga Tidak Selesaikan Pekerjaan dan Gaji Tukang

Menurut Anzar diatas kertas memang Firhan salah seorang unsur pengurus (Direktur) di PT.Tamisya Utama dan menandatangani kontrak. Tapi sebagai penanggungjawab perusahaan, Ikbal tidak boleh lepas tangan. Karena selama ini, pekerjaan PT.Tamisya Utama dilapangan masih sepenuhnya dikendalikan oleh Ikbal dan Istrinya.

“Ikbal sebagai Dirut tidak boleh lepas tangan atas pekerjaan PT.Tamisya Utama yakni rekonstruksi jalan Ueralulu sepanjang 3 kilometer pada kilometer 194.+000. Karena sepenuhnya perusahaan itu masih dibawah kendali Ikbal dan Istrinya. Bahkan jika ada masalah di lapangan Ikbal masih terlibat. Dan yang kami kenal cuman Ikbal, bukan Firhan,”tandas Anzar.

Kata Anzar, Firhan juga pernah mengaku jika dirinya hanya pelaksana di lapangan, semua urusan perusahaan, termasuk dana perusahaan, masih dibawah kendali Ikbal dan Istrinya.

Terkait persoalan proyek rekonstruksi jalan Ueralulu, sepanjang 3 kilometer dan masih ada tersisa pekerjaan drainasenya, memang pihak PT.Tamisya Utama sudah mengajukan pengukuran tambah kurang atau contract Change Order (CCO).

“Jika hasil pengukuran, ternyata kelebihan volume pekerjaannya, maka pekerjaan drainase yang masih tersisa terpaksa tidak dikerjakan. Tapi jika masih kurang volume pekerjaannya maka pekerjaan drainase yang masih tersisa akan dilanjutkan untuk diselesaikan,”jelas Anzar.

Sebelumnya Direktur Utama PT.Tamisya Utama Ikbal Basir Khan yang dikonfirmasi via pesan singkat menjawab dirinya sudah non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam aktifitas perusahaan sejak 3 tahun lalu. Ia mengaku tidak pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontra. Penon aktifan dirinya diperusahaan dibuat dalam rups dan disahkan di Notaris.

“Sy non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam Aktifitas Perusahaan sejak 3 thun lalu. Sy tdk pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontrak. Non aktif sy di perusahaan dibuat dlm Rusp dan disahkan di Notaris,”ujar Ikbal yang notabene ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu.

Sementara itu Firhan yang merupakan salah satu direktur PT.Tamisya Utama dalam konfirmasinya via whatsapp menuliskan semua volume telah ia kerjakan. Sekarang pihaknya sedang mengajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Dan mengenai tukang tidak dibayar gajinya, Firhan mengaku baru tahu dari informasi deadline-news.com. Ia juga mengaku akan mengkoordinasikannya dulu dengan orangnya di lapangan.

“asllm pak semua volume yang kami tawar setahu kami sdh kami kerjakan. Skrg kami sdg ajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Mengenai tukang tdk di bayar sy tidak tau. Nanti sy tau dari Bapak. Sy koordinasikan dulu dgn orang saya di lapangan.Trimakasih.”tulis Firhan.

PT,Tamisya Utama yang beralamat di jalan Lamotu No.01 ini, dalam struktur kepengurusannya tertulis Direktur Utama Ikbal Basir Khan, Direktur Firhan dan Komisaris Filyzia. ***

 

PT.Tamisya Utama Diduga Tidak Selesaikan Pekerjaan dan Gaji Tukang

 

 

foto bagian dari pembangunan drainase yang tidak dikerjakan. foto bang Doel/deadline-news.com

foto besi plat deker yang disimpan dibawa kolong rumah yang mestinya digunakan untuk pembuatan plat dueker. foto Bang Doel/deadline-news.com

foto saluran air (drainase) yang sisi kanan yang tidak dikerjakan. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com) – Pososulteng- PT.Tamisya Utama yang mengerjakan proyek rekonstruksi jalan Ueralulu sepanjang 3 kilometer pada kilometer 194.+000 Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso provinsi Sulawesi Tengah diduga pekerjaannya bermasalah.

Pasalanya proyek rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase dengan pagu senilai Rp, 7,903,800,000 dan harga penawaran sebesar Rp, 7,844,356,000 sebagaimana dalam kontra, masih ada item pekerjaannya yang belum diselesaikan. Proyek itu melekat di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan jalan nasional wilayah II Provinsi Sulteng.

Adalah proyek yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) tahun 2016 itu, masih menyisahkan beberapa item pekerjaan yang tidak selesai. Adalah Drainase sepanjang 200 meter sisi kanan dari titik nol, tepatnya didepan Polindes Desa Ueralulu, sampai di samping Masjid.

Kemudian dipenurunan sebelah kiri didekat jembatan, saluran airnya sempat digali, tapi tidak dibuatkan drainase. Begitu juga di ujung jalan perbatasan desa Ueralulu dengan Desa Taman Jeka, sisi kiri dan kanannya tidak dibuatkan drainasenya, padahal ada dalam kontrak kerja.

Bukan itu saja, tapi masih ada 2 plat deker yang tidak dikerja. Sehingga besinya sekitar 50 batang ukuran 20 Inc hanya disimpan ditiang penyangga rumah warga bernama Darwis Anto. Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Masyarakat (Kapolmas) Desa Ueralulu Irwan Bone menjawab deadline-news.com yang melakukan investigasi Kamsi (21/9-2017) di Desa Ueralulu itu.

Menurut Kapolmas Desa Ueralulu Iwan Bone selain drainase yang tidak dikerjakan sepanjang 200 meter, gaji tukang juga tidak dibayarkan, sehingga pihaknya menahan mesin molen sebagai jaminan.

“Sebagai jaminan atas perbuatan kontraktor yang tidak membayar gaji tukang, terpaksa kami menahan mesin molennya,”aku Iwan.

Desa Ueralulu terdiri dari 3 dusu yakni dusun 1, 2 dan 3, dan didiami sekitar 200 kepala keluarga (KK) dengan sumber kehidupan pertanian dan perkebunan cokelat. Desa Ueralulu betetangga desa dengan dusun taman jeka desa Masani.

Jalan yang dikerjakan PT.Tamisya Utama itu merupakan jalan lingkar masuk ke Desa Masani, Ueralulu tembus ke Tokorondo. Jalan itu juga merupakan jalur ekonomi yang dapat dilalui warga membawa hasil-hasil pertanian dan perkebunannya dari kantong produski ke pasar.

Proyek rekonstruksi jalan dan pembagunan drainase itu, sepanjang 3 kilometer, mulai dari Polindes Desa Ueralulu sampai di jembatan perbatasan dusun Tamanjeka Desa Masani. Hanya saja drainasenya sepanjang 200 meter tidak dikerjakan, dan dibiarkan begitu saja oleh rekanan berbendera PT.Tamisya Utama.

Kata Iwan proyek itu sempat disubkan ke salah seorang kontraktor bernama Arjun, namun bermasalah dengan warga, sehingga disubkan lagi ke orang lain. Namun bendahara perusahan dan pengawasnya dari PT.Tamisya Utama.

Direktur Utama PT.Tamisya Utama Ikbal Basir Khan yang dikonfirmasi via pesan singkat menjawab dirinya sudah non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam aktifitas perusahaan sejak 3 tahun lalu. Ia mengaku tidak pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontra. Penon aktifan dirinya diperusahaan dibuat dalam rups dan disahkan di Notaris.

“Sy non aktif di perusahaan. Dan tidak terlibat dalam Aktifitas Perusahaan sejak 3 thun lalu. Sy tdk pernah lagi menawar proyek. Menandatangani kontrak. Non aktif sy di perusahaan dibuat dlm Rusp dan disahkan di Notaris,”ujar Ikbal yang notabene ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu.

Sementara itu Firhan yang menjadi kuasa pelaksana Dirut dalam konfirmasinya via whatsapp menuliskan semua volume telah ia kerjakan. Sekarang pihaknya sedang mengajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Dan mengenai tukang tidak dibayar gajinya, Firhan mengaku baru tahu dari informasi deadline-news.com. Ia juga mengaku akan mengkoordinasikannya dulu dengan orangnya di lapangan.

“asllm pak semua volume yang kami tawar setahu kami sdh kami kerjakan. Skrg kami sdg ajukan perhitungan kembali volume tambah kurang. Mengenai tukang tdk di bayar sy tidak tau. Nanti sy tau dari Bapak. Sy koordinasikan dulu dgn orang saya di lapangan.Trimakasih.”tulis Firhan. ***

Polres Poso Lakukan Pengamanan Pawai Peringati Tahun Baru Islam 1439 H

Fururi Lamunsari (deadline-news.com)-Pososulteng-Setiap bulan dalam satu tahun di dalam kalender Islam kita memperingati Tahun Baru Islam yang biasa di katakan Bulan Muharam, di beberapa kota yang ada di Propinsi Sulawesi Tengah terkadang melaksanakan Pawai Dalam Rangka Menyambut 1 Muharam.

Rabu, 20 September 2017, sekira jam 16.00 wita, bertempat di Tribun Lapangan Jalur dua Jalan Pulau Sulawesi Kelurahan Gebangrejo Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso telah di laksanakan pawai dalam rangka menyambut 1 Muharam 1439 Hijriah. Kegiatan tersebut di lepas oleh Ketua MUI Kabupaten Poso Ustad H.Arifin Tuamaka. S.Ag bersama ketua PHBI Kabupaten Poso Marjun Atmajaya S.Sos.

Rute yang di lalui dalam kegiatan itu adalah Star dan finisnya berada di alun-alun jalur dua, Jalan Pulau Sulawesi Kelurahan Gebangrejo Kecamatan Poso Kota kabupaten Poso. Dalam pawai itu juga jalan yang akan di lalui berada di beberapa Kelurahan yang ada di Kabupaten Poso, diantaranya Kelurahan Gebangrejo, Kelurahan Bonesompe, Kelurahan Lawanga Tawongan dan Kelurahan Kayamanya.

Dalam kegiatan tersebut di ikuti oleh Kendaraan Roda empat yang berjumlah sekitar 60 unit dan kendaraan roda dua (sepeda motor) sekitar 200 unit, dengan jumlah peserta sekitar 500 orang. Turut hadir pula anggota polres poso dan polsek poso kota untuk melakukan pengamanan dalam kegiatan itu.

Usai kegiatan tersebut para peserta membubarkan diri dengan aman dan tertib sehingga arus lalu lintas pun lancar. (dikutip di Tribratanews.com).***