Diduga Melanggar Sumpah Jabatan Sebagai Pejabat Publik

Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Muhammad Lahay,SE saat memberikan keterangan pers. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Bupati Tojo Unauana Muhammad Lahay,SE diduga melanggar sumpah jabatan sebagai pejabat publik. Hal ini ditegaskan praktisi hukum Amirullah, SH menjawab wawancara deadline-news.com Senin (21/3-2022) di Palu.

Menurutnya dalam sumpah jabatan pejabat buplik antara lain kepala daerah mengatakan bersumpah menjalankan segala aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Nah Bupati Touna Mat Lahay patut diduga melanggar undang-undang perkawinan, jika benar menikah sirih. Diamana setiap orang, apalagi pejabat publik sekelas Bupati harus mendapatkan izin dari istrinya untuk menikah lagi dan harus tercatat secara negera. Karena istri yang sah itu, harus mendapatkan pengakuan dari negara,”jelas pengacara muda terkenal itu.

Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur terkait pernikahan sah, bukan pernikahan sirih.

“Memang agama Islam membolehkan menikah lebih dari satu, tapi harus se izin istri sah menurut uu No.1 tahun 1974,”jelas Amurullah.

Hal ini berdasarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang berbunyi:

Pasal 4 ayat (1) UU Perkawinan: “Dalam hal suami akan beristri lebih dari seorang, sebagaimana tersebut dalam Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang ini, maka ia wajib mengajukan permohonan ke Pengadilan daerah tempat tinggalnya.“

Pasal 5 UU Perkawinan: (1) Untuk dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) Undang-undang ini harus memenuhi syarat-syarat berikut:

a. adanya persetujuan dari istri/istri-istri;

b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka.

c. adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka.

Pasal 55 Kompilasi Hukum Islam:

(1) Beristri lebih satu orang pada waktu bersamaan, terbatas hanya sampai empat istri.

(2) Syarat utama beristri lebih dari seorang, suami harus mampu berlaku adil terhadap istrI-istri dan anak-anaknya.

(3) Apabila syarat utama yang disebut pada ayat (2) tidak mungkin dipenuhi, suami dilarang beristri dari seorang.

Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam:

(1) Selain syarat utama yang disebut pada pasal 55 ayat (2) maka untuk memperoleh izin pengadilan Agama, harus pula dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan pada pasal 5 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 yaitu :

a. adanya pesetujuan istri; b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka.”

Jika suami melakukan pernikahan tanpa persetujuan istri pertama, maka istri dapat melaporkan tindakan suami ke aparat hukum yang berwenang berdasarkan Pasal 279 KUHP, yang berbunyi:

“(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun:

  1. barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu; 2.barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinan pihak lain menjadi penghalang untuk itu.

(2) Jika yang melakukan perbuatan berdasarkan ayat 1 butir 1 menyembunyikan kepada pihak lain bahwa perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Suatu syarat supaya orang dapat dihhukum menurut pasal ini adalah orang itu harus mengetahui nahwa ia dulu pernah kawin dan perkawinan (nikah) itu masih beum dilepaskan.
Menurut Pasal 199 KUHPerdata, perkawinan dapat lepas jika:

karena mati;

Karena seseorang meninggalkannya selama 10 tahun dan diikuti dengan perkawinan salah seorang itu dengan orang lain;

karena ada vonis perceraian oleh hakim; dan karena terjadi perceraian sebagaimana diatur dalam UU Perkawinan, KUHPerdata, dan KHI. ***

Sementara itu Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Tojo Unauna Mat Lahay menegaskan jangan gunakan prasa kawin sirih, kawin itu harus tercatat oleh negara sebagaimana diatur dalam undang-undang no.1 tahun 1974 tentang perkawinan.

“Carilah bukti surat nikah, mintalah sama perempuan itu bukti surat nikah, karena kita bicara soal hukum positif,”tegas Ishak.

Menurutnya perempuan yang mengaku istrinya Bupati Mat Lahay, secara hukum positif bukanlah istrinya. Karena perkawinan sirih tidak diatur oleh negara.

Bahkan sebelumnya Ishak Adam menyebut diduga ada pemerasan terhadap kliennya yakni Bupati Touna Mat Lahay.

“Dan hal itu akan menjadi perhatian dikemudian hari jika kasus pelaporan Sitti Hajar berlanjut,”ujar pengacara kondang itu.

Kata Ishak Adam sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, kliennya siap menghadapi proses hukum.

Namun demikian pihaknya juga siap berdamai dan minta maaf jika pihak pelapor berkenan dan mencabut laporannya.

“Bukankah agama kita mengajarkan berdamai itu lebih Indah, apalagi jika seseorang sudah menyadari kesalahannya dan dengan ikhlas dan legowo meminta maaf secara tulus. Allah SWT saja maha pemaaf masa kita hambanya tidak mau memberi maaf dan berdamai,”ujar pengacara yang jam terbangnya terbilang luar biasa itu.

Sitti Hajar terduga korban pengancaman pembunuhan yang diduga dilakukan Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay menjawab wawancara khusus deadline-news.com Sabtu (19/3-2022) di Palu mengaku menerima permintaan maafnya Mat Lahay.

Tapi tidak ada kata damai dan proses hukum jalan terus. Karena kasus dugaan pengancaman pembunuhan itu sudah di laporkan ke Polda Sulteng sejak 19 Januari 2020.

“Saya terima maafnya beliau, tapi saya tidak mau berdamai dan proses hukum jalan terus. Pintu hati saya untuk menerima kembali beliau sudah tertutup,”kata wanita kelahiran 1995 itu.

Sitti Hajar mengaku menikah dengan Bupati Mat Lahay 10 Juni 2019 di Tomboro Magetan Jawa Timur.

“Walau menikah secara agama Islam, tapi sah secara agama Islam, sehingga wajib mendapatkan nafkah. Namun hanya beberapa kali diberikan nafkah dan setelahnya sudah tidak pernah lagi,”ucapnya. ***

Bukan Hanya Pengancaman, Tapi Juga Penghinaan Diduga Dilakukan Mat Lahay

 

Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Muhammad Lahay,SE saat memberikan keterangan pers. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Bukan hanya pengancaman, tapi juga penghinaan diduga dilakukan Bupati Tojo Unauna Muhammad (Mat) Lahay,SE terhadap Sitti Hajar (25).

Pengancaman dan penghinaan itu diduga dilakukan Mat Lahay 16 Oktober 2020 melalui pesan (chat) di whatsappnya ke whatsapp Sitti Hajar.

Sehingga patut diduga melanggar undang-undang ITE pasal 45B UU ITE
“Setiap Orang yang dengan dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumentasi yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang sengaja dibuat secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Berikut ini diduga pengancaman pembunuhan dan penghinaan isi chat May Lahay ke Sitti Hajar:

“Sangat memalukan se orang bercadar ternyata mata duitan, bikin saja apa yang anda ingin lakukan tpi sy bersumpa demi Allah krn ini harga diri sy anda akan lolos dan sy akan habisi..ingat itu setan bercadar. Kau tau sy mantan teroris yang pernah di penjara selama 2 tahun dn ingat sy punya jaringan tdk sedikit. Buktikan saja pernyataanmu itu setan yg bercadar dan demi Allah dan Rasulx sy juga akan buktikan pernyataan sy ini, sy tdk dapat kau ada anak2mu tdk dpt anakmu masih orang tua mu dan sudara2mu… ingat itu.
Nnti kau liat tdk habis 1 milyar uang tuk menghabisi kau.. ingat itu ingat itu.”

Dan ini jawab Sitti Hajar “Hei smua orng itu menikah punya impian & harapan.. dan semua impian dan harapanku sdh kau hancurkan. Sy ini hanya meminta haq ku. Kau pikir sya takut dengan ancamanmu?
Dasar rakus akan kekuasaan, tega mau membunuh hanya untuk dapat kekuasaan. Nti kita liat saya yang menang atau kau yang menang. Atau kita sama2 hancur, tunggu saja kedatangku ke Ampana.”

Kasus pengancaman pembunuhan dan penghinaan yang diduga dilakukan Mat Lahay terhadap Sitti Hajar telah ditangani Polda Sulteng.

Terkait laporan Sitti Hajar itu Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto melalui kompol Sugeng membenarkannya.

“Benar Polda Sulteng pernah menerima Ditreskrimsus Polda Sulteng. laporan pengaduan sdri. Siti Hajar sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng.

Menurut Sugeng adapun perkembangannya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sugeng menambahkan suda ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE.

Kata Sugeng terkait kasus chat bernada ancaman pembunuhan terhadap Sitti Hajar yang diduga dilakukan Bupati Touna Mat Lahay itu, minggu depan rencananya penyidik lakukan gelar perkara.

Menanggapi pelaporan itu, Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Mat Lahay siap menghadapi proses hukum itu.

“Sebagai warga negara yang baik klien kami siap menghadapi proses hukum, termasuk memenuhi panggilan penyidik Polda Sulteng,”kata pengacara kondang itu.

Namun demikian pihaknya juga siap berdamai dan minta maaf jika pihak pelapor berkenan dan mencabut laporannya.

“Bukankah agama kita mengajarkan berdamai itu lebih Indah, apalagi jika seseorang sudah menyadari kesalahannya dan dengan ikhlas dan legowo meminta maaf secara tulus. Allah SWT saja maha pemaaf masa kita hambanya tidak mau memberi maaf dan berdamai,”ujar pengacara yang jam terbangnya terbilang luar biasa itu.

Menurut Ishak Adam terkait dugaan pengancaman yang dituduhkan ke kliennya melalui chat, perlu dilihat dari media aslinya asal chat itu yakni dari hondpone asal chat itu.

Karena bisa saja orang lain yang melakukannya. Tapi kita serahkan ke pihak penyidik kepolisian saja soal itu.

“Dan patut diduga ada pemerasan terhadap klien kami. Dan hal ini akan menjadi perhatian dikemudian hari jika proses hukum ini berlanjut,”tegas mantan ketua KPU Touna dua periode itu.

Disinggung soal apakah Sitti Hajar itu adalah istri Mat Lahay? Jawab Ishak Adam, itu bukan istri Bupati Mat Lahay jika dilihat dari undang-undang positif (uu perkawinan).

“Istri sah itu berdasarkan agama masing-masing dan tercatat sesuai hukum positif,”jelas Ishak.

Namun Ishak tidak menapik kalau Sitti Hajar berteman baik dengan Bupati Mat Lahay.

“Olehnya Bupati Mat Lahay yang saya kenal humanis ini, mau berdamai dengan pelapor,”tutur Ishak Adam. ***

Sitti Hajar : Dimaafkan Tapi Proses Hukum Jalan Terus

 

Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Muhammad Lahay,SE saat memberikan keterangan pers. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Sitti Hajar korban pengancaman pembunuhan yang diduga dilakukan Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay menjawab wawancara khusus deadline-news.com Sabtu (19/3-2022) di Palu mengaku menerima permintaan maafnya Mat Lahay.

Tapi tidak ada kata damai dan proses hukum jalan terus. Karena kasus dugaan pengancaman pembunuhan itu sudah di laporkan ke Polda Sulteng sejak 19 Januari 2020.

“Saya terima maafnya beliau, tapi saya tidak mau berdamai dan proses hukum jalan terus. Pintu hati saya untuk menerima kembali beliau sudah tertutup,”kata wanita kelahiran 1995 itu.

Menurut wanita beranak dua ini, sudah terlanjur kecewa dan sakit hati atas pengancaman pembunuhan yang dialaminya walau lewat chat di whatsappnya pada 16 Oktober 2020 silam oleh Mat Lahay yang notabene suaminya.

Sitti Hajar mengaku menikah dengan Bupati May Lahay 10 Juni 2019 di Tomboro Magetan Jawa Timur.

“Walau menikah secara agama Islam, tapi sah secara agama Islam, sehingga wajib mendapatkan nafkah. Namun hanya beberapa kali diberikan nafkah dan setelahnya sudah tidak pernah lagi,”ucapnya.

Disinggung soal pengakuan May Lahay dalam percakapan telepone dengan dirinya yang menyebutnya Ummi Istriku, kata Sitti Hajar kalau Istri itu dinafkahi.

Sebelumnya Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Mat Lahay siap menghadapi proses hukum itu.

“Sebagai warga negara yang baik klien kami siap menghadapi proses hukum, termasuk memenuhi panggilan penyidik Polda Sulteng,”kata pengacara kondang itu.

Namun demikian pihaknya juga siap berdamai dan minta maaf jika pihak pelapor berkenan dan mencabut laporannya.

“Bukankah agama kita mengajarkan berdamai itu lebih Indah, apalagi jika seseorang sudah menyadari kesalahannya dan dengan ikhlas dan legowo meminta maaf secara tulus. Allah SWT saja maha pemaaf masa kita hambanya tidak mau memberi maaf dan berdamai,”ujar pengacara yang jam terbangnya terbilang hebat itu. ***

Penjara 4 Tahun atau Denda Rp,750 Juta Sesuai UU ITE Kasus Pengancaman

 

Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Muhammad Lahay,SE saat memberikan keterangan pers. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Pengancaman pembunuhan yang diduga dilakukan Bupati Tojo Unauna Muhammad Lahay,SE terhadap Sitti Hajar dapat dihukum pidana penjara 4 tahun atau denda Rp,750 juta bila terbukti.

Hal itu diatur dalam Pasal 45B UU ITE
“Setiap Orang yang dengan dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumentasi yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang sengaja dibuat secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Atas dugaan pengancaman itu Sitti Hajar telah melaporkannya ke Polda Sulteng pada tanggal 19 Januari 2022.

Terkait laporan Sitti Hajar itu Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto melalui kompol Sugeng membenarkannya.

“Benar Polda Sulteng pernah menerima Ditreskrimsus Polda Sulteng. laporan pengaduan sdri. Siti Hajar sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng.

Menurut Sugeng adapun perkembangannya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sugeng menambahkan suda ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE.

Kata Sugeng terkait kasus chat bernada ancaman pembunuhan terhadap Sitti Hajar yang diduga dilakukan Bupati Touna Mat Lahay itu, minggu depan rencananya penyidik lakukan gelar perkara.

Menanggapi pelaporan itu, Ishak Adam,SH,MH kuasa hukum Bupati Touna Mat Lahay siap menghadapi proses hukum itu.

“Sebagai warga negara yang baik klien kami siap menghadapi proses hukum, termasuk memenuhi panggilan penyidik Polda Sulteng,”kata pengacara kondang itu.

Namun demikian pihaknya juga siap berdamai dan minta maaf jika pihak pelapor berkenan dan mencabut laporannya.

“Bukankah agama kita mengajarkan berdamai itu lebih Indah, apalagi jika seseorang sudah menyadari kesalahannya dan dengan ikhlas dan legowo meminta maaf secara tulus. Allah SWT saja maha pemaaf masa kita hambanya tidak mau memberi maaf dan berdamai,”ujar pengacara yang jam terbangnya terbilang hebat itu. ***

Ishak Adam : Klien Kami Siap Hadapi Proses Hukum

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Ishak Adam,SM,MH Kuasa Hukum Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay,SE menjawab konfirmasi deadline-news.com Jum’at siang (18/3-2022) di Kantornya menegaskan kliennya siap menghadapi proses hukum.

“Demi kepentingan klien kami Bupati Touna Mohammad Lahay, kami siap menghadapi proses hukum terkait laporan Ibu Sitti Hajar di Polda Sulteng,”tegas pengacara kondang itu.

Namun demikian kata Mantan ketua KPU Touna dua periode itu kliennya juga siap berdamai dan meminta maaf kepada Sitti Hajar dan keluarganya.

“Bukankah agama kita mengajarkan berdamai itu lebih Indah, apalagi jika seseorang sudah menyadari kesalahannya dan dengan ikhlas dan legowo meminta maaf secara tulus. Allah SWT saja maha pemaaf masa kita hambanya tidak mau memberi maaf dan berdamai,”ujar pengacara yang jam terbangnya terbilang hebat itu.

Menurutnya sebagai warga negara yang baik kliennya akan memenuhi panggilan penyidik Polda Sulteng jika dibutuh.

Sebelumnya telah diberitakan, setelah dilapor ke Polda Sulteng oleh Sitti Hajar atas dugaan pengancaman pembunuhan lewat chat di whatsappnya, Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay,SE alias Mat Lahay minta maaf.

Mat Lahay bukan hanya minta maaf, tapi juga mengaku menyadari kesalahannya yang sangat arogan itu.

“Saya juga sadari ternyata saya sangat arogan, olehnya saya minta maaf Ummi,”ujar Mat Lahay dengan nada membujuk.

Mendengar pernyataan Mat Lahay itu, Sitti Hajar mengaku memaafkan, tapi masih sakit hati dan belum dapat melupakan perbuatan Mat Lahay.

“Iya saya maafkan bapak, tapi saya belum bisa melupakan,”kata Sitti Hajar dengan nada sedih seperti menangis.

Hal ini terungkap dalam rekaman telepone dengan durasi 10.25 detik saat Mat Lahay dan Sitti Hajar berbicara lewat telepon yang diperoleh deadline-news.com dalam investigasi di beberapa tempat Kamis siang hingga malam (17/3-2021).

Sitti Hajar diduga istri ke 4 Bupati Mat Lahay, yang menikah secara sirih, namun pada 16 Oktober 2020 Mat Lahay tega mengancam Sitti Hajar via chat di whatsappnya dan akan menghabisinya.

Dalam rekaman obrolan pertelepon itu, Bupati Mat Lahay mengaku sangat emosional, apalagi menghadapi Pilkada Touna ketika itu.

Sehingga banyak beban yang mengganjal dan emosional ditimpahkan ke Sitti Hajar. Olehnya May Lahay dengan nada bicara yang lebut membujuk sambil memanggil Ummiku sayang ke Sitti Hajar dan mengajaknya ketemuan.

“Istriku kapan bisa kita ketemu, jangan lama-lama ya, nanti hari Kamis saya ke Palu. Saya mau minta maaf ke Mama dan keluarga,”aku Mat Lahay dalam rekaman telepone itu.

Lalu Mat Lahay mempertegas lagi boleh toh saya telepon Ummi kapan-kapan saja. Kemudian Sitti Hajar menjawab nanti di WA saja.

Dalam rekaman itu Mat Lahay mengaku sudah dipanggil Penyidik Polda untuk melakukan klarifikasi. Dan Mat Lahay mengaku disarankan pihak penyidik Polda untuk meminta maaf ke Sitti Hajar.

“Pihak Polda juga menyarankan ketemu Ummi dan minta maaf, sehingga tidak usah lagi dilanjutkan persoalan di Polda. Dan pihak penyidik Polda mengaku tidak mencampuri karena urusan keluarga,”kata Mat Lahay dalam rekaman itu.

Kemudian Sitti Hajar menimpali Mat Lahay, kenapa bapak baru minta maaf dan menyadari kesalahannnya setelah di lapor di Polda.

Dengan terbata-bata, Mat Lahay menjawab lagi, tidak sejak awal sudah mau minta maaf dan menyadari bahwa dirinya sangat arogan, hanya saja baru mendapatkan nomor handpone Sitti Hajar dari seorang Kiai yang menikahkannya beberapa tahun lalu.

“Sejak awal mau menghubungi tapi baru dapat nomor dari pak Kiai,”aku Mat Lahay lagi.

Lagi-lagi Sitti Hajar menimpalinya, kenapa tidak dari dulu minta sama pak Kiai nomor saya pak, kalau memang ada niat minta maaf?

Jurus bujuk rayupun terlontar dari mulut sang Bupati Mat Lahay. Bahkan menjanjikan ke Sitti Hajar untuk rujuk kembali dan membangun biduk rumah tangga kembali setelah retak kurang lebih 2 tahun yang ditandai dengan chat bernada ancaman pembunuhan.

Mat Lahay via chatnya ke whatsapp Sitti Hajar mengaku mantan teroris dan banyak jaringan.

“Kau tau saya mantan teroris yang dipenjara 2 tahun. Dan ingat saya punya jaringan tidak sedikit,”tulisnya di chat yang diduga nomor whatsapp milik Bupati Mat Lahay yang berisi ancaman akan menghabisi Sitti Hajar dan keluarganya.

Terkait kasus chat bernada ancaman pembunuhan terhadap Sitti Hajar yang diduga dilakukan Bupati Touna Mat Lahay itu, minggu depan rencananya penyidik lakukan gelar perkara.

“Direncanakan minggu depan penyidik akan melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,”tulis Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto melalui Kompol Sugeng menjawab konfirmasi deadline-news.com Kamis pagi (17/3-2022) via chat di whatsappnya.

Sugeng membenarkan adanya laporan Sitti Hajar tetkait pengancaman pembunuhan melaliu ITE.

“Benar Polda Sulteng pernah menerima Ditreskrimsus Polda Sulteng. laporan pengaduan sdri. Siti Hajar sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng.

Menurut Sugeng adapun perkembangannya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sugeng menambahkan suda ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE.

Terlapor yakni Mohammad Lahay diperiksa sejak bulan Februari 2022.

“Sejak Februari 2022 terlapor diambil keterangannya,”ujar Sugeng.

Sementara itu Bupati Touna Muhammad Lahay yang dikonfirmasi berkali-kali Rabu hingga Kamis pagi (16-17/3-2022), di dua nomor whatsappnya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi. ***

Setelah Dilapor di Polda, Bupati Mat Lahay Minta Maaf ke Sitti Hajar

 

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Setelah dilapor ke Polda Sulteng oleh Sitti Hajar atas dugaan pengancaman pembunuhan lewat chat di whatsappnya, Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay,SE alias Mat Lahay minta maaf.

Mat Lahay bukan hanya minta maaf, tapi juga mengaku menyadari kesalahannya dan sangat arogan.

“Saya juga sadari ternyata saya sangat arogan, olehnya saya minta maaf Ummi,”ujar Mat Lahay dengan nada membujuk.

Mendengar pernyataan Mat Lahay itu, Sitti Hajar mengaku memaafkan, tapi masih sakit hati dan belum dapat melupakan perbuatan Mat Lahay.

“Iya saya maafkan bapak, tapi saya belum bisa melupakan,”kata Sitti Hajar dengan nada sedih seperti menangis.

Hal ini terungkap dalam rekaman telepone dengan durasi 10.25 detik saat Mat Lahay dan Sitti Hajar berbicara lewat telepon yang diperoleh deadline-news.com dalam investigasi di beberapa tempat Kamis siang hingga malam (17/3-2021).

Sitti Hajar diduga istri ke 4 Bupati Mat Lahay, yang menikah secara sirih, namun pada 16 Oktober 2020 Mat Lahay tega mengancam Sitti Hajar via chat di whatsappnya dan akan menghabisinya.

Dalam rekaman obrolan pertelepon itu, Bupati Mat Lahay mengaku sangat emosional, apalagi menghadapi Pilkada Touna ketika itu.

Sehingga banyak beban yang mengganjal dan emosional ditimpahkan ke Sitti Hajar. Olehnya May Lahay dengan nada bicara yang lebut membujuk sambil memanggil Ummiku sayang ke Sitti Hajar dan mengajaknya ketemuan.

“Istriku kapan bisa kita ketemu, jangan lama-lama ya, nanti hari Kamis saya ke Palu. Saya mau minta maaf ke Mama dan keluarga,”aku Mat Lahay dalam rekaman telepone itu.

Lalu Mat Lahay mempertegas lagi boleh toh saya telepon Ummi kapan-kapan saja. Kemudian Sitti Hajar menjawab nanti di WA saja.

Dalam rekaman itu Mat Lahay mengaku sudah dipanggil Penyidik Polda untuk melakukan klarifikasi. Dan Mat Lahay mengaku disarankan pihak penyidik Polda untuk meminta maaf ke Sitti Hajar.

“Pihak Polda juga menyarankan ketemu Ummi dan minta maaf, sehingga tidak usah lagi dilanjutkan persoalan di Polda. Dan pihak penyidik Polda mengaku tidak mencampuri karena urusan keluarga,”kata Mat Lahay dalam rekaman itu.

Kemudian Sitti Hajar menimpali Mat Lahay, kenapa bapak baru minta maaf dan menyadari kesalahannnya setelah di lapor di Polda.

Dengan terbata-bata, Mat Lahay menjawab lagi, tidak sejak awal sudah mau minta maaf dan menyadari bahwa dirinya sangat arogan, hanya saja baru mendapatkan nomor handpone Sitti Hajar dari seorang Kiai yang menikahkannya beberapa tahun lalu.

“Sejak awal mau menghubungi tapi baru dapat nomor dari pak Kiai,”aku Mat Lahay lagi.

Lagi-lagi Sitti Hajar menimpalinya, kenapa tidak dari dulu minta sama pak Kiai nomor saya pak, kalau memang ada niat minta maaf?

Jurus bujuk rayupun terlontar dari mulut sang Bupati Mat Lahay. Bahkan menjanjikan ke Sitti Hajar untuk rujuk kembali dan membangun biduk rumah tangga kembali setelah retak kurang lebih 2 tahun yang ditandai dengan chat bernada ancaman pembunuhan.

Mat Lahay via chatnya ke whatsapp Sitti Hajar mengaku mantan teroris dan banyak jaringan.

“Kau tau saya mantan teroris yang dipenjara 2 tahun. Dan ingat saya punya jaringan tidak sedikit,”tulisnya di chat yang diduga nomor whatsapp milik Bupati Mat Lahay yang berisi ancaman akan menghabisi Sitti Hajar dan keluarganya.

Terkait kasus chat bernada ancaman pembunuhan terhadap Sitti Hajar yang diduga dilakukan Bupati Touna Mat Lahay itu, minggu depan rencananya penyidik lakukan gelar perkara.

“Direncanakan minggu depan penyidik akan melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,”tulis Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto melalui Kompol Sugeng menjawab konfirmasi deadline-news.com Kamis pagi (17/3-2022) via chat di whatsappnya.

Sugeng membenarkan adanya laporan Sitti Hajar tetkait pengancaman pembunuhan melaliu ITE.

“Benar Polda Sulteng pernah menerima Ditreskrimsus Polda Sulteng. laporan pengaduan sdri. Siti Hajar sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng.

Menurit Sugeng adapun perkembangannya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sugeng menambahkan suda ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE.

Terlapor yakni Mohammad Lahay diperiksa sejak bulan Februari 2022.

“Sejak Februari 2022 terlapor diambil keterangannya,”ujar Sugeng.

Sementara itu Bupati Touna Muhammad Lahay yang dikonfirmasi berkali-kali Rabu hingga Kamis pagi (16-17/3-2022), di dua nomor whatsappnya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi. ***

Dugaan Pengancaman Pembunuhan, Bupati Mat Lahay Bersama 5 Orang Lainnya Sudah Diperiksa

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto melalui kompol Sugeng menjawab deadline-news.com Kamis (17/3-2022), via chat di whatsappnya mengatakan terlapor Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay (Mat Lahay) sudah diperiksa bersama 5 orang lainnya.

“Sudah ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE,”jelas Sugeng.

Menurutnya minggu Depan Gelar Perkara Dugaan Pengancaman Pembunuhan Oleh Bupati Mat Lahay melalui ITE.

Kata Sugeng terlapor yakni Mohammad Lahay diperiksa sejak bulan Februari 2022.

“Sejak Februari 2022 terlapor diambil keterangannya,”ujar Sugeng.

Sugeng menegaskan minggu depan rencana penyidik lakukan gelar perkara terkait dugaan pengancaman pembunuhan Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay terhadap Sitti Hajar.

“Direncanakan minggu depan penyidik akan melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,”tulis Sugeng.

Sugeng menambahkan adapun perkembangan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sementara itu Bupati Touna Muhammad Lahay yang dikonfirmasi berkali-kali Rabu hingga Kamis pagi (16-17/3-2022), di dua nomor whatsappnya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi.

Siti Hajar sebagai korban pengancaman oleh Bupati Mat Lahay melapor ke Polda Sulteng sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng. ***

Minggu Depan Gelar Perkara Dugaan Pengancaman Pembunuhan Oleh Bupati Mat Lahay

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Minggu depan rencana penyidik lakukan gelar perkara terkait dugaan pengancaman pembunuhan Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay terhadap Sitti Hajar.

“Direncanakan minggu depan penyidik akan melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,”tulis Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto melalui Kompol Sugeng menjawab konfirmasi deadline-news.com Kamis pagi (17/3-2022) via chat di whatsappnya.

Sugeng membenarkan adanya laporan Sitti Hajar tetkait pengancaman pembunuhan melaliu ITE.

“Benar Polda Sulteng pernah menerima laporan pengaduan sdri. Siti Hajar sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/I/2022/SPKT/Polda Sulteng tanggal 19 Januari 2022 dengan terlapor sdr. Mohammad Lahay dalam perkara pengancaman melalui ITE,”jelas Sugeng.

Menurut Sugeng adapun perkembangannya kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Sugeng menambahkan suda ada sebanyak 6 orang sudah diambil keterangannya termasuk terlapor dan ahli ITE.

Terlapor yakni Mohammad Lahay diperiksa sejak bulan Februari 2022.

“Sejak Februari 2022 terlapor diambil keterangannya,”ujar Sugeng.

Sementara itu Bupati Touna Muhammad Lahay yang dikonfirmasi berkali-kali Rabu hingga Kamis pagi (16-17/3-2022), di dua nomor whatsappnya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi. ***

Diduga Mengancam Membunuh, Bupati Touna Mat Lahay Dipolisikan

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Diduga mengancam membunuh seorang Ibu bernama Sitti Hajar, Bupati Tojo Unauna Mohammad Lahay,SE dipolisikan.

Bupati yang akrab disapa Mat Lahay itu dilaporkan ke Polda Sulteng dengan bukti surat penerimaan laporan No.STTLP/17/I/2022/SPKT pada tanggal 19 Januri 2022. Demikian sumber yang dihimpun deadline-news.com di Mapolda Sulteng Rabu (16/3-2022).

Menurut sumber itu, materi laporan itu dugaan pengancaman pembunuhan melalui ITE pada 16 Oktober 2020 via chat di whatsapp Bupati Mat Lahay kepada Sitti Hajar di whatsapp Sitti Hajar.

Mat Lahay via chatnya ke whatsapp Sitti Hajar mengaku mantan teroris dan banyak jaringan.

“Kau tau saya mantan teroris yang dipenjara 2 tahun. Dan ingat saya punya jaringan tidak sedikit,”tulis di chat yang diduga nomor whatsapp milik Bupati Mat Lahay yang berisi ancaman akan menghabisi Sitti Hajar dan keluarganya.

Bupati Touna Mohammad Lahay yang dikonfirmasi via chat di whatsappnya sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi.

Padahal chat konfirmasi ke whatsappnya sudah dibaca yang ditandai dengan contrengan dua warna biru.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto melalui Kompol Sugeng yang dikonfirmasi via chat di whatsappnya mengaku masih melakukannkros cek.

“Saya cek dulu pak,”tulis kompol Sugeng.

Kemudian ditanya lagi kedua kalinya, jawab kompol Sugen belum mendapat balasan dari yang menangani kasus itu.

“Blm ada balasan 😇😇,”tulis Kompol Sugeng lagi.

Konfirmasi ke tiga kalinya lagi-lagi jawabannya belum mendapat konfirmasi dari penyidik.

“Sabar pak, WA yg saya kirim blm dibalas. mendapat konfirmasi dari pihak penyidik,”tulis Kompol Sugeng menjawab konfirmasi deadline-news.com Kamis pagi (17/3-2022). ***

Polemik PPP Terus Bergulir, Fadel Lasawedi Gelar Konferensi Pers

 

Boni Lahay Cukup Besar Perannya Di Muscab”

Syamsul Bahri M. Kasim (deadline-news.com) Tounasulteng – Polemik pasca musyawarah cabang yang terjadi ditubuh partai berlambangkan ka’ba itu belum berakhir.

Sebab tudingan-tudingan pasca muscab masih terus bergulir, yang akhirnya tudingan itu membuat sejumlah pengurus dan kader dibuat gerah.

Agar hal ini tetang benderang, tak menjadikan spekulasi-spekulasi politik dari pihak-pihak manapun khususnya pihak yang saat ini mencoba merebut Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ungkap Fadel Lasawedi saat melakukan jumpa pers dikediaman salah satu pengurus dijalan lestari kelurahan uentanaga bawah kecamatan ratolindo kabupaten tojo una-una belum lama ini.

Pada jumpa pers itu, Fadel Lasawedi mengklarifika kalimat yang diplesetkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Tengah Fairus Maskati.

“Bahwa pelaksanaan muscab itu, jika tak didanai Boni Lahay kemungkinan pelaksanakan dilaksanakan diwarkop saja tak dilaksanakan di hotel,”ujarnya.

Ia mengakui bahwa tudingan itu benar, namun kata dia tiga hari sebelum muscab digelar, Boni Lahay mengutus Fahmi untuk menemuinya dikediamannya.

Kedatangan Fahmi dikediamannya itu tak lain adalah menyerahkan bantuan anggaran sekedarnya dari Boni untuk meringankan beban kepada kawan-kawan PPP pada muscab itu.

Namun kata dia, bantuan itu tak mesti dijadikan polemik, sebab menurutnya Boni Lahai membantu PPP atas dasar saling kenal bahkan masih berkeluarga. Apa salahnya jika seorang Boni selaku anggota DPRD Partai NasDem itu membantu.

Bahkan diakuinya keterlibatan Boni Lahay pada muscab PPP cukup besar perannya, sebab kegiatan itu menggunakan dua hotel.

Wallahualam bisawab dirinya tak mengetahui entah apa maksudnya yang jelas kata dia Boni Lahay berperan dan itu diucapkannya terima kasih.

Akibat polemik itu, ia menegaskan apakah ia dan kawan-kawannya masih tetap berada dibawa pendera PPP atau tidak, kita menunggu keadilan dari DPP, jika tak ada ia akan hengkang dari Partai bendera Ka’bah itu. ***