Pekerjaan Proyek Sedimen di Sungai Paneki Belum Rampung 100 %

0

 

Nelwan (deadline-news.com)-Sigisulteng-Proyek perbaikan sungai dan pengendalian sedimen kontrasi sungai Paneki yang digarap oleh PT. Karya Pembangunan Rizki di yang berakhir 28 F erbuari 2022 lalu, ternyata belum rampung 100% (persen).

Pada Maret ini pekerjaan PT. Karya Pembangunan Rizki (KPR), itu belum juga rampung 100% (persen). Padahal mestinya batas waktu dalam pengaarapan proyek pengendalian sedimen control (chaneel work) normalisasi sungai Paneki itu finishing pada 28 ferbuari 2022 lalu.

Pantauan deadline-news.com Rabu (23/3-2022) hinga saat ini proses pemasangan dinding talud (espos) dibeberapa titik bagian sungai, utamanya di sisi kiri kanan jembatan desa Kabobona/Dolo memang sudah hampir rampung, akan tetapi masih dilakukan pengecoran pada bagian dinding (chaneel work) sedimen.

Sementara dibagian yang lain, juga untuk keseluruhan pembuatan dinding (espos) talud itu, bobotnya juga belum mencapai 100% (persen).

Proyek itu dikerjakan PT. Karya Pembangnan Rizki KPR dimulai sejak tahun 2020 – 2022 dari kementirian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran dari JICA, sebagaimana yang tertuang dalam rencana anggaran perbelanjaan (RAP) senilai Rp, 49, 943, 876, 000.

Meski oleh pihak leading sektor Balai wilaya Sungai sulawesi III Palu proyek pengedalian sedimen dan normalisasi sungai Paneki itu dilakukan 3 kali adendum yakni 11 Mei 2021, dan di tahun yang sama pula rentang waktu pekerjaan di perpanjang hingga 28 Ferbuari 2022 tahun ini.

Dalam relis ulang masa 3 kali adendum, maka sistem perpanjangan rentang waktu masa kontrak untuk proyek yang digarap PT. KPR tersebut, oleh kementrian PUPR mempodomasi kebijakan anggaran melaui JACA dan Loan No 1P – 580 senilai Rp, 53, 838, 253, 000.

No. Kontrak ke lll 11 Mei 2021/ nilai kontrak Rp, 53, 838, 253 000, 00, No Kontrak Adendum V NK0201 / PPK – SPP ll – PJSA.ST – BWSS13 / 14 Tanggal Kontrak Adendum V 27 Desember 2021.

Proyek berskala multy years yang bersumber dari JICA dan Loan, merupakan hiba dari negara Jepang, yang tendernya dimenangkan olrh PT. Karya Pembangunan Rizki (KPR).

Pekerjaan royek pengendalian sedimen (chaneel work) noemalisasi sungai Paneki tersebut agak sedikit mengalami ketertinggalan watu yang telah di tetukan yang seharusnya selesai Ferbuari bulan lalu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: