Dugaan Siswa Fiktif di Kabupaten Banggai, Ini Tanggapan Ketua DPRD Sulteng

foto Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sulteng Hj.Nilam Sari Lawira bersama H.Arus Abdul Karim. foto Matre/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Menanggapi pertanyaan teman-teman jurnalis, terkait dugaan temuan siswa fiktif di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Yang disinyalir terjadi karena dua motif:

Pertama, menghindari kebijakan merger sekolah yang muridnya tidak lebih dari 60 siswa.

Kedua, dugaan manipulasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sebagai pimpinan DPRD Sulteng, saya turut menyayangkan kondisi ini jika memang benar demikian. Tentu, ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan kita,”demikian ditegaskan Ketua DPRD Sulteng Hj. Nilam Sari Lawira menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di Palu Selasa (26/11-2019).

Ia mengatakan, sebagai Ketua DPRD Sulteng yang memiliki fungsi anggaran dan pengawasan akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pertama, kasus ini akan segera kita diskusikan pada level pimpinan dewan. Apakah memungkinkan kita mendorong hearing para pihak lewat Komisi IV.

  2. Saya mengusulkan pada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah untuk membentuk tim pencari fakta pada seluruh sekolah menengah atas di Sulteng. Bekerjasama dengan DPRD dan aparat penegak hukum. Bisa jadi kasus Bangkep ini berpotensi juga terjadi di tempat lain.

  3. Saya sebagai pimpinan DPRD meminta agar ide penggabungan sekolah ditinjau kembali dari segi aspek jarak dan geografis.

“Maka dari itu, perlu ada data yang akurat mengenai keadaan sekolah dan siswa yang eksisting. Jangan sampai merger atau penggabungan sekolah justru menyulitkan anak-anak kita di lapangan,”jelas politisi NasDem itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: