Proyek Rehabilitasi Air Baku Pasigala “Tersendat”

0

 

 

Nelwan (deadline-news.com)-SigiSulteng- Proyek rehabilitasi sistem transmisi air baku pasigala yang di kelolah PT. Adhi Karya tersendat, karena tuai protes dari warga RT. 13 dusun 4 desa Bora/Sigi.

Dikarenakan jalur perlintasan pipa (ghip) transmisi air baku Pasigala itu, melintasi akses jalaur jalan di bantaran tanggul irigasi gumbasa, dimana luasnya hanya 5,5 meter.

Dan sebagianya lagi melewati area lahan pertanian dan pekarangan pemukiman warga desa setempat.

Pekerjaan proyek PT. Adhi Karya ini kontrasi works for Pasigala water transmision system rehabilitation (packarge 2) atau rehabilitasi sistem transmisi air baku pasigala, dimana saat ini masih tersendat alias terlambat penyelesaiannya.

Proyek itu, didanai oleh hutang negara melalui pinjaman dana LOAN dari Asian Develoment Bank (ADB) senilai Rp. 300. 702. 020. 000.

Titik kelolah perusahaan tersebut, dalam item sesi pembuatan abutment bakal landasan penopang ghip (pipa) yang akan melintasi sepanjan – + 1500 meter di wilayah dusun 4 desa Bora.

Olehnya proyek itu mengalami keterlambatan, akibatnya tuai protes dari warga masyarakat desa setempat.

Proyek yang dikerjakan PT. Adhi Karya itu, melekat di Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyar (PUPR) Direktorat Jendral Sumber Daya Air SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) lll Palu.

Dengan nomor kontrak HK 0201 / ATAB – PJPA – BWS13 / 427 Tanggal 25 Oktober 2021

Kemudian perusahaan PT. Adhi Karya yang beralamt di Jl. Pasar Minggu km 18 Jakarta Selatan itu, ihwal teken kontrak kerja perusahaan itu ditanggal 25 Oktober sampai 31 Maret 2023 hingga dalam renteng waktu masa 522 hari kalender.

Pantauan deadline-news.com group detaknews.id Jumat (10/6-2022), sepanjang tanggul irigasi kurang lebih 1500 meter itu, disitu terletak titik jalur perlintasan pipa ghip transmisi air baku Pasigala yang lagi digarap PT. Adhi Karya.

Dan disitu pula jalur akses laluntas yang setiap saat digunakan warga berlalu lalang. Selain itu juga terdapat area pertanian warga masyarakat desa setempat.

Yusman ketua RT. 13 dusun 4 Bora yang konfirmasi detak deadline-news.com group detaknews.id Jumat (10/6-2022) menuturkan, prihal adanya protes dari warga desa setempat, dikarenakan pihak perusahaan pengololah proyek itu disinyalir melanggar mufakat bersama antar kedua pihak.

Menurut Yusman, sejak awal sosialisasi pihak PT. Adhi Karya dan pihak warga masyarakat desa Bora khusunya di susun 4 RT. 13, telah menjalin kesepakatan bersama di dua pihak.

Sehingga dalam agenda pertemuan sosialisasi kala itu, pihak PT. Adhi Karya sendiri telah megiyakan atas usulan warga desa itu.

Sehubungan dengan usulan warrga desa tersebut, olehnya pihak persahaan intens atas kesepakatan itu, “mana kala di item pekerjaan instalasi pemasangan instalasi ghip mestinya dilakuakan dibawa tanah.
Dan bukan dibentang diatas tanah,” itulah petikan bunyi mufakat itu.

Karena melanggar kesepakatan, makanya saat proyek itu mulai pergerakan di item penggalian dibibir jalan lintas tanggul irigasi, dirinya mewakili warga masyarakat di tempat itu, menyetop sejenak pekerjaan proyek itu.

“Ketika melintas dititik jalur perlintasa ini ghip, dimana panjang titik jalurnya – + 1500 meter, “terangnya.

Namun fakta rill dilapangan pihak pengelolah proyek, melanggar kesepakatan yang telah dispakati dengan warga desa setempat.

Yang membuat warga protes ke pihak pengololah proyek itu, dikarenakan mayoritas lahan pertanian mereka tersebut, berada di dititik jalur pelintasan proyek yang kerjakan PT. Adhi Karya itu.

“Sedangkan menurut merka (warga desa), itu bisa menganggu aktifitas saat melakukan rutinitasnya di kebun atau di sawah,”ungkap ketua RT dusun 4 itu.

“Disi lain kami hanya sebagai warga desa biasa, bahkan sebagai warga negara yang baik sangat bersyukur adanya proyek itu, akan tetapi disatu sisi posisi kami selaku warga desa setempat agak dilema juga, “kata Yusman.

Sementara kami katanya, harus memposisikan untuk mempertahankan area pertanian, pekarangan pemukiman dan akses jalan lintas di bibir bantaran irigasi, yang kerap kami lewati setiap harinya itu, meski harus mengenai titik jalur perlintasan proyek rehabilitasi sitem tranasmisi air baku Pasigala.

“Asalkan baik pihak perusahaan maupun warga desa disini dapat menjalin suatu mufakat yang rill dan sama-sama saling menguntungkan, “ungkapnya.

Sementara disisi yang lain, sejatinya ujar Yusman, sebagai warga desa, dirinya dan juga warga desa lainnya sangat mendukung program pemerintah itu.

Apa lagi dengan dicanangkanya proyek rehabilitasi sistem transmisi air baku pasigala, otomatis itu sangat membantu ketersediaan akan pasokan air baku di daerah ini.

“Juga makin melimpah dan kedepanya pasti akan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat kuhususnya di seluruh wilayah Sigi pada umumnya,”tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Nurfani dan Isnawati yang juga warga RT. 13 dusun 4 desa Bora.

Profesi warga desa ini mayoritas adalah petani, dan kami juga sangat mendukung adanya proyek itu.

“Kami hanya berharap, seyogyanya pihak perusahaan harus pro aktif pada warga desa setempat dan harus konsisten dengan kesepakatan yang telah disepakati saat sosialisasi dengan warga desa dusun 4 Bora,”harapnya.

Selain itu salah seorang pelaksana proyek PT. Adhi Karya, menjawab detak news group deadline- news.com Rabu lalu (8/6-2022), mengatakan pihak perusahaan sudah sosialisasikan kembali masalah itu pada Kepala desa (kades) serta aparat desa setempat, dan soal tersendatnya pekerjaan proyek itu.

“Tetap akan berlanjut dengan aman, dan tidak ada masalah, dirinya mengaku, bukan kapsitas dan poksinya jawab pelaksana proyek itu.

Pelaksana proyek itu, tampak arogan saat dimintai keterangan, “apa urusan anda dengan proyek ini, “ujarnya dengan nada garang.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: