Pemerintah Harus Mengajak Masyarakat Bicara

foto Agung Laksono bersama pentolan pena 98 di palu. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Yahdi Basma, SH, politisi Partai nasdem Sulteng, terus mendorong dan memperjuangkan hak-hak masyarakat korban gempa bumi, likuifaksi dan tsunami 28 September 2018 di Palu, Sigi dan Donggala.

“Sebaiknya pemerintah ajak bicara masyarakat korban bencana, sebelum direlokasi,”kata Yahdi Basma pada Brifing Media di salah satu Café di jalan Moh.Yani Palu Rabu (3/4-2019).

Menurutnya di Kelurahan Panau kecamatan Palu Utara masih terdapat kurang lebih 400 jiwa korban Bencana menghuni shelter-shelter. Demikian juga di Balaroa, Petobo, dan tempat lainnya di Kota Palu.

Ia menerangkan di Petobo atas (Ngatabaru), sudah ada lokasi yang layak untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Dan Walikota Palu Hidayat dan Bupati Sigi Moh.Irwan Lapatta sudah sepakat untuk menetapkan lokasi tersebut sebagai tempat pembangunan huntap.

Kata Yahdi tidak ada yang tidak bisa jika negara hadir. Termasuk dana stimulus bagi masyarakat Pasigala korban bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami 28 september 2018 begitu mudah bila negera bertindak.

“Salah satu contoh ketika anak-anak kita diberikan dana program Indonesia pintar (PIP) hanya di enter dari Jakarta uangnya masuk ke rekening anak-anak kita secar keseluruhan dan tidak ada kendalah, sebab negara hadir,”tandas Yahdi.

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: