Mengurai Kemacetan Pemkot Bangun Jembatan Palu V

foto Walikota dan Wawali Palu Drs.Hidayat,M.Si bersama Sigit Purnomo said sedang memegang alat tukang batu sebagai pertanda peletakan batu pertama Jembatan palu V dimulakan. foto humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wali kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si bersama Wakil Wali kota Palu,Sigit Purnomo Said dan Sekretaris Daerah kota Palu, Asri, L Sawayah, SH saat melaksanakan peletakkan batu pertama pembangunan Jembatan V Palu Rabu, (10/7-2019).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis PU kota Palu, Iskandar Arsyad, Ketua DPRD kota Palu, Ishak Cae, Kapolres Palu, AKBP Mujianto, Dandim 1306 Donggala, Letkol Inf I Made Maha Yudiksa, serta unsur Forkopimda kota Palu lainnya.

Jembatan V yang akan dibangun di atas Sungai Palu ini sebagai upaya Pemerintah untuk mempermudah akses transportasi dari dua wilayah yaitu kelurahan Nunu dan Tatura, sekaligus mengurai kemacetan di dalam kota.

Wali kota Palu, Hidayat menyatakan perencanaan pembangunan Jembatan V sudah dimulai sejak 2017 hingga 2018 yang diawali dengan pembebasan lahan masyarakat dan pada tahun ini proses pembangunannya dimulai.

Diperkirakan, tahap awal konstruksi pembangunan infrastruktur jembatan tersebut akan memakan waktu 180 hari atau enam bulan setelah peletakkan batu pertama dilakukan.

“Jembatan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Selain memudahkan akses transportasi juga untuk mengurai kemacetan di dalam kota,” katanya.

Wali kota Palu berharap pembangunan Jembatan V yang diusulkan bernama Jembatan “Lalove” (Alat musik suling khas Palu) tersebut harus dikerjakan secara professional dengan memperhatikan kualitas serta mempertimbangkan sisi estetika.

Sementara itu, Kadis PU, Iskandar Arsyad menyatakan kontruksi bangunan jembatan ini mengacu pada aspek-aspek kegempaan. Dimana infrastruktur tersebut sudah dirancang khusus tahan gempa dikarenakan wilayahnya, masuk dalam zona tiga yang koefisien Gempanya 1,5 SR per-hari.

Rencananya, Jembatan V akan dibangun dengan panjang sekitar 100 meter dengan tinggi enam meter dari permukaan air. Jembatan akan diperindah dengan ornamen “Lalove” di kedua sisinya.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penanda tanganan prasasti proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas PU kota Palu dan serah terima kunci Lapak Pedagang bantuan dari BUMN untuk para korban bencana Gempa, Likuifaksi, dan Tsunami di kota Palu 28 September 2018. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: