Diduga 3 Orang Lagi Mantan Kontraktor Agribisnis Peternakan Belum Diperiksa

 

Foto sapi di mini ranch saat diinvestigasi pada tahun 2021. Foto tim investigasi/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Buol-Diduga 3 orang lagi kontraktor proyek agribisnis peternakan atau mini ranch di Dinas Pertanian dan ketahanan pangan (DPKP), Buol Sulawesi Tengah belum diperiksa.

Ketiga orang rekanan itu masing – masing Zainuddin Rauf yang akrab disapa Om Nuh mengerjakan proyek air besih didalam kawasan mini ranch dengan anggaran kurang lebih Rp, 3 miliyar.

Om Nuh adalah adik Kandung bupati Buol ketika itu Amiruddin Rauf alias dr.Rudi. sekarng ini Zainuddin Rauf wakil ketua DPRD Buol periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Saat mengerjakan proyek itu menggunakan bendera PT.Putra Fayad Mandiri Buol.

Kemudian Agus Harimanks alias Agus LiuĀ  mengerjakan pedok atau pagar keliling di lokasi mini ranch seluas 114 hektar.

Sedangkan Suhartanto alias Hong Kacamata mengerjakan proyek jaringan listrik atau lampu tenaga surya.

Sementara pihak-pihak yang telah diperiksa itu yakni Kepala bidang peternakan DPKP Buol Sumiati, PPTK Syarif Badalu dan dua rekanan proyek mini ranch dan pengadaan sapi masing-masing Jemmy Todar dan Hengki Katili.

Proyek agribisnis peternakan itu dari tahun anggaran 2018, 2019 dan 2020 mencapai Rp,37,4 miliyar, terdiri dari pematangan lahan, penanaman pakan ternak, mini ranch, pengadaan sapi dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Proyek itu diduga berbau korupsi, sehingga tipikor Polda Sulteng melakukan penyelidikan dan mengembangkannya sampai ke ibu kota Kabupaten Buol.

Mantan Bupati Buol dr.Amiruddin Rauf yang akrab disapa dr.Rudi itu yang dikonfirmasi apakah adik kandungnya bernama Zainudsin Rauf benar ikut mengerjakan proyek di lingkungan mini ranch itu?

Jawab dr.Rudi Tolong tanyakan ke PPK atau kadis saya kurang tahu menyangkut tehnis termasuk siapa yg mengerjakan.

Sebelumnya juga telah diberitakan mantan Bupati Buo dr.Rudi mengaku belum pernah dipanggil penyidil tipikor Polda Sulteng terkait dugaan korupsi proyek mini ranch yang sedang diselidiki Tipikor Polda Sulteng.

“Saya belum pernah dipanggil polda berkaitan dengan hal itu. Namun sekedar informasi ketika proyek ini direncanakan kami memanggil semua pihak untuk membicarakannya,”ucap Rudi.

Bahkan kata Rudi ketika pelaksanaan mendapat pendampingan dari pihak kejaksaan. Karena ini proyek strategis daerah.

“Selain itu untuk menjaga kualitas proyek ini melibatkan tim dari perguruan tinggi yang dipimpin Prof Marhawati untuk menyusun perencanaannya,”jelas Rudi.

Ia menerangkan semua program yang dilaksanakan oleh pemda dibahas di DPRD, bahkan mereka ikut mengusulkan kelompok masyarakat penerima bantuan sapi itu.

Kemudian sebelumnya mantan wakil Bupati Buol H.Abdullah alias Boy Batalipu, menjawab konfirmasi deadline-news.com via telepone selulernya Jumat pagi (18/11-2022) lalu, mengatakan pada proyek agribisnis peternakan didalamnya mini ranch dan pengadaan sapi, tak satupun tanda tangan saya.

“Karena saya tidak terlibat dalam proyek itu, makanya tak satupun berkas atau dokumen proyek itu yang saya tanda tangani,”ujar politisi partai Golkar Buol itu.

Menurutnya ia hanya bertidak sebagai pengawas, pun demikian soal proses proyek agribisnis peternakan termasuk mini ranch dan pengadaan sapi kami tidak tahu.

“Apa masalahnya sampai dilidik tipikor Polda Sulteng? Kemarin saya dengar informasi tim penyidik tipikor Polda Sulteng melakukan pemeriksaan di Buol,”kata Boy dari balik telepon genggamnya.

Boy mengatakan, tunggu ya, nanti saya cari informasi akurat, apa masalahnya? ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *