Danawira : Banyak Kejanggalan Peremajaan Taman GOR

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng- Anggota DPRD Palu membeberkan sejumlah kejanggalan pada pekerjaan peremajaan Taman GOR yang menggunakan dana APBD sebesar Rp,6 miliar .

Dalam rapat Banggar DPRD Palu, Selasa (10/10-2017) Anggota Banggar DPRD Palu Danawira Asri menyatakan kejanggalan pertama ada pada pemasangan paving blok di Taman GOR yang kualitasnya sama dengan yang dipasang di Taman Vatulemo. Artinya kata Danawira paving yang dipasang di Taman GOR tidak sesuai spek.

Disebut tidak sesuai spek karena penawaran dari pihak rekanan mutu beton dari Paving yang dipasang di Taman GOR adalah K 300. Tapi yang didatangkan adalah Paving dengan mutu beton K 155 sama dengan yang di pasang di lapangan Vatulemo.

Kejanggalan yang lain kata Danawira, adalah pada papan nama proyek peremajaan Lapangan Vatulemo.

“Anehnya Pada papan nama proyek di Taman GOR tertulis nama kegiatan adalah pekerjaan gorong-gorong dan drainase, tapi implementasinya adalah pekerjaan pembuatan taman,” ungkap Danawira.

Kemudian yang paling parah adalah aset, di sana ada lapangan Basket yang merupakan aset Provinsi. Seharusnya kata anggota dewan ini dihapus dulu aset itu atau ada penyerahan aset kepada pemerintah kota, baru rehab Taman GOR bisa dianggarkan dalam APBD.

“Karena adanya pekerjaan yang tidak sesuai spek maka kami meminta kepada Dinas PU untuk menyerahkan dokumen-dokumen pemenangan tender untuk menjadi perbandingan bagi kami ,” katanya.

Itulah sebab Anggota dewan dari PAN ini meminta supaya pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dari dinas-dinas ini diperpanjang sementara rapat Banggar dipending dulu.

“Kalau diperpanjang satu minggu tidak cukup, sebab kami harus turun ke lapangan untuk memeriksa pekerjaan dari Dinas-Dinas yang mitra komisi,” kata Danawira.

Pernyataan Danawira ini mendapat dukungan dari anggota Banggar lainnya, yakni Armin Soputra ST. Armin juga mengungkapkan ada kejanggalan-kejanggalan dari pekerjaan fisik dari Dinas yang menjadi mitra Komisi C.

Hal itu dibenarkan juga oleh anggota Banggar Hamsir, BE yang menyatakan masih ada yang perlu dipertanyakan ke Pemkot salah satunya adanya pembangunan senilai Rp,6 miliar di Jalan Muhammad Yamin.

“Kami akan pertanyakan median yang bagaimana itu sampai nilainya mencapai Rp,6 miliar. Di luar median Rp,6 miliar Pemkot juga akan membangun median lain senilai Rp3” katanya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *