Amankan Perseteruan Buruh, Anggota Polsek Kintom Terluka

Irwan (deadline-news.com)-Luwuksulteng- Malang nian nasib Bripka Abjan Hamadi anggota Polsek Kintom, Polres Banggai. Betapa tidak ia mengalami luka sobek dibagian jarinya, setelah berusaha melerai perseteruan buruh Sabtu (24/11-2018).

Saat itu seorang buruh berinisial RS (27), mengayunkan parang ditangannya terhadap salah seorang anggota TKBM Teluk Lalong wilayah kerja Tangkian.

Beruntung aksi itu tidak membesar karena pelaku beserta barang bukti segera diamankan oleh petugas Polsek Kintom yang dibantu Danramil Kapten Inf Ramli.

Kapolsek Kintom IPDA Decky Wahyudi yang dimintai keterangannya membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan satu anggotanya itu terluka.

Dijelaskan Kapolsek Kintom di wilayah kerja Palabuhan Tangkian ada dua organisasi kerja bongkar muat yakni TKBM Permata dan TKBM Teluk Lalong Wilayah Kerja Tangkian.

Guna memaksimalkan dan tidak menimbulkan perseteruan maka aktivitas bongkar muat dibagi berdasarkan kapal yang bersandar dan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Tangkian.

“Sebelumnya di pelabuhan Tangkian telah bersandar kapal jenis LCT untuk aktivitas loading atau pemuatan, sesuai kesepakatan maka TKBM Permata kubu Muis yang melakukan bongkar muat namun hingga kapal Meratus masuk pihak TKBM Permata tidak memperoleh surat ampra atau kontrak kerja dari kapal LCT, sehingganya Kapal Meratus kemudian mengeluarkan surat ampra ke TKBM Permata untuk melakukan bongkar muat.

Disinilah kemudian menimbulkan perselisihan yang berujung pada pertikaian,” terang Kapolsek Kintom.

Aktivitas bongkar muat lalu berjalan yang dilakukan oleh kubu Muis TKBM Permata. Namun saat itu kubu Amir dari TKBM Teluk Lalong wilayah kerja Tangkian tidak terima dan berusaha menghentikan aktivitas bongkar muat yang menyebabkan terjadi dorong dorongan antar buruh.

Peristiwa itu kemudian diamankan Polsek Kintom dan Koramil Kintom. Tiba-tiba RS (27) datang ke pelabuhan membawa parang mengarah ke kubu amir.

Anggota polsek Kintom Bripka Abjan Hamadi yang sudah siaga dilokasi sejak pagi untuk melakukan pengamanan kala itu berusaha melerai namun sempat terkena parang yang diayunkan RS.

“Peristiwa itu terjadi sekita pukul sepuluh tadi, tapi anggota saya berhasil mengamankan sehingga tidak ada korban jiwa, tapi satu anggota saya sempat terluka dibagian jarinya akibat terkena parang,” ungkap IPDA Decky.

Ditambahkan Kapolsek Kintom, saat ini barang bukti dan pelaku sudah diamankan di Polsek Kintom. Bahkan RS sudah diamankan sementara di Polres Banggai. ***

Kapolres Pimpin Sertijab Kabag, Kasat dan Kapolsek

Irwan (deadline-news.com)-Luwuksulteng – Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh pada Sabtu (24/11-2018) memimpin pelaksanaan serah terima jabatan Kabag Ren, Kabag Sumda, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kapolsek Luwuk, Kapolsek Balantak dan Kapolsek Bualemo.

Pelaksanaan Sertijab itu digelar dihalaman Mapolres Banggai Bukit Halimun, Kelurahan Tombang Permai Kabupaten Banggai.

Pada pelaksanaan upacara sertijab itu dirangkaikan juga dengan penandatanganan pakta integritas terhadap para pejabat baru.

Kepada para pejabat baru, Kapolres Banggai berpesan bahwa sumpah dan pakta integritas jabatan yang diucapkan serta ditandatangani selain dipertanggungjawabkan di dunia juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat sehingganya perwira dua melati ini meminta agar para pejabat baru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar.

Para pejabat yang diserahterimakan jabatan saat itu yakni, Kabag Ren Kompol Yardi Kamril yang menyerahkan tugasnya kepada pjs Kabag Ren AKP Jos A Chrismats Lawani.

Selanjutnya jabatan Kabag Sumda yang awalnya dijabat Kompol I Made Dharma diserahterimakan kepada pejabat baru Kompol Naima Akaseh.

Jabatan Kasat Reskrim yang awalnya diemban oleh AKP Andrian Rizky Lubis kini dijabat AKP Pino Ary. Sementara jabatan Kasat Lantas kini dijabat AKP Dodiawan setelah diserahterimakan oleh AKP Adirawa Permana.

Untuk jajaran Kapolsek yang diserahterimakan jabatan yakni Kapolsek Luwuk dimana awalnya dijabat AKP E Agus Waluyo Djati kini dijabat oleh Kompol Salmon Enggeleti.

Kapolsek Balantak AKP Piterson Lumiwu menyerahkan jabatannya kepada IPDA Makmur dan Kapolsek Bualemo dari pejabat lama AKP Uin Sasube diserahterimakan kepada IPTU Ngatimin.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para pejabat lama yang telah membantu tugas-tugas Kapolres, saya juga mengucapkan selamat bertugas ditempat yang baru dan sukses. Untuk pejabat baru segera membaur dan menyesuaikan diri untuk selanjutnya membantu tugas Kapolres. Pesan saya kerja yang baik dan benar serta harus tanggap akan segala situasi dan kondisi khususnya dalam pelaksanaan tugas,” ujar Kapolres diamini para pejabat. ***

Warga Apresiasi Penanganan Bencana Polres Banggai

Irwan K Basir (deadline-news.com)-Palusulteng – Upaya penaggulangan bencana di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) pasca diterjang bencana gempa bumi, tsunami dan likuifasi, Jum’at (28/9-2018) pekan kemarin terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Termasuk polres Banggai yang dipimpin AKBP. Moch Sholeh tidak ketinggalan ambil bagian merespon tanggap bencana itu dengan mengerahkan puluhan personilnya untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkannya.

Tim “Banana Boots” salah satu tim bentukan Kapolres Banggai dalam penyaluran bantuan bencana di Pasigala mendapat apresiasi warga terdampak bencana. Bagiamana tidak, tim yang dipimpin oleh IPTU Jimyarto Anasim, IPDA Nanang, IPDA Tatit dan IPDA Toni Kekung itu berani menerobos wilayah yang sulit terjangkau hanya untuk bisa menyalurkan bantuan.

Wilayah Balaroa, Kaliburu, Lebanu Sigi, Pakuli dan Labuhan yang selama ini belum tersentuh bantuan menjadi prioritas. Mengingat ada ratusan warga disana sangat membutuhkan bantuan. Tidak hanya membawa bahan pangan berupa Sembako, tim itu juga menyertakan tenaga medis yang diperuntukan melakukan pengobatan terhadap warga korban bencana.

“Sampai saat ini sudah sembilan titik telah kita sambangi guna menyalurkan bantuan, tidak hanya sembako tapi tim ini juga melibatkan dokter dan perawat yang siap memberikan pengobatan kepada warga korban bencana,” terang IPDA Nanang.

Diakui Kanit Reskrim Polres Banggai ini, upaya yang dilakukan oleh tim Banana Boots Polres Banggai itu kemudian mendapat respon positif warga. Bahkan saat ini sejumlah desa terdampak bencana mengirimkan surat ke Posko Polres Banggai di halaman gedung Mapolda Sulteng baru untuk meminta bantuan agar wilayah mereka disalurkan bantuan.

“Sudah beberapa surat dari desa terdampak bencana kita terima, surat itu kemudian kita tindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan serta pemberian pengobatan gratis, walau medannya sulit tetap kita terjang atas nama kemanusian,” kata perwira satu balak ini.

Salah satu cerita menarik yakni saat tim menyambangi wilayah Desa Batusuya Go’o Kecamatan Sindue Tombusabora yang sebelumnya belum mendapat bantuan. sehingga Tim berangkat menuju wilayah itu yang jaraknya sekira 25 km ke arah selatan Palu yang mesti ditempuh melalui jalan yang sudah tidak beraturan bentuknya akibat gempa berkekuatan 7,7 sakala richter, yang kemudian dimutakhirkan oleh BMG 7,4 skala richter.

Sesampainya di lokasi tim langsung memberikan bantuan berupa sembako dan pemeriksaan kesehatan. Para warga saat itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim yang sudah rela menempuh perjalanan berat hanya untuk menyalurkan bantuan. ***

Jamin dan PT.DSLNG “Korban” BPN

Bang Doel (deadline-news.com)-Luwuksulteng-Sengketa lahan antara Jamin Mokodompit dengan PT.Donggi Senoro Liquefied Natural Gas (DSLNG) belum tuntas, sekalipun Kepala Desa Uso Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Surait Salim bersama si penjual Bara La Api telah dihukum bersalah.

Pasalnya Jamin memiliki sertifikat asli yang dikeluarkan oleh badan pertanahan Nasional (BPN) RI di Jakarta melalui program prona tahun 1995. Sedangkan PT.DSLNG juga mendapatkan Sertifikat HGU yang juga dikeluarkan BPN tahun 2007.

Lalu kenapa bisa tumpang tindih. Siapa dalangnya. Apakah manajemen dokumen BPN Amburadul, sehingga terjadi tumpang tindih sertifikat yang dimiliki masyarakat dan perusahaan itu?

Dengan demikian Jamin dan PT.DSLNG adalah “korban” kebijakan BPN.Terbukti ke duanya memiliki sertifikat yang sama-sama berkekuatan hukum, karena sumbernya sama dari BPN RI.

Kepala BPN Banggai MuhRizal Mahmud,SH yang dikonfirmasi deadline-news.com Jum’at (28/9-2018) membenarkan jika sebagian lahan PT.DSLNG tumpang tindih sertifikatnya, sehingga perlu diuji.

“Memang tinggal di uji ke dua sertifikat produk BPN itu,”ujar Rizal.

Disinggung soal manajemen BPN yang amburadul itu. Rizal mengatakan Belum tentu amburadul, tapi Rizal membenarkan sertifikat, Jamin Mokodompit diterbitkan BPN tahun 1995.

Menurut Rizal kenapa dia tumpang tindih, bukan sepenuhnya kesalahan BPN? Tapi dilihat dulu PT.DSLNG bagaimana proses pembedaan tanahnya. Apakah dulu melibatkan BPN secara institusi atau hanya oknum BPN saja? Kalau dia melibatkan secara institusi BPN, mana bukti surat ke BPN untuk minta BPN dalam hal pengukuran tanah lokasi DSLNG?.

“Bisa saja menejemen PT.DSLNG tidak tahu kalau ada masalah. Karena selama ini yang datang pada saat saya melakukan mediasi hanya antara Jamin Mokodompit dengan PT.DSLNG hanya karyawannya (DSLNG),”jelas Rizal.

Sementara itu, sebelumnya Kapolres Banggai AKBP . Moch.Sholeh, menegaskan terkait kasus tumpang tindih sertifikat di dalam lokasi HGU PT.DSLNG harus ada yang tersangka. Olehnya Polres Banggai menegaskan kasus tersebut harus diproses secara hukum.

“Persoalan tersebut harus diproses secara hukum dan ada tersangkanya,”tandas Kapolres Banggai AKBP Moch.Soleh menjawab pertanyaan deadline-news.com di Lobi Hotel Estrella Luwuk Kamis malam (27/9-2018), sekitar pukul 18:30 wita.

Media Relation Officer PT.DSLNG Rahmat Azis yang dikonfirmasi di lobi Hotel Strella tidak bersedia memberikan komentar.

“Maaf kami tidak bisa berkomentar soal itu,”tutur Rahmat singkat. (tulisan ini, dipersembahkan untuk karya jurnalistik AJD).***

Maleo Center DSLNG Bantu Pemerintah Tingkatkan Populasi Burung Maleo

Irwan K Basirt (deadline-news.com)-Luwuksulteng-Keberadaan burung maleo atau dalam istilah ilmiah disebut Macrocephalon Maleo, merupakan hewan endemik yang hanya ada di Pulau Sulawesi.

Saat ini jumlahnya di alam bebas diperkirakan hanya tersisa 300 pasang. Bahkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), yang merupakan organisasi internasional dan mendedikasikan untuk konservasi sumber daya alam mencatata hewan jenis unggas ini telah masuk dalam daftar Endangered atau terancam punah.

Menyikapi hal itu, PT Donggi-Senoro LNG yang merupakan perusahaan bergerak dalam bidang usaha pengolahan gas alam menjadi gas alam cair (LNG) serta pemasaran, penjualan dan pengiriman LNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kemudian mendirikan Maleo Centre DSLNG, bagian program pelestarian lingkungan dengan tujuan agar hewan yang sudah masuk dalam kategori Appendik I dapat ditingkatkan populasinya.

Berbekal fasilitas ex situ untuk konservasi Maleo yang dibangun di dekat lokasi proyek, maka berdirilah Maleo Centre yang diresmikan pada 5 Juni 2013 yang kebetulan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup. Melalui konservasi ex situ ini diharapkan populasi burung khas Sulawesi yang terancam punah ini bisa ditingkatkan secara bertahap.

“Sebelum berdirinya fasilitas Maleo Centre ex situ ini, terlebih dahulu dilakukan penelitian berkaitan dengan burung maleo selama dua tahun yang melibatkan ahli dari Universitas Tadulako. Tujuan dibangunnya fasilitas ini yakni populasi burung khas Sulawesi yang terancam punah bisa ditingkatkan,” tutur Media Relations Officer DSLNG, Rahmat Asiz, Kamis (27/9/2018) menjawab deadline-news.com di Desa Uso Kecmatan Batui Kabupaten Banggai.

Sejak berdirinya Maleo Centre DSLNG, upaya peningkatan populasi burung maleo di Kabupaten Banggai melalui tehnik Inkubasi dengan mesin Inkubator dilakukan. Tercatat hingga saat ini telah 68 ekor anakan burung maleo atau Chick Maleo telah ditetaskan dan telah dilepasliarkan ke alam bebas.

Data yang dimiliki Maleo Centre DSLNG mencatat, upaya pelepasliaran itu pertama kali dilaksanakan pada 7 Oktober 2013 dengan melepasliarkan sebanyak 11 ekor anakan maleo. Pada 6 Agustus 2017 kembali dilakukan pelepasliaran sebanyak 17 ekor anakan maleo. Masih pada tahun yang sama tepatnya 23 Oktober 2017 sebanyak 10 ekor anakan maleo berhasil dilepasliarkan. Selanjutnya 20 Desember 2017 Maleo Centre DSLNG kembali melepasliarkan sebanyak 10 ekor anakan maleo.

“Pelepasliaran anakan maleo ini merupakan kali kelima yang dilakukan oleh Maleo Centre DSLNG, sebanyak 20 ekor anakan maleo kita lepasliarkan ke alam bebas. Jumlah keseluruhan anakan burung maleo yang telah dilepasliarkan berjumlah 68 ekor. Melalui konservasi ex situ ini diharapkan populasi burung khas Sulawesi yang terancam punah ini bisa ditingkatkan,” tambah Rahmat Asiz.

Terpisah, peneliti sekaligus ahli burung maleo dari Universitas Tadulako Palu, Dr Mobius Tanari, MP yang dimintai keterangannya mengatakan, upaya penelitian terhadap burung endemik Sulawesi ini telah lama dilakukannya. Kendati telah meneliti selama 14 tahun namun masih banyak fakta ilmiah tentangMacrocephalon Maleo belum bisa dipecahkan.

Saat ini Mobius Tanari bekerjasama dengan PT Donggi-Senoro LNG di Maleo Centre DSLN terus berupaya agar misteri tentang burung maleo itu bisa tuntas. Satu impian ahli burung maleo ini yakni bisa melakukan rekayasa lingkungan agar burung maleo bisa bereproduksi dan bertelur diluar habitat aslinya serta meneetaskan telurnya melalui inkusbasi untuk kemudian dilepasliarkan, maka penelitian yang selama ini dilakukannya bisa disebut tuntas.

“Konservasi ex situ sangat membantu meningkatkan populasi burung maleo, melalui Maleo Centre DSLNG ini kita juga dapat membantu pemerintah meningkatkan jumlah burung maleo yang sudah masuk appendik I. Faktanya ternyata burung endemik Sulawesi ini bisa dipelihara diluar habitatnya, arahnya nanti bisa dipelihara dan bisa keluar dari status appendik I melalui proses regenerasi,” terang dosen Universitas Tadulako ini.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Ir Noel Layuk Allo ditemui saat pelepasliaran anakan burung maleo mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada PT Donggi-Senoro LNG dengan program pelestarian lingkungannya yang telah berhasil meningkatkan populasi burung maleo di Kabupaten Banggai.

Kepala BKSDA ini meminta kepada DSLNG selain ex situ agar kedepan Maleo Centre DSLNG memliki juga konservasi in situ semi alami, karena data yang dimiliki menyebutkan daya tahan anakan burung maleo in situ lebih memiliki daya tahan hidup ketika dilepasliarkan. (Karya tulis ini, diikutkan dalam lomba karya jurnalistik AJD 2018). ***

Program TJSP DSLNG Ciptakan Peluang Bersama Menuju Kemandirian Ekonomi

Catatan Irwan K Basir

Membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat sekitar terhadap suatu perusahaan tidaklah mudah, namun dengan komitmen dan kesungguhan melalui berbagai upaya nyata menjadikan apa yang tidak mungkin menjadi niscaya.

Hal itu pada awalnya juga dirasakan oleh PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), yang merupakan perusahaan pengolahan gas alam menjadi gas alam cair (LNG) serta pemasaran, penjualan dan pengiriman LNG yang ada di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Selama satu dekade berdirinya DSLNG sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang mengadopsi model pengembangan hulu dan hilir secara terpisah sesuai Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi di Kabupaten Banggai.

Tentu saja memiliki komitmen untuk mencapai pembangunan masyarakat berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Sejak resmi berdiri pada tanggal 28 Desember 2007 DSLNG sebagai PMA kerja sama antara perusahaan energi terkemuka yang terdiri atas PT Pertamina (Persero), PT Medco Energi Internasional Tbk, Mitsubishi Corporation dan Korea Gas Corporation, berkomitmen melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang dapat menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Program ini sudah barang tentu mengacu pada undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku diantaranya Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi Nomor 22 Tahun 2001, Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan.

DSLNG yang memiliki visi menjadi penyedia LNG yang aman dan dapat diandalkan, mendukung komitmen global Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), September 2015–2030.

Melalui misi membangun dan mengoperasikan proyek LNG yang terpercaya, memastikan semua pemangku kepentingan mendapatkan manfaat dari rantai nilai LNG dan menjadi perusahaan LNG yang bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan itu, maka upaya menciptakan peluang bersama menuju kemandirian masyarakat dilakukan.

Sektor-sektor yang menjadi sasaran untuk menciptakan peluang bersama masyarakat melalui program TJSP adalah sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, infrastruktur dan sosial budaya.

Pada sektor ekonomi dilakukan peningkatan ekonomi rumah tangga dan kemandirian sosial dengan mengembangkan potensi setempat, salah satunya adalah potensi laut dan maritim, khususnya perikanan dan hasil laut lainnya yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kelompok-kelompok. Hasilnya 19 kelompok nelayan masuk kategori bertumbuh dan 7 kelompok telah berada pada kategori berkembang.

Bidang pertanian juga menjadi sasaran program TJSP DSLNG, dengan melakukan pemberdayaan kelompok tani yang hasilnya produksi tanaman padi dan cabai meningkat signifikan.

Sudah barang tentu hal itu dilakukan dengan program kemitraan melibatkan sejumlah instansi terkait lainnya. Kelompok simpan pinjam perempuan melalui bantuan modal usaha produktif dan pengembangan usaha yang menjadi bagian program TJSP juga bertumbuh dengan trend positif.

Pada bidang pendidikan program TJSP berupaya meningkatnya akses dan kualitas pendidikan dasar masyarakat setempat berbasis kemitraan termasuk memberikan pelatihan kerja usaha kecil menengah terhadap masyarkat sekitar.

Pemberian beasiswa dan penguatan sarana dan prasarana sekolah serta pendidikan informal dan keagamaan juga menjadi bagian bidang pendidikan. Hasilnya bisa dilihat dengan meningkatnya sumber daya manusia yang kemudian bisa menjadi pionir menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Program TJSP DSLNG dibidang kesehatan fokus pada penanganan kesehatan berbasis masyarakat, dengan sasaran utama adalah pusat pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat desa/kelurahaan sampai pada tingkat kecamatan, melalui penguatan kader kesehatan desa/kelurahan, Bidan dan petugas puskesmas dan guru-guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah. Pendampingan Puskesmas, pendampingan UKS, pendampingan kader kesehatan mencapai sasaran meningkatnya kesehatan masyarakat.

CSR PT Donggi-Senoro LNG di bidang lingkungan yang bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan yang aman, sehat dan berkelanjutan dan berbasis ekonomi kerakyatan. Dimana implementasinya, berupa program lingkungan yang dilaksanakan melalui program kemitraan dengan pemangku kepentingan setempat di tingkat pemerintah daerah Kabupaten, lembaga sosial masyarakat yang ada di daerah maupun nasional.

Berupa bantuan listrik masuk desa, penanggulangan abrasi pantai, mendukung keberlangsungan biota laut melalui budidaya ikan capung, penanggulangan sampah berbasis masyarakat, revegetasi terumbu karang dan bantuan jamban keluarga miskin.

Terakhir program Infrastruktur dalam ranga meningkatnya akses dan pengunaan fasilitas umum yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat juga telah dilaksanakan. Implementasinya berupa pembangunan jalan desa dan pembuatan serta pemasangan paving block.

Setiap usaha pasti tidak menghianati hasil, program TJSP DSLNG mendapat penilaian positif baik oleh masyarakat sekitar maupun tingkat nasional. Sejumlah penghargaanpun diraih, pada tahun 2014, DSLNG menerima Silver Awards di Indonesian CSR Awards melalui program konservasi burung Maleo dan program pelatihan kompetensi kejuruan bagi mereka di usia produktif.

Tahun 2015, DSLNG menerima penghargaan untuk Pemberdayaan Perempuan-Program Keuangan Mikro pada Annual Global CSR Summit and Award 2015 ke-7 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 19 Maret 2015.

Masih pada tahun yang sama DSLNG, di Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya Awards 2015, menerima 5 penghargaan emas, 1 penghargaan perak dan 2 penghargaan apresiasi yang diselenggarakan oleh Corporate Forum on Community Development (CFCD) dalam kemitraan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 29 Juli 2015.

Pada tahun berikutnya DSLNG menerima Bronze Award untuk Program Kemasyarakatan Terbaik untuk kategori perusahaan dengan kapitalisasi pasar 1 miliar dolar AS atau lebih, pada Global Corporate Governance and Transparency Summit, yang digelar di Bali pada 21 April 2016.

Penghargaan atas upaya CSR DSLNG terus mendapat apresiasi bahkan ditingkat internasional, DSLNG meraih tiga penghargaan pada acara the 9th Global CSR Summit & Awards 2017 yang berlangsung di Langkawi, Malaysia.

Penghargaan tersebut adalah emas The Pinnacle Group International Organised By the 8TH Annual Global Csr Summit & Awards 2016 Best Community Programme Award USD 1 Billion and above in Market Cap Bronze untuk kategori Pemberdayaan Perempuan, penghargaan perak kategori Program Pemberdayaan Masyarakat Terbaik dan Program Literasi dan Pendidikan. (Karya ini diikutkan dalam lomba karya jurnalistik AJD 2018). ***

Polres Banggai Serahkan Sembako ke Masyarakat Korban Penggusuran

Bang Doel (deadline-news.com)-Banggaisulteng-Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Banggai menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) kepada masyarakat Tanjung yang menjadi korban penggusuran sengketa lahan beberapa waktu lalu.

Pemberian sembako itu, berlangsung Sabtu siang (21/7-2018), di lokasi penampungan masyarakat Tanjung korban penggusuran.

“Pemberian sembako ini adalah bentuk tali asih antara jajaran dan keluarga besar Polres Banggai dengan masyarakat yang telah menjadi korban penggusuran beberapa waktu lalu,”kata Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh, S.IK menjawab deadline-news.com via chat whatsApp sabtu sore (21/7-2018), sekitar pukul 15:30 wita.

Menurutnya, pemberian sembako bagi masyarakat Tanjung korban penggusuran itu, bukanlah apa-apa, tapi sekedar membantu mereka meringankan beban hidup. Dalam penyerahan bantuan sembako itu, Kapolres Banggai didampingi sejumlah pejabat dan istri-istri anggota Polres Banggai.***

Kapolres Bagi Sembako ke Warga Tanjung

IK Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim- Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh merasa memiliki kedekatan dengan warga Tanjung Sari Kelurahan Karaton.

Sejak pertamakali menjejakan kaki di daerah ini wilayah Tanjung adalah tempat yang pertama kali dikunjunginya. Bahkan orang nomor satu di Polres Banggai ini menyempatkan tidur dan makan bersama warga korban ekseskusi.

Kapolres Banggai Moch Sholeh kembali mengunjungi warga Tanjung Sari sekaligus berbuka puasa bersama dan membagikan sembako, pada Selasa (12/6-2018).

AKBP Moch Sholeh yang dimintai keterangannya mengatakan, kegiatan bakti sosial yang digelar dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri 1439 Hijria sekaligus menyambut HUT Bhayangkara ke 72 di daerah ini.Puluhan warga menyambut baik kedatangan perwira dua melati ini di pelataran Kontainer.

Warga pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kapolres serta mau berbagi dengan masyarakat Tanjung Sari yang kini hidup ditenda-tenda pengungsian.

Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh saat itu didampingi oleh Ketua Cabang Bhayangkari Banggai Nyonya Ira Sholeh,Kabag Sumda Polres Banggai Kompol I Made Dharma serta sejumlah ibu Bhayangkari.

Usai menyerahkan bantuan sembako pKapolres Banggai melaksanakan sholat magrib berjamaah dimesjid Al Jihad. Giat tersebut berakhir pada pukul 18.20 wita berlangsung aman dan lancar. ***

Karyawan SPBU Ditemukan Tewas

Evan (deadline-news.com)-Banggaisultim- Seorang karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bernama Weldianus Pamase (30), ditemukan tewas di dasar laut Sabtu malam (9/6-2018), sekitar pukul 22:30 wita.

Weldianus adalah karyawan SPBU biak, Desa Gonohop Kecamatan Bnta Kabupaten Banggai Provinsi Sulteng. Ia diduga diseret arus, sehingga tenggelam. Ia ditemukan oleh kawan-kawan memancingnya di laut Bunta.

Adalah Abdullah (48), rekan memancingnya yang menemukan pertama kalinya. Hal itu diakui oleh 3 orang lagi rekannya yakni :

  1. Arun Jumadil (36) 2. Risal Sumbalino (37), dan 3. Toa (35). Mereka adalah warga Desa Bia kecamatan Luwuk Utara. Mereka berlima sama-sama hendak mencari ikan di laut Desa Toipan kecamatan Pagimana.

Kronologis nya ke 4 saksi tersebut bersama-sama korban hendak mencari ikan dengan menggunakan alat berupa panah. Awalnya korban berangkat dari desa Biak menuju Toipan pada pukul 21:00 wita.

Kemudian korban dan rekan- rekannya sampai di Toipan, tepatnya di mes Toipan pada pukul 21.30 wita, kemudian korban dan rekan-rekannya langsung menyelam dilaut untuk memanah ikan pada ke dalaman 3 meter.

Beberpa saat kemudian Abdullah melihat senter korban sudah di dasar laut, sehingga Abdullah menduga korban sudah tenggelam. Melihat kondisi rekannya itu Abdullah meminta tolong Asdin yang sedang mengangkat pukat.

Keduanya mendatangi korban untuk memberikan pertolongan, namun keadaan laut sedang kabur, sehingga Abdullah dan Asdin masih menjemput temannya yang lain. Sejurus kemudian Abdullah dan teman- temannya datang membantu untuk mencari korban di dasar laut .

Beberapa saat kemudian korban ditemukan di dasar laut dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa ( MD) Lagi.

Setela itu korban langsung di angkat ke darat dan Asdin segera melaporkan ke Kades Toipan, Nudin. Kemudian melaporkan naas yang dialami Weldianus itu ke Polsek Pagimana untuk mendapatkan penanganan. Demikian informasi yang dihimpun dari laporan Polsek Pagi mana Ahad dini hari (10/6-2018), sekitar pukul 2:45 wita. ***

Tigaratusan Warga Desa Boyou Terima KIS

IK Basir (deadline-news.com)-Banggaisultim- Upaya pemerintah menjamin kesehatan masyarakatnya terus dilakukan, Jumat (8/6/2018), sebanyak 303 warga Desa Boyou Kecamatan Luwuk Utara menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). KIS yang merupakan program pemerintah bagi warga miskin itu diserahkan perawat Desa Boyou Aisyah Alhabsy kepada warga penerima agar bisa segera dipergunakan.

Aisyah Alhabsy kepada media ini mengatakan, pihaknya sejak beberapa waktu lalu telah melakukan pendataan warga pemerima manfaat KIS yang pembiayaannnya dibiayai oleh pemerintah daerah. Penerima KIS katanya dapat berobet ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama secara gratis dan akan dirujuk ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut.

“KIS ini diperuntukkan bagi warga miskin yang tidak terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran APBN, sehingga Pemda wajib membiayainya melalui APBD. Peserta atau penerima KIS dapat berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama secara gratis dan akan dirujuk ke Rumah Sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Ses Icha demikian ia biasa disapa.

Dijelaskan juga oleh perawat Desa Boyou ini, KIS berfungsi sebagai kartu jaminan kesehatan yang dapat digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita penerima KIS. KIS ini merupakan perluasan dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang pengelolaannya tetap dilaksanakan oleh BPJS.

“Untuk Boyou tercatat sudah sekira 885 warga penerima KIS, tahap awal penerima KIS diwilayah kerja saya ada 582 dan saat ini kami menerima lagi 303 KIS. Total secara keseluruhan jumlah jiwa di Desa Boyou 1.127 jiwa dari 310 KK, jadi persentasenya sudah lebih dari 70% warga penerima KIS,” jelas Ses Icha sembari menyerahkan KIS kepada para penerima.

Warga penerima KIS kepada media ini mengatakan, sangat berterimakasih karena pemerintah telah memenuhi janjinya dalam bidang kesehatan. Dengan adanya KIS nanti warga saat berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun lanjutan atau rujukan tidak lagi perlu mengeluarkan biaya. ***