Besok Pospera Sulteng Akan Demo BWSS III

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Kalau tak ada aral melintang besok Senin (13/3-2017), Dewan Pengurus Daerah Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulawesi Tengah berencana akan melakukan aksi demonstrasi ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III di jalan Abdurrahman saleh Palu Selatan.

“Besok kami berencana melakukan aksi demonstrasi di BWSS III yang berkedudukan di Palu. Demo itu dilakukan untuk menyikapi seumlah proyek yang ditangani BWSS III banyak bermasalah,” demikian ditegaskan Sekretaris Pospera Sulteng Akmal Ali, S.I.Kom melalui siaran persnya yang dikirim ke Whatsapp redaksi deadline-news.com Ahad sore tadi (12/3-2017).

Menurutnya beberapa proyek yang bermasalah itu diantaranya pembangunan tanggul dan pengendali banjir yang ada di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Proyek itu dibangun dengan menelan anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) sebesar Rp, 42 Milyar, dan ditambah dana perimbangan sebesar Rp, 5 Milyar.

Kata Akmal Ali diduga pemerintah setempat (Mamasa) terindikasi adanya gratifikasi dan korupsi dalam pembangunan tersebu, sehingga banyak merugikan masyarakat.

“Bayangkan saja hanya berselang beberapa minggu hasil pembangunan proyek yang menelan milyaran rupiah itu hancur dan roboh. Pihak balai BWSS III berdalih robohnya konstruksi akibat faktor alam. Namun tidak dibuktikan dengan pernyataan terbuka dan tanpa adanya bukti kongkrit adanya bencana alam yang merusak tanggul itu. Oleh sebab itu Pospera Sulteng ada indikasi penyelewengan anggaran pada pengerjaan pembangunan tanggul itu,”tegas Akmal Ali.

Akmal Ali mengajak Pospera Sulteng, Sulbar, Sulsel dan seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk bersama-sama peduli dan mengusut kasus tersebut.

“Dan terkhusus kepada Masyarakat dan Mahasiswa di Palu,Sulteng utk bergotong royong membantu saudara-saudara kita di Sulbar mendesak BWSS III yang ada di Palu yang membawahi Sulbar agar menuntaskan kasus robohnya tanggul pengaman tersebut,”ujar Akmal Ali.

Aksi demonstrasi ke BWSS III itu direncanakan pulai pukul 10-12 besok Senin (13/3-2017). Selain isu kasus robohnya tanggul di Mamasa, juga proyek pengaman penguatan tebing sungai Lariang yang tengah diselidiki Kejaksaan Negeri Mamuju Utara. Dan hancurnya tanggul Pantai Pangian Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulbar. Dan pemecah ombak di Kecamatan Banawa Tengah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *