Sabtu malam (4/7-2026), dengan suasana penuh haru dan kekeluargaan disaksikan obak teluk Palu dan hembusan angin sepoi – sepoi di coffee shop atau kafe santai Swiss-Belhotel Silae Palu Sulteng, Kapolres Pasangkayu Sulbar AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK, menyampaikan permohonan maaf kepada Bripda Azril yang disaksikan sang ayah dan ibu (kedua orang tua) Bripda Azril Fauzi atas insiden malam hiburan peringatan hut bhayangkara ke -80 Rabu (1/7-2026).
Permohonan maaf sang perwi Polri ke Bripda Azril dengan penyesalan mendalam atas tindakan “penganiayaan” yang pernah dilakukannya itu ditandai dengan penanda tanganan surat kesepahaman damai lewat mediasi dan musyawarah kekeluargaan yang disaksikan oleh Bupati Pasangkayu H.Yaumil Ambo Djiwa, Rusmin Hamzah SH, MH (kuasa hukum) keluarga Bripda Azril Fauzi.
“Dengan penuh kesadaran, keikhlasan dan rasa bersalah, saya pribadi, keluarga dan institusi meminta maaf atas kekhilafan saya, yang telah bertindak kasar terhadap anggota saya Bripda Azril Fauzi. Dan saya berjanji serta menjamin tidak akan terjadi lagi hal serupa baik terhadap Bripda Azril Fauzi maupun anggota lainnya,”janji Kapolres AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK.
Permohonan maaf yang tulus dan gentleman mengakui kesalahan sang perwira Polri itu, patut diapresiasi semua pihak.
Ia juga berterima kasih kepada Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa yang telah memfasilitasi dan mendamaikan antara Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK dan kedua orang tua Bripda Azril Fauzi lewat jalur musyawarah kekeluargaan.
“Saya dan keluarga sangat berterima kasih atas dukungan dan inisiatif bupati Pasangkayu bapak H.Yaumil Ambo Djiwa yang telah mengkomunikasikan dan memfasilitasi pertemuan antara saya dengan kedua Bripda Azril Fauzi dan kedua orang tuanya serta kuasa hukumnya bapak Rusmin Hamzah, SH, MH, sehingga tercapai kesepakatan perdamain. Insya Allah ada hikmanya,”ujar Kapolres AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK dan kedua orang tua Bripda Azril Fauzi.
Bupati Pasangkayu H.Yaumil Ambo Djiwa dihadapan kedua belah pihak mengatakan harapannya tidak ada lagi cerita dan pernyataan dari siapapun termasuk keluarga setelah tercapai kesepakatan damai malam ini.
“Saya berharap kesepakatan ini menjadi pegangan kedua belah pihak dan saling memaafkan. Karena tidak ada seorang manusiapun yang luput dari kekhilafan. Dan untuk ananda Bripda Azril Fauzi tetap fokus bekerja dan menjadi anggota Polri yang baik, dengarkan dan laksanakan arahan dan tugas dari pimpinan,”tanda bupati Pasangkayu dua periode itu. ***




















