“Tidak benar ada miras dan penyekapan”
Bang Doel (deadline-news.com)-Mamuju-Kapolres Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar) AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK, melalui percakapan telepon di aplikasi whatsAppnya Jum’at pagi (3/7-2026), mengakui bahwa dirinya keliru bertindak sempat “menganiaya” anggotanya bernama Bharada Azril Fauzi sehingga sekujur tubuhnya memar-memar pada malam hiburan peringatan hari ulang tahun Bhayangkara ke 80 Rabu 1 Juli 2026.
Tapi itu dilakukannya hanya reflek sebagai naluri seorang ayah membela anaknya. Apalagi anak perempuan yang masih remaja berumur 17 tahun.
“Sebagai ayah, saya reflek melihat putri saya kena senggol, terjepit dan kepalanya terbentur di sudut panggung begitu pun sepupunya saat malam hiburan peringatan Hut Bhayangkara di halaman kantor Polres Pasangkayu. Atas kejadian itu saya minta acara dihentikan sementara. Kalau aman dilanjutkan, tapi kalau “kacau” dihentikan saja,”jelas Kapolres Joko Kusumadinata, S.H, S.IK,”ujarnya.
Menurutnya untuk menghindari “kekacauan” dimana anggota asik dengan musik malam hiburan Hut Bhayangkara setelah sebulan penuh dihadapkan berbagai macam tugas, kapolres Joko Kusumadinata, S.H, S.IK, mengaku tetap berada diatas panggung sambil memantai situasi dengan harapan anggota tenang menikmati malam hiburan.
“Sekalipun sudah beberapa kali diperingatkan, mungkin karena larut, dan anggota menikmati musik hiburan sambil berjoget, putri saya yang berumur 17 tahun bersama sepupunya yang masih duduk di bangku SMP kesenggol, dan saya melihatnya dari atas panggung, maka pada pukul 12 malam saya perintahkan hentikan kegiatan malam hiburan itu. Sedangkan Bharada Azril Fauzi sudah dibawa anggota ke ruangan Propam dan saya reflek namanya naluri ayah,”ungkapnya.
Ia juga mengaku sangat menyesak atas kejadian itu. Dan sudah meminta maaf kepada anggota Bharada Azril Fauzi, karena bagaimanapun tindakan reflek dengan memukul tidak dibenarkan dan keliru.
“Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada anggota Bharada Azril Fauzi atas tindakan saya yang kurang pantas itu dan keliru itu, tapi lagi-lagi karena naluri seorang ayah sehingga reflek,”terangnya.
Kapolres Joko Kusumadinata, S.H, S.IK, juga menjelaskan bahwa tidak benar ada miras dan penyekapan di ruang propam saat kejadian pada malam hiburan hut bhayangkara di Polres Pasangkayu.
“Itu tidak benar bahwa ada miras dan penyekapan di ruang propam saat kejadia pada malam hiburan hut bhayangkara, tapi semata-mata hanya menikmati hiburan bersama keluarga, para ibu-ibu bhayangkari dan para anggota di dalam halaman kantor Polres Pasangkayu,”tuturnya.
Kapolres AKBP Joko Kusumadinata, S.H, S.IK mengatakan bahwa keberhasilan seorang pimpinan karena dukungan dan bantuan para anggotanya. Sehingga tidak mungkin setegah itu melakukan tindakan, hanya saja karena naluri seorang ayah sehingga reflek melakukan pembelaan terhadap anaknya. Apalagi seorang anak perempuan, kalau anak cowok mungkin tidak mengapa, tapi ini anak perempuan.
“Namun begitu tindakan saya itu keliru dan tidak seharusnya terjadi, saya mengaku keliru dan salah. Olehnya saya sudah minta pak Wakapolres Kompol Agussalim Arsyad S., S.Ag untuk mengunjungi keluarga anggota Bharada Azril Fauzi, nanti saya berbicara lewat video call, kebetulan saya masih ada giat di Mamuju,”akunya.
Ditanya apakah benar Bharada Azril Fauzi Bharada Azril Fauzi yang menyenggol putrinya itu? Kapolres Joko Kusumadinata mengatakan didepan dekat putrinya itu banyak anggota salah seorang diantaranya Bharada Azril Fauzi.***




















