Ruas Kasimbar – Tambu Perlu Ditingkatkan Jadi Jalan Nasional

foto H.Muhidin M Said, SE, MBA anggota DPR RI Komisi V Dapil Sulteng Partai Golkar. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-Ruas jalan alternatif Kasimbar (Pantai Timur di kabupaten Parigi Moutong) dengan Tambu (Pantai Barat Kabupaten Donggala) masih merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Oleh sebab itu ruas jalan yang menghubungkan Tambu kabupaten Donggala dengan Kasimbar Pantai Timur Kabupaten Parigi Moutong merupakan konektifitas akses jalan nasional wilayah Pantai Timur Parimo-Gorontalo dengan ruas jalan nasional Pantai Barat di Kabupaten Donggala ke Tolitoli hingga Buol dan Gorontalo,”demikian dijelaskan wakil ketua komisi V DPR RI H.Muhidin M Said, SE, MBA menjawab deadline-news.com Sabtu (31/8-2019) di Kediamannya di Palu.

Menurutnya ruas jalan Kasimbar – Tambu itu bisa ditingkatkan menjadi ruas jalan nasional, sekiranya Kepala daerah pro aktif ke Kementeria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI meminta berdasarkan proposal agar ruas jalan Kasimbar – Tambu itu dapat ditingkatkan statusnya dari jalan Provinsi ke Nasional, bukan jalan Tol seperti yang berkembang selama ini.

“Jalan Tol itu pengelolaannya swasta dan kepadatan kendaraan bermotor sangat tinggi seperti di Kota-Kota Besar. Pemerintah hanya mengatur regulasinya bukan pengelola jalan Tol. Oleh sebab itu wacana Tol Kasimbar – Tambu terlalu dini, karena ruas jalan Kasimbar – Tambu itu hanya berpotensi ditingkatkan menjadi ruas jalan Nasional. Itupun Pemerintah daerah harus lebih proaktif meminta ke Kementeria PUPR, agar ruas jalan tersebut ditingkatkan menjadi ruas jalan nasional,”jelas Politisi Partai Golkar itu.

Anggota DPR RI empat periode itu menjelaskan bahwa jika ditingkatkan menjadi ruas jalan Nasional, maka pembangunannya dapat dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN). Tapi kalau sekarang ini ruas jalan Kasimbar – Tambu itu masih dibiayai APBD Provinsi Sulteng. Karena merupakan ruas jalan alternatif yang merupakan domain Pemprov Sulteng.

Disinggung soal keuntungan Sulteng dengan kepindahan Ibu Kota Negara nantinya ke Kalimantan Timur, mantan pengusaha dan konsultan proyek itu, menegaskan bahwa banyak keuntungan secara ekonomi yang dapat diperoleh Sulteng sebagai salah satu daerah penyangga.

Diantaranya suplay produksi kebutuhan pokok diantaranya sayur mayur, buah-buahan seperti Durian, Pisang, beras, kebutuhan galian C untuk pembangunan gedung-gedung pemerintah dan akses ruas jalan serta kebutuhan lainnya dari Sulteng ke Kalimantan Timur dimana Ibu Kota Negara sangat menjanjikan.

“Peningkatan Ekonomi masyarakat Sulteng sangat menjanjikan jika Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan Timur. Karena Sulteng merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Negara di Kaltim yang terdekat dan memiliki potensi sumber daya alam yang memadai. Bahkan berlimpah,”ujar Lelaki bersahaja dan low profile itu.

Kata Muhidin Pelabuhan penyeberang akan dibangun dan ditingkatkan di Tambu Pantai Barat Kabupaten Donggala. Sehingga bagi pemilik moda transportasi darat seperti Bus-bus juga punya peluang mendapatkan keuntungan secara ekonomi dengan banyaknya penumpang dari Palu, Parmo dan Poso ke Kaltim dengan menggunakan kapal penyeberang di Palabuhan Tambu nantinya. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: