“Mamuju ke Majene Paling Parah”
Bang Doel (deadline-news.com)-Sulbar-Ruas jalan nasional wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) masih banyak yang rusak.
Pantauan deadline-news.com Selasa (27/12-2022), mulai dari kabupaten Pasangkayu, Mamuju Tengah, Mamuju, Majene hingga batas Paku Polewali Mandar (Polman), masih terdapat lubang-lubang di badan jalan mengangah dan dapat membahayakan pengguna jalan.
Bukan hanya badan jalan yang rusak parah, tapi juga bahu jalan kiri kanan berlubang-lubang, tergerus air dengan kedalaman 20-30 centimeter.
Yang paling parah ruas jalan batas Mamuju ke kota Majene. Yang sangat parah itu di antara kilometer, 135 100, 99, 91, 87 dari arah Mamuju masuk ke kota kabupaten Majenen.
Preservasi ruas jalan nasional batas kota Mamuju-Tameroddo-batas kota Majene ini dikerjakan oleh PT.bangun sarana nusantara dengan nilai kontrak Rp, 24,834, 597,000, dan mulai kontrak pada 7 Januari 2022.
Di ruas Mamuju batas kota Majene ini paling banyak berlubang-lubang dibandingkan ke ruas jalan Polman. Begitu juga dari Pasangkayu ke Topoyo (Mamuju Tengah) masih sangat banyak kerusakan yang sangat parah.
Seperti di wilayah Tikke, sungai lariang sampai batas kota Topoyo (Mamuju Tengah) masih terdapat kerusakan yang cukup parah.
Diperkirakan sekitar 1-2 persen lagi kerusakan di wilayah Pasangkayu ke Topoyo itu. Sedangkan batas kota Mamuju ke batas kota Majene diperkirakan masih ada sekitar 3-5 persen kerusakan yang sangat parah.
Ruas Paku Polman sampai batas kota Majene yang dikerjakan PT.Bumi Karsa.
Rabu 28 Desember 2022, terlihat masih ada pengaspalan setengah badan jalan, tepatnya di desa Mirring Kecamatan Binuang Polman, sehingga bergelombang dan dapat membahayakan pengguna ruas jalan tersebut.
Sementara ruas jalan nasional tikke Pasangkayu batas Karossa yang dikerjakan PT.Adhi Karya masih terdapat lubang-lubang dibadan jalan dan sebagian amblas pinggir jalannya.
Selain itu terlihat ada pekerjaan penanggulan (pemasangan) batu tebing jalan dan drainase dari wilayah Tikke ke Karossa.
Sampai berita ini naik tayang masih dilakukan verifikasi dan konfirmasi kepihak yang berwewenang, baik Satker Balai Jalan Nasional wilayah besar Makassar – Sulbar maupun pihak rekanan. ***














