Proyek Talud Drainase PT.Antarnusa Karyatama Mandiri “Terbengkalai”

foto papan mall talud drainase ruas jalan nasional preservasi batas kota Tolitoli-Silodou-Malala km 421-422. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

foto talud ruas jalan nasional Satker Wilayah I Sulteng BPJN yang dikerjakan PT.Antarnusa Karyatama Mandiri. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Proyek talud drainase (saluran air-red) yang dikerjakan PT. PT.Antarnusa Karyatama Mandiri diduga terbengkalai.

foto pembangunan talud drainase yang diduga terbengkalai. foto bang Doel/deadline-news.com

Talud drainase itu merupakan salah satu item pekerjaan pada proyek preservasi ruas jalan Nasional batas Kota Tolitoli-Silondau-Malala. Pekerjaan talud drainase yang diduga ditinggalkan pekerjanya itu berada di kilometer 421-422.

Pantau deadline-news.com Ahad (26/1-2020) terlihat masih terdapat papan mall talud drainase yang dibiarkan begitu saja jatuh kedalam bekas galian. Kemudian ada bekas pengecoran talud drainase yang ujung besinya kelihatan dan saluran itu tersumbat oleh tumpukan tanah.

Selain itu terdapat pemasangan batu untuk talud di antara kilometer 390-391-414-415 masih sementara dikerjakan. Padahal mestinya proyek preservasi ruas jalan nasional batas kota Tolitoli-Silondou-Malala itu selesai per 31 Desember 2019. Proyek  preservasi itu dibiaya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2019 senilai Rp,23.811.222.399,99

Tiga orang pekerja yang didapati tim investigasi deadline-news.com di lokasi pengerjaan pemasangan batu talud jembatan ruas jalan nasional itu mengaku baru 2 bulan bekerja ditempat itu.

“Kami bekerja disini memasang batu untuk talud jembatan ini, baru 2 bulan, yakni sejak Desember 2019 hingga Januari 2020 ini,”aku para pekerja itu dan tidak mau menyebutkan namanya.

Direktur Utama PT.Antarnusa Karyatama Mandiri Jufri Katili yang dikonfirmasi via sambungan selulernya dan pesan singkat di Nomor handpone 08136868397X dijawab oleh anak Jufri katanya masih sakit tidak bisa diganggu.

“Maaf Om Papa belum bisa diganggu..masih dalam perawatan intensip dokter,”tulis anak Jufri via pesan singkat.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah I BPJN Sulawesi Tengah Irfan yang dikonfirmasi via chat whatsappnya belum memberikan keterangan secara detail. Padahal gambar-gambar pekerjaan yang diduga terbengkalai maupun yang masih dalam pengerjaan sudah dikirimkan via chat whatsappnya.

Sampai berita ini naik tayang tim Investigasi deadline-news.com bersama mediaportalmetro.com masih berada di lapangan, Tolitoli sampai Palele Buol Sulawesi Tengah. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: