Praktisi Hukum Minta Ungkap Sampai Ke Akar-Akarnya

Foto mobil honda jezz plat DN 1111 NG yang ditangkap paminal Polda Sulteng yang diduga angkut uang suap casis bintara Polri. Foto dok deadline-news.com
0

 

“Semua Panitia Casis Perlu Diperiksa”

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Praktisi hukum Egar Mahesa,SH,MH meminta dugaan suap penerimaan casis bintara Polri diusut sampai akar-akarnya.

“Sebagai praktisi dan pemerhati serta bagian penegak hukum saya minta agar ini diproses lebih lanjut sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya bintaranya jadi korban,”tegas advokat muda itu.

“Semua panitia casis perlu diperiksa, terutama Kabid Dokkes,”tegas Mahessa.

Pada 28 Juli 2022, seorang Bripda berinisial D tertangkap tangan oleh Paminal Polda Sulteng membawa uang sebanyak Rp,4,4 miliyar.

Diduga uang sebanyak itu berasal dari orang tua 18 casis bintara polri pada penerimaan casis bintara Polri gelombang ke 2 tahun 2022.

Diduga Bripda D adalah sopir Kabid Dokkes dr.Budi. Sementara Kabid Dokkes dr.Budi ketika penerimaan Casis termasuk panitia penerimaan casis bintara polri ketika itu.

Ironisnya Bripda D tidak dilakukan penahanan badan. Padahal dialah saksi kunci untuk membongkar benang kusut suap atau pungutan liar (Pungli), penerimaan casis bintara polri melalui Polda Sulteng tahun 2022.

Kabid humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto menjawab konfirmasi deadline-news.com Selasa (16/8-2022), mengatakan yang bersangkutan pernah dilakukan penahanan ditempat khusus (Patsus).

“Awalnya selama 7 hari di patsus untuk memudahkan pemeriksaan, selesai pemeriksaan yang bersangkutan dilepas, setelah dilakukan sidang kode etik bisa dilakukan penahanan kembali maksimal 30 hari,”tulis kombes Didik.

Disinggung soal keterlibatan Kabid dokkes dr.Budi sebagai panitia penerimaan casis bintara polri?

Didik membenarkannya, ya sebagai salah seorang panitia casis gelombang ke 2.

“Betul,”tulis Didik Supranoto.

Ditanya mobilnya siapa itu honda jezz plat DN 1111 NG dan yg datsun masing-masing warna putih?

Jawab Didik yang digunakan Bripda D saat ditangkap membawa uang Rp,4,4 M
Adalah mobilnya sendiri.

“Itu mobil miliknya Briptu D sendiri,”jelas Didik.

Pada penerimaan casis bintara polri tahun 2022, sebanyak 332 calon bintara Polri mengikuti seleksi hingga akhir, dan yang dinyatakan lulus terpilih sebanyak 315 orang terdiri dari pria 308 orang dan wanita 7 orang.

Dari 315 orang yang dinyatakan lulus itu, terpilih akan mengikuti pendidikan calon Bintara Polri gelombang II tahun 2022 sebanyak 227 orang dan sisanya 88 orang akan masuk pendidikan gelombang I tahun 2023.

Apakah 227 ini lulus murni ataukah dibebankan pembayaran seperti yang 18 orang terungkap membayar dengan total Rp, 4,4 miliyar yang disita dari tangan Bripda D yang notabene sopir Kabid Dokkes dr.Budi.

Jika mereka yang lulus itu semua membayar, maka tidak keliru dugaan suap casis bintara Polri mencapai Rp, 25 miliyar. Tapi hanya Rp, 4,4 miliyar yang dimunculkan ke publik.

“Informasi yang kami peroleh diduga uang setoran casis bintara polri pada penerimaan tahun 2022 baik gelombang 1 dan 2 mencapai Rp, 25 miliyar,”kata sumber deadline-news.com group detaknews.id.

Sementara Kabid Humas Kombes Pol Didik Supranoto melalui kompol Sugeng menyebutkan itu keliru, yang benar hanya Rp, 4,4 miliyar, itupun sudah dikembalikan ke para orang tua casis bintara polri yang digugurkan karena melanggar fakta integritas. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: