Petani Keluhkan Proyek Irigasi Percetakan Sawah Baru Dimatra

Inilah jaringan irigasi percetakan Sawah Baru di Desa Ako yang dikeluhkan petani. Foto: Antara
0

Inilah jaringan irigasi percetakan Sawah Baru di Desa Ako yang dikeluhkan petani. Foto: Antara
Inilah jaringan irigasi percetakan Sawah Baru di Desa Ako yang dikeluhkan petani. Foto: Antara

DOEL-PASANGKAYU-Sulbar (koranpedoman)-Pemerintaha kabupaten Mamuju Utara (Matra), telah membuka lahan pertanian Sawah Baru dibeberapa Desa. Hanya saja ada yang tidak produktif, karena jaringan irigasinya tidak memadai. Sebut saja proyek percetakan sawah di Desa Pangian, Bambaira, dan Rondomayang Kecamatan Bambaira. Tapi yang paling tidak menghasilkan adalah di Desa Bambairan, demikian dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Bambaira Azis.

Menurutnya percetakan Sawah yang diprogramkan pemerintah Kabuapten Matra tahun 2011-2013 banyak yang tidak berhasil. Pasalnya jaringan irigasi yang tidak memadai. Bergitu juga di Desa Ako cematan Pasangkayu, airnya melimpah, tapi tidak tersalurkan secara baik. Pasalnya proyak jaringan Irigasi tahun 2014 senilai kurang lebih Rp, 95 juta itu, pengerjaannya asal-asalan. Bayangkan saja belum dimakan aktu sudah retak-retak.

Ironisnya lagi, jaringan irigasinya lebih rendah dari Sawah. Padahal mestinya Irigasi lebih diatas ketimbang Sawah sehingga petani dengan muda mengaliri air Sawah. Selain jaringan irigasinya rendah, lebarnya juga sangat kecil, hanya sekitar 50 centimeter saja. Dan celakanya lagi, 11 hektar Sawah baru di Desa Ako itu bakal mengalami kriris air jika musim kering tiba. Demikia ditegaskan ketua kelompok Tani Desa Ako Haruna yang didampingi bendahara kelompok Abubakar saat ditemui dikolasi percetakan Sawah baru Jumata (2/1-2015) pekan lalu.

Kata mereka, jaringan irigasi yang baru dibangun itu lebih tepat sebagai pembuangan air Sawah. Namun begitu kejanggalannya tidak memiliki lubang pembuangan dari Sawah, “sehingga kami bingung apakah ini pembuangan atau jaringan irigasi untuk mengaliri air Sawah kami,”ujar Haruna yang diamini Abubakar.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Drs.Muhammad Natsir, MM yang dikonfirmasi disela-sela peninjauan lapangan lokasi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW mengatakan memang proyek itu untuk pembuangan air, bukan untuk pengairan Sawah. Makanya desainnya lebih rendah dari Sawah. Hal senada juga ditegaskan Bupati Matra Ir.Agus Ambo Jiwa, MP. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: