Perwakilan Kedutaan Filipina dan Brunei Kunjungi Walikota Palu

foto Walikota Palu Drs.Hidayat,M.Si menerima kunjungan perwakilan kedutaan Filipina, Brunei Darussalam bersama AHA Centre. foto Humas/deadline-news.com
0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wali kota Palu Drs. Hidayat, M.Si didampingi Asisten II bidang Administrasi Perekonomian Setda kota Palu, Ir. Singgih B. Prasetyo menerima kunjungan staf perwakilan negara Filipina dan Brunei bersama AHA Centre di Ruang Kerjanya Rabu (23/10-2019).

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahim sekaligus meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bantuan dari Filipina dan Brunei Darussalam melalui AHA Centre beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui AHA Centre merupakan sebuah organisasi inter-governmental yang bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan international organisations for disaster management and emergency response di Wilayah ASEAN.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Hidayat mengucapkan terima kasih atas kunjungan para staf kedutaan dari Filipina maupun Brunei Darussalam yang akan meninjau pembangunan 75 Huntap yang ditargetkan akhir Desember 2019 selesai.

“Huntap AHA Centre nantinya akan berada di pinggir jalan raya karena kita baru buka jalan selebar 40 meter dari belakang Kampus Untad hingga kelurahan Talise,” ungkap kandidat Doktor Kebijakan Publik di Untad Palu itu.

Wali kota menjabarkan bahwa sekitar 55.000 unit rumah rusak akibat bencana tanggal 28 September 2018 silam yang melanda kota Palu, Sigi, dan Donggala. Kurang lebih, katanya ada sekitar 6.000 KK yang akan direlokasi ke Huntap.

“Kalau kita hitung bantuan Huntap yang ‘real’ yaitu dari Yayasan Buddha Tzu Chi 1500 unit, Kementerian PUPR RI 200 unit, AHA Centre 75 unit, Apeksi 11 unit dari Wali kota Surabaya, dan rencana ada dua Wali kota lain yang akan menyumbang masing-masing satu unit Huntap,” jelas Wali kota.

Selain itu, menurut Wali kota ada fasilitas dan infrastruktur lain yang juga harus dibangun seperti pasar, Puskesmas, bahkan sekolah-sekolah yang masuk di Zona Merah rawan bencana maupun sekolah yang hancur akibat bencana setahun yang lalu.

“Olehnya harapan kami, negara-negara Asean juga turut membantu dalam hal ini. Apalagi sampai sekarang masih ada sekitar 300 KK lebih di tenda-tenda pengungsian dan sekitar 40.000 jiwa ada di Huntara yang ukuran biliknya tidak besar,” lanjut Wali kota.

Selain itu Wali kota juga menjelaskan tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah kota Palu pascabencana, salah satunya memperbaiki seluruh jalan yang rusak di kota Palu dalam waktu 14 hari pascabencana. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: