Pemkot Palu Ikuti Sosialisasi Penurunan Resiko STUNTING

foto dokter Husaema dalam satu kesempatan. foto dok humas/deadline-news.com
0

Nanang (deadline-news.com)-Palusulteng-Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Gambaran inilah yang tertuang dari acara rembuk aksi percepatan penurunan Stunting serta pelaksanaan sosialisasi perpres no 75 tahun 2019 tentang perubahan perpres no 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan nasional.

Acara rembuk aksi penurunan Stunting dilaksanakan di ruang pertemuan hotel Santika Palu Senin (18/11-2019). Dalam kesempatan tersebut, walikota palu diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemkot Palu Yudhi Riyani Firman S.Sos M.Si dan juga Kadis Kesehatan kota palu dr H Husaema.

Acara dibuka langsung gubernur Sulteng, Drs H Longky Djanggola M.Si, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sulteng Hj Nilam Sari Lawira, para kepala OPD se sulteng dan pejabat terkait lainnya serta pejabat dati BPJS Kesehatan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut gubernur sulteng menyebutkan bahwa penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi program-program nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah.

Penurunan stunting ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang harus dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di kabupaten/kota.

Dengan adanya rembuk stunting ini kata gubernur sulteng menambahkan maka tingkat koordinasi pembinaan pengawasan dan pelaksanaan penurunan stunting menjadi suatu rangkaian yang terpadu, seirama dan sinergitas. Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama aksi percepatan penurunan stunting. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: