Masjid Pengganti Terdampak Gempa, Likuifaksi dan Tsunami Diresmikan

0

Ilong (deadline-news.com)-Palusulteng-Wakil Wali kota Palu, Sigit Purnomo Said didampingi Plh. Sekretaris Daerah kota Palu, Imran Lataha saat menghadiri Peresmian Masjid Nurul Huda, kelurahan Pengawu, kecamatan Tatanga, kota Palu Kamis (5/9- 2019).

Masjid yang terdampak parah akibat bencana Gempa, Likuifaksi dan Tsunami (Genit-red) pada tanggal 28 September 2018 silam itu dibangun kembali oleh Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN yang peletakkan batu pertamanya telah dilakukan pada Maret 2019 kemarin.

Dalam sambutannya, Wakil Wali kota Palu Sigit alias Pasha menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama Pemerintah dan masyarakat kota Palu kepada IIP BUMN yang telah memberikan bantuan pembangunan kembali Masjid Nurul Huda Pengawu ini.

Menurutnya, dalam proses pemulihan kembali kota Palu pascabencana kemarin, Pemerintah kota Palu tak henti-hentinya menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang akan memberikan bantuan baik tenaga, materi, hingga sumbangsih pemikiran.

“Ini membuktikan kota Palu merupakan bagian dari Indonesia. Bahkan tidak hanya itu, dari luar negeri pun juga mengambil peran untuk membangun kembali kota Palu,” ungkap Wawali Sigit.

Selain itu, Wawali Sigit sangat kagum dengan bentuk dan model Masjid Nurul Huda Pengawu yang kembali dibangun oleh IIP BUMN. Olehnya, Ia mengimbau agar masyarakat setempat menjaga dan merawat Masjid tersebut.

“Harus kita jaga pemberian saudara-saudara kita. Kita makmurkan Masjid ini. Jangan sampai Masjid yang begitu indah ini malah kosong dan tidak terawat,” katanya.

Masjid Nurul Huda Pengawu ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum IIP BUMN, Eri Imam Apriyanto bersama Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN RI, Hambra Samal mewakili Menteri BUMN RI.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi dari IWABRI dan IIP BUMN Korwil D bersama masyarakat kota Palu dalam mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih sekaligus memberikan bantuan 13 set tempat sampah non-organik dan organik serta 350 tumbler untuk masyarakat setempat. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: