Ketum PW DMI Sulteng Letakkan Batu Pertama Rumah Muallaf, Dua Wanita Bersyahadat

Foto Ketum PW DMI Sulteng H.Ahmad Ali,SE letakkan batu pertama pembangunan Rumah Dhuafa Kampung Muallaf di Sigi. Foto Nelwan/deadline-news.com
0

 

Nelwan (deadline-news.com) SigiSulteng- Sabtu petang sekitar pukul 17: 00 wita, ketua umum Pimpinan Wilayah dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sulawesi Tengah H.Ahmad Ali,SE meletakan batu pertama rumah dhuafa Kampung Muallaf di Desa Padende Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.

Hadir mendampingi Ketum PW DMI Sulteng diantaranya ketua PD DMI Sigi Agus Lamakarate, Mantan rektor 2 dan 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Palu 2006 – 2010 hingga 2014 – 2018, Doktor H. Azma N Mardjun M, Pd, Kepala are Bank Syariah Indonesia (BSI) Palu Wawan Purwanto, PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Aksi Tanggap Darurat (ACT), PB Alkhairaat Palu, Kepala desa (kades) Padende/Marawola Drs. Samsi Jahudin, Imam Masjid Rumah Muallaf Istamrun, serta donatur lainya juga para tamu undangan warga desa Padende lainnya.

Berbagi sedekah Ramadan pada momen itu yakni paket pakaian dan sembako yang dibagikan kepada sejumlah 33 kepala keluarga (KK) kaum dhuafa di kampung muallaf.

Selain peletakan batu pertama rumah muallaf, juga acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan buka puasa bersama (bukber).

Pantauan deadline-news.com Sabtu (24/4-2022) setelah usai secara simbolis peletekan batu pertama, ketum PW DMI Sulteng Ahmad Ali melekakukan serangkaian koordinasi secara persuasif dan hikmat dengan kades Padende dan kepada para pendonor yang turut berbagi donasi dalam hal membantu para kaum dhuafa muallaf di desa setempat.

Mat Ali mengatakan begitu heroik dan hikmatnya acara yang dihelat oleh PW DMI Sulteng ini, sehingga banyak pihak berkolaborasi tergerak hatinya untuk membantu para dhuafa muallaf ini.

“Dan ini merupakan kewajiban kita meringankan beban mereka dari faktor kemiskinan, dan itu adalah prioritas utama DMI Sulteng menuntaskan kemiskinan membantu pembangunan rumah Kampus kaum dhuafa muallaf agar mereka dapat hidup layak,”ujar anggota DPR RI Fraksi Nasdem dua periode itu.

Mat mengajak semua pihak ikut membantu membangun presfektif dengan kaidah agama dan menggembleng para muallaf tersebut dengan ilmu agama yang religiaus dan mumpuni, supaya bisa setara dengan warga desa lainya.

Selain itu kata wakil ketua umum (Waketum) DPP Partai Nasdem itu, hiruk pikuk pembangunam yang menggema di jagat nusantara bill khusus di Sulteng itu sendiri, ternyata masih ada sekolompok atau komunitas masyarakat di lembah Palu dan Sigi yang hidupnya masih memprihankan.

“Dan pemukiman mereka tidak layak huni, maka dalam program PW DMI ini untuk membangun rumah dhuafa kampus Muallaf 33 KK ini. Kita prioritaskan dalam rentang waktu 8 hari kedepan harus kelar, dan sisanya akan di selesaikan lewat lebaran, “tegasnya.

Mat menegaskan padahal sejatinya, menjadi satu tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan sandang, papan dan pangan bagi para kaum dhuafa muallaf agar tidak jadi kesenjangan buat mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Dalam kesempatan ini program PW DMI berbagi bersama para dermawan dari beberapa unsur lembaga di Sulteng guna membantu komunitas masyarakat yang hidup tidak layak.

Kata Mat, kali ini, pihak pemerintah desa, kades Padende telah menyediakan lahan untuk membangun pemukiman masyarakat kaum dhuafa muallaf seluas 15 × 20 meter.

“Program pembangunan pemukiman selanjutnya akan diagendakan tahun depan oleh BPSP secara keseluruhan, “tandanya.

Deselah-selah pembagian pakaian dan pangan, ada kegiatan religiaus yang meharukan dan membuat para insan pers, pejabat juga para dermawan semua terenyuh.

Yakni dua orang wanita yang di islamkan oleh ustadz dari PB Alkhairaat Palu. Mereka dituntun mengucapkan dua kalima Syahadat untuk jadi muallaf di momen itu.***

 

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: