ITB Kenalkan Teknologi Ransel Cerdas Untuk Persemaian Rotan Lestari

Zubair (deadline-news.com)-Donggala-Tim lintas fakultas Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, meluncurkan Ransel Cerdas (ITB Smart-Nursery Backpack), sebuah unit persemaian portabel untuk mendukung regenerasi bibit rotan berkelanjutan melalui pendekatan “Hutan ke Rumah” (Forest-to-Home) di kawasan Hutan Desa Nupabomba.

Regenerasi rotan di alam menghadapi tantangan serius, terutama pada fase perkecambahan (germinasi) dan pertumbuhan awal.

Banyak biji gagal berkecambah, sementara bibit muda yang tumbuh tanpa perlindungan rentan terhadap serangan hama dan tekanan lingkungan.

Kondisi tersebut menyebabkan tingkat keberhasilan hidup (survival rate) bibit rotan di habitat alaminya umumnya tidak melebihi 5 persen, sehingga mengancam keberlanjutan rotan sebagai sumber daya yang bernilai ekologis sekaligus ekonomis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim ITB mengembangkan Ransel Cerdas untuk Persemaian (ITB Smart-Nursery Backpack), yaitu unit persemaian portabel berbentuk tas punggung yang mampu menampung 50–100 bibit rotan per unit.

Perangkat ini dilengkapi sistem penyiraman otomatis, lampu UV, sensor kelembapan, serta pelindung dari hama.

Teknologi tersebut memungkinkan bibit rotan dirawat secara optimal di lingkungan rumah pada fase awal pertumbuhan, sebelum dipindahkan kembali ke kawasan hutan sehingga peluang hidupnya meningkat secara signifikan.

“Ransel Cerdas untuk Persemaian Rotan Lestari (ITB Smart-Nursery Backpack) kami rancang sebagai teknologi yang dapat dikendalikan melalui telepon pintar untuk mengatur sistem sensor secara otomatis. Dengan teknologi ini, masyarakat dan petani rotan dapat berperan langsung membantu proses perkecambahan dan perawatan bibit rotan pada fase kritis selama tiga bulan pertama, langsung dari rumah,” ujar Dr. Acep Purqon, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB menjawab media ini Jum’at (24/7-2026) di Donggala.

Menurutnya pendekatan desain Ransel Cerdas untuk Persemaian Rotan Lestari (ITB Smart-Nursery Backpack) ini mengintegrasikan rekayasa sistem ekologis dengan prinsip keberlanjutan sosial.

“Unit ini dirancang agar mudah dikendalikan melalui telepon pintar, mudah dipindahkan, serta menghadirkan elemen penghijauan di dalam hunian melalui konsep biophilic co-living,”jelasnya.

Kata dia, dengan demikian, persemaian tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembibitan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang memperkuat hubungan manusia dengan alam sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman berhuni.

“Keunggulan utama program ini terletak pada kolaborasi erat dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, sebagai pelaksana utama di lapangan,”ungkapnya.

Ia mengatakan bersama Kepala Desa Idral, Sekretaris Desa Iful Daud, Ketua LPHD Nupabomba Yen, para komunitas petani rotan, serta Kamardin, S.T. dari PT Bamba Rattan Furniture (Palu), tim ITB terlibat langsung dalam implementasi dan pengoperasian ITB Smart-Nursery Backpack di kawasan hutan.

Ia menjelaskan keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pembibitan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam konservasi hutan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

“Keterlibatan PT Bamba Rattan Furniture sebagai representasi industri kecil dan menengah (IKM) memastikan proses transfer pengetahuan berlangsung dari komunitas petani hingga mitra usaha. Dengan demikian, terbentuk alih pengetahuan yang utuh dari hulu hingga hilir,” ujar Deny Willy Junaidy, Ph.D., dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

Implementasi program di Hutan Desa Nupabomba dilaksanakan pada Jum’at 24 Juli 2026.

Kata dia, sebelumnya, tim telah mengembangkan prototipe ITB Smart-Nursery Backpack menggunakan teknologi 3D printing di Furniture & Living Lab FSRD ITB, yang kemudian diintegrasikan dengan sistem kendali cerdas berbasis aplikasi.

Ia menambahkan melalui sinergi antara ITB, LPHD Nupabomba, dan pihak IKM program ini diharapkan menjadi model baru persemaian rotan berkelanjutan berbasis konsep “Hutan ke Rumah” (Forest-to-Home).

“Model tersebut mengintegrasikan inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian ekosistem hutan tropis, serta penguatan ekonomi lokal,”sebutnya.

Ia berharap ke depan, dukungan pemerintah daerah, kementerian, dan instansi terkait diharapkan dapat memperluas penerapan model ini di berbagai kawasan penghasil rotan di Indonesia.

Tim Pelaksana – Institut Teknologi Bandung (ITB)

Ketua: Acep Purqon, Ph.D. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA ITB)
Anggota:

• Deny Willy Junaidy, M.T., Ph.D. — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD ITB)

• Prof. Ramadhani Eka Putra, Ph.D. — Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH ITB)

• Mahasiswa ITB. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top