Kehadiran Matt Wright Untungkan Suriani

Sugiarto (deadline-newa.com)-Palusulteng-Kedatangan Matt Weight ke Kota Palu, untuk menyelamatankan buaya berkalung ban yang berada di muara sunga Palu, menjadi keuntungan bagi ibu Suriani dan Suaminya Safrudin.

Pasangan suami istri yang juga merupakan penyintas korban bencana likuifaksi balaroa tersebut, merupakan masyarakat yang sangat beruntung dengan adanya buaya berkalung ban dan datangnya Matt untuk melepaskan Ban pada buaya itu.

Suriani mengungkapkan, sejak adanya perburuan buaya berkalung ban oleh Matt Wright dan tim BKSDA, untuk menyelamatkan buaya itu penghasilan yang ia terima sedikit meningkat di banding sebelum adanya pelaksanaan penangkapan buaya ban itu.

“Karena orang yang datang di sini untuk menyaksikan penangkapan dan penyelamatan buaya berkalung ban ini, tidak hanya siang, tetapi juga malam banyak masyarakat yang datang di sini,” ucap Suriani.

Menurutnya, masyarakat tersebut tidak ingin ketinggalan dengan moment dan aksi heroik Matt saat akan melakukan penangkapan terhadap buaya itu, serta berantusias ingin menyaksikan langsung jika ban pasa buaya itu berhasil di lepasakan.

Pasutri tersebut, menjual berbagai jajanan mulai dari Kopi manis, Teh manis, mie goreng rebus dan binte, yang mana harganya cukup terjangkau untuk para pengunjung mulai dari Kopi dan Teh seharga Rp. 5.000 sementara Mie telor di jual seharga Rp. 10.000 yang di suguhkan bagi yang ingin melihat buaya dan aksi Matt Wright yang juga adalah bule asal Australia itu.

Untungan yang bisa di dapatkan bagi Suriani dan suaminya

Sejak kunjungan Matt, sehari ia bisa menangguk untung Rp500 ribu – Rp600 ribu. Pada hari hari biasanya, pasangan ini hanya bisa meraup Rp100 ribu per hari. Namun kini setelah Matt kembali ke negaranya, kunjungan warga di pastikan menurun drastis.

”Ya sudahlah kita kembali ke awal lagi,” kata suaminya sambil meracik kopi, mengomentari kepulangan penjinak buaya itu ke negara asalnya yaitu Australia.

Seminggu terakhir, suami istri ini selalu bermalam di lapaknya. Pasca kepulangan Matt ke negaranya, pasangan yang belum punya anak ini, mengaku kembali tidur di kos nya di Jalan Raja Moili.

Suriani dan suaminya sebelumnya tinggal di Jalan Kelor – Palu Barat. Kediaman mereka hancur dihantam likuefaksi pada 28 September 2018 silam.

Mereka berharap Matt benar benar akan kembali ke kota Palu, karena sebelum kepulangannya ke Australia dia berjanji akan kembali pada bulan Mei mendatang untuk kembali membantu penyelamatan buaya itu.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top