Zubair (deadline-news.com)-Morowali-Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, melakukan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kabupaten Morowali dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat dan berkomitmen mengawal persoalan yang menjadi keresahan warga.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah di Kabupaten Morowali.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat Syarifudin Hafid menggelar pertemuan di Desa Uedago, Kecamatan Bungku Barat.
Dalam kesempatan itu, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, Politisi Partai Demokrat yang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah itu menegaskan solusinya akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Morowali dan Gubernur Sulawesi Tengah agar segera mendapat perhatian.
“Saya akan sampaikan kepada Pak Bupati dan Pak Gubernur. Karena dua desa yang saya datangi ini, persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah gas,” tegas Syarifudin, dikutip dari akun TikTok resminya, Senin (22/6-2026).
Menurutnya, tingginya tingkat konsumsi LPG di Morowali menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan menjadi salah satu indikator perkembangan daerah. Karena itu, persoalan distribusi gas bersubsidi perlu segera mendapat solusi agar tidak terus membebani masyarakat.
“Morowali ini memang luar biasa. Artinya, salah satu ciri daerah yang sudah maju karena memang pemakaian gas ini sangat tinggi,” ujarnya.
Selain mengunjungi Desa Uedago, Syarifudin Hafid juga melaksanakan Kundapil di Desa Wata. Dalam kunjungan tersebut, ia turut menyoroti tingginya angka pengangguran di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara.
Ia pun mendorong masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan anggota karang taruna, untuk aktif meningkatkan keterampilan melalui berbagai pelatihan yang dapat menunjang peluang kerja maupun usaha mandiri.
Syarifudin bahkan menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
“Anak-anak karang taruna, bikin kelompok, bikin proposal. Saya akan bantu pelatihannya, mulai dari pelatihan merias wajah, memasak, kalau perlu ada pelatihan MC,” tuturnya di hadapan warga Wata.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat tidak berhenti pada tahap penyerapan semata, melainkan dapat ditindaklanjuti menjadi program dan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Morowali dan Morowali Utara. Dikutip di metrosulteng.com. ***




















