Bupati Buol Berharap Dapat WTP Lagi dari BPK

0

 

M. Ramly Bantilan (deadline-news.com)- Buolsulteng-Bupati Buol memimpin langsung Rapat Kerja Dalam Rangka Tindak Lanjut Atas Pelaksanaan Exit Meeting badan pemeriksa keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng, di Aula Kantor Bupati, Senin (7/3-2022).

Dalam arahannya Bupati Buol menekankan agar dalam kurun waktu beberapa hari kedepan laporan dapat terselesaikan.

“Saya berharap, waktu kurang lebih 10 hari ini, di manfaatkan oleh tiap OPD. Ini tahun terakhir. Semoga opini dari BPK masih pada posisi WTP,” ujar Bupati.

Sebab, menurutnya masih ada beberapa hal yang masih harus di maksimalkan, semisal belanja modal, dan belanja barang dan jasa.

“Dana BOS, BLUD, PDAM, Perusda, Rumah Sakit dan beberapa OPD penting, agar segera menyelesaikan laporan kepada BPK” tegas Bupati.

Bupati Buol juga menyoroti salah satu laporan BPK tentang masih adanya penggunaan dua sistem SIPD/SIMDA. Berkaitan dengan penggunaan SIPD, masih ada juga yang menggunakan SIMDA.

Bagi saya tidak masalah, yg terpenting adalah sinkronisasi penggunaanya” ucap Bupati.

“SIPD dan SIMDA hanya Tools, alat mempermudah kita bekerja. Sebab, di Buol di temukan masih menggunakan keduanya,”lanjut Bupati.

Bmenurut Bupati juga menekankan agar setiap OPD lebih pro aktif dan banyak berkonsultasi dengan inspektorat di sisa waktu yang ada. Kita akan Evaluasi kembali di Tanggal 15, sebelum dokumen hasil pemeriksaan di serahkan” ujar Bupati.

Hegemoni Ideologi dan Neoliberalisme. Hal berikutnya yang beliau soroti adalah tentang bahaya dan ancaman hegemoni ideologi sangatlah jelas.

“Oleh sebab itu, perlunya membaca. Karena dengan membaca kita mendekatkan diri dengan fonomena yang ada” terang Bupati.

Setelah perang dunia berakhir, ancaman dunia saat ini adalah muncul Neoliberalisme yang menghantam semua lini kehidupan manusia.

“Neoliberalisme sangat nyata melemahkan kekuatan negara dan ekonomi rakyat. Atas dasar itu, Semua program kita memiliki nilai filosofis, baik Taura, P3K, One Man One Cow” ujar Bupati.

Tugas pemerintah bukan memberi uang, tetapi memberi akses ekonomi yang dapat memberi nilai tambah ekonomi pada rakyat untuk beberapa tahun mendatang.

Dengan memberikan akses ekonomi maka rakyat menjadi survife dan dengan sendirinya dapat membendung ancaman hegemoni ideologi yang menyesatkan.

Mengakhiri arahannya Bupati menitipkan harapan untuk memaksimalkan fungsi masjid :

“Olehnya dari Masjid kita akan melakukan kaderisasi melawan ideologi barat dan neoliberalisme, sebab, masjid kita yakini adalah modal dan kekuatan kita,” tutup Bupati.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: