Raker MUI Bahas Program Pemberhentian Kekerasan Perempuan – Anak

Amat (deadline-news.com)-Palu-Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, membahas upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak didaerah tersebut, sebagai upaya pembangunan manusia.

Ketua MUI Palu, Prof. Zainal Abidin M.Ag dalam sambutannya menyatakan menyatakan salah satu tantangan dan problem yang saat ini sedang dihadapi oleh bangsa dan daerah yaitu marak dan tinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tantangan yang dihadapi oleh MUI saat ini sangat beragam dan banyak, karena itu MUi harus bersifat dinamis menghadapi masalah dan problem yang ada salah satunya yaitu tingginya angka kekerasan perempuan dan anak,” ungkap Prof. Zainal Abidin di Mercure Hotel, Sabtu (8/4-2017).

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu tersebut mengatakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya perempuan yaitu dengan mendorong dan mempercepat program pemberdayaan.

Program itu untuk menangkal dan membendung serta menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih sering terjadi diberbagai daerah termasuk Kota Palu.

Kemudian perdagangan manusia dan perempuan dengan berbagai modus salah satunya membuka lowongan kerja dengan mempekerjakan perempuan di luar negeri, dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Serta, kata dia, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan atau mengeluarkan perempuan dari kemiskinan daerah, untuk capaian Indeks Pembangunan Manusia.

“Salah satu target capaian pemerintah dalam Millenium Development Goals (MDGs) yaitu mengeluarkan perempuan dari kemiskinan dan keterbelakangan,” ujarnya.

Ia menegaskan tugas MUI Kota Palu yaitu membantu pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak, dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dan keterampilan dari sisi agama.

“MUI adalah lembaga agama tempat berkecimpun dan kiblat umat, karena itu MUI bertugas dan berkewajiban memberikan pencerahan serta pembinaan kepada masyarakat termasuk perempuan dan anak,” urainya.

Ketua Panitia Rapat Kerja MUI Palu, Mohammad Munif A Godal mengatakan bahwa raker mengangkat tema tentang meningkatkan peran ulama dalam pembinaan ummat, mencegah berkembangnya gerakan radikalisme, demi terwujudnya masyarakat yang berakhlakul karimah dalam bingkai NKRI.

Raker MUI diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus dari berbagai bidang, yang dilaksanakan di Mercure Hotel Kelurahan Lere Kota Palu berlangsung sehari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *