Mat Ali : Berikan Kesempatan Ke Yang Lain!

foto kopi pahi Bang Doel/deadline-news.com
0

 

Foto H.Ahmad M Ali duduk bersama HM.Hidayat Lamakarate saat bincang-bincang di Sekretariat DMI Wilayah Sulteng. Foto Bang Doel/deadline-news.com

 

Malam itu Selasa (5/4-2022), usai salat Taraweh, saya janjian dengan wakil ketua umum (Waketum) DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad M Ali, SE saat bertemu di peletakan batu perta pembangunan Masjid Jami Huntap 1 Tondo Palu.

Rencananya wawancara khusus terkait beberapa hal, diantaranya terkait “pemecatan” Bupati Tojo Unauna Muhammad (Mat) Lahay,SE dan Imam Kurniawan Lahay dari kader dan anggota Nasdem.

Termasuk mengapa lelaki yang akrab disapa Mat Ali itu  memilih istirahat dari panggung politik Nasional dimana dirinya tidak lagi mencalonkan diri maju sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah pada Pemilihan umum 2024 mendatang.

Usai salat Taraweh saya menunaikan janji itu untuk bertemu politisi Nasdem itu untuk bincang-bincang di kediamannya, jalan Swadaya, namun karena ada kegiatan donor darah di sekretariat Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI), kami bergegas kesana jalan Balai Kota Palu.

Disana terlihat banyak relawan palang merah Indonesia (PMI) dan masyarakat dari 4 penjuru angin kota Palu.

Mayoritas emak-emak. Di depan Sekretarian DMI telah terparkir mobil bus PMI siap melayani para pendonor.

Mereka di daftar, didata satu persatu dan diperiksa kesehatannya, apakah layak atau tidak mendonorkan darahnya malam itu, termasuk Ketua Umum DMI wilayah Sulteng Ahmad Ali.

Usai mendonorkan darahnya, kami pun masuk ke ruangan Sekretariat DMI yang tengah dipasangi Karpet tebal berwanah hijau.

Dr.Suparman Syamsudin dan beberapa petinggi DMI hadir di Selasa malam itu. Dr.Suparman dan Mat Ali mengawali pembicaraannya dengan isu-isu Suksesi Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ekonomi Untad, lalu menyinggung soal kiprah Mat Ali sebagai anggota DPR RI Dapil Sulteng.

Mat mengatakan sudah cukuplah baginya dua periode menjadi wakil rakyat Sulawesi Tengah di Senayan.

“Waktu 10 tahun itu lama, olehnya cukuplah bagi saya dua periode menjadi anggota DPR RI dan pada pemilihan umum legislatif untuk DPR RI 2024 dari dapil Sulteng saya tidak lagi. Kita berikan kesempatan kepada yang lainnya,”ucapnya mantap.

“Kalau kita terus, kapan yang lain bisa maju. Kaderisasi perlu dilakukan di daerah ini, jangan hahya Ahmad Ali yang bisa duduk di kursi legislatif di Senayan, tapi yang lain juga harus diberi kesempatan yang sama,”ungkapnya dengan nada serius.

Mat menegaskan dirinya akan fokus mengurus organisasi keummatan yakni DMI.

“Mari kita Makmurkan dan Dimakmurkan Masjid,”kata Mat dengan nada mengajak semua pengurus dan ummat Islam.

Karena menurutnya banyak Masjid-Masjid di daerah ini kurang terawat, olehnya melalui DMI kita ajak ummat bersama-sama memakmurkan Masjid.

Bagaimana memakmurkan Masjid? Tentunya dimulai dari pegawai sarahnya, dan ummat rajin beribadah secara berjamaah di Masjid-Masjid itu.

Kemudian kita jadikan Masjid pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendididkan, misalnya kita lakukan kajian-kajian tentang peradaban Islam.

Dan Dimakmurkan Masjid maksudnya adalah menjadikan halaman Masjid yang luas sebagai pusat perekonomian Ummat.

Misalnya para pelaku usaha kecil menengah (UKM) kita dukung dan perbesar usaha-usaha mereka, sehingga perekonomian ummat dapat ditingkatkan. Mulai dari manajemennya hingga permodalannya, serta mengajak ummat dapat berbelanja disitu, dengan demikian perekonomian ummat dapat hidup dan berkembang sejajar dengan usaha-usaha lainnya.

Sekitar 2 jam diskusi tentang politik, sosial, ekonomi dan keummatan di sekretariat DMI Sulteng itu.

Saat diskusi hangat tiba-tiba muncul ketua PMI Sulteng Dr.Moh.Hidayat Lamakarate,M.Si dan beberapa tokoh DMI diantaranya Iqbal Andi Magga,SH,MH, Umar Larosi dan yang lainnya.

Untuk lebih menghidupkan suasana saya berkata ke mereka, momentum ini pas sekali untuk memulai memasangkan Ahmad M Ali – Hidayat Lamakarate dengan tagline “MAHIR” di 2024.

Mat dengan Hidayat bersama yang lainnya di ruangan itu tertawa, lalu saya mempertegas ada 3 pasangan bakal calon Gubernur di 2024 yakni Mahir (Ahmad Ali – Hidayat Makarate), kemudian pasangan CUAN (Rudy Mastura atau Cudy – Anwar Hafid dan pasangan Iman (Irwan Lapatta – Ma’mun Amir).

Ahmad Ali merupakan salah satu tokoh dari Timur Sulteng sedangkan Hidayat Lamakarate merupakan salah seorang tokoh lembah Kaili.

Sehingga sangat tepat dan cocok jika di Pilgub Sulteng 2024 mereka berpasangan dengan koalisi Partai Nasdem – Gerindra.

Sedangkan pasangan CUDY – ANWAR juga representasi perpaduan tokoh lembah Palu (Kaili) dengan wilayah Timur Sulteng.

Jika mereka ditakdirkan berpasangan pada momen Pilgub 2024, maka bisa jadi koalisi Partai Demokrat dengan Partai Golkar.

Sedangkan Mohamad Irwan Lapatta juga merupakan tokoh dari lembah Palu (Kaili) dan Ma’mun Amir juga dari wilayah Timur yang bisa saja didukung oleh koalisi PDIP, PAN, PKB dan PPP.

Kalaupun misalnya Rusdy Matura tidak maju lagi, maka konstalasi politik berubah misalnya Anwar Hafid berpasangan dengan Irwan Lapatta dengan tagline AMIN (ANWAR Hafid – Mohamd IRWAN).

Sehingga tinggal dua pasang kandidat di Pilgub 2024 itu. Maaf ini hanya prediksi, karena yang menentukan jadi tidaknya pasangan bakal calon kandidat adalah partai pengusung dan para kandidat itu sendiri. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: