Lahan Tidur Dimanfaatkan Jadi Destinasi Wisata Alam

 

 

Nelwan (deadline news.com)-Sigi-Taman wisata Alam Bukit Asam yang teletak di desa Sibedi kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah merupakan sebuah terobosan seni eksterior yang estetis dan mempesona.

Destinasi baru ini merupakan pengembangan wisata alam yang diharapkan dapat mendongrak pertumbuhan ekonomi disektor kewira usahaan yang digagas dan dikelolah secara personal oleh wiraswastawan bernama Hartono pemilik PT. Neo Bukit Asam.

Himbauan iuran sampah

Seiring dengan perkembangan zaman diera globalisasi dan tehknologi yang lagi marak dan pesat saat ini, dimana pertumbuhan ekonomi di dunia Lokawisata atau darmawisata makin santer dikancah persaingan.

Anwar Hafid

Sehingga memicu daya saing dikalangan para pelaku usaha. Dan tak ketinggalan acuan para pelaku wira usahapun banyak melirik peta baru dalam prioritas bisnis yang inovatif.

Syarifuddin Hafid

Upaya kesesuaian leteratur bernuansa moderen menjadi prioritas cikal bakal pemanfaatan lahan tidur yang bakal disulap menjadi area pertamanan yang asri, indah dan nyaman.

Hendri Muhidin

Destinasi wisata alam ini memiliki karakteristik dengan konsep desain spektakuler yang punya nilai jual dan daya saing yang tinggi.

Dewan masjid

Tentu hal itu, terinisiasi mengacu pada ending torobosan baru dalam hal objektifitas di lingkup kewira usahaan guna mendorong efektifitas dan literatur seni interior pertamanan (gardening) ala kontemporer.

Juga nantinya akan menjadi ruang publik atau tempat destinasi dengan view pemandangan alam terbuka yang ditunjang oleh berbagai ketersediaan fasilitas confensional didalamyanya.

Terkait kewirausahaan diberbagai aspek, dimana sistem tata kelolah ruang lingkup estetika struktur konstruksi, rancang bangun desain interior pertamanan ini dikelola secara indikator dan diaplikasikan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya.

Adapun pengembangan sarana wisata dan tata ruang publik rekreatif disektor gardening (berkebun) yang telah difasiltasi atas ketersidiaan lahan yang cukup memadai kurang lebih 40 hektar, yang mana kosntruksi serta desain garden (taman) itu, dikelolah secara personal oleh salah seorang partikelir yang bernama Hartono.

Hal itu diungkapkannya saat dikonfirmasi deadline-news.com group detaknews.id beberapan waktu lalu.

Ia mengatakan peruntukan pembangunan taman rekreasi moderen atau gardening (horticulture, garden affairs) di desain dan di protek dengan unsur natural atau keaslian alamnya itu sendiri.

“Hal ini teraplikasi dalam pola imajener melalui pemikiran daya hayal individualis dan bakat outodidak yang dimiliki,”ujar Hartono.

Menurutnya pengembangan wisata alam terkait estetis (keindahan) dengan konsep desain bergaya naturalis di alam terbuka, dan pesona panorama alam yang eksotik.

Disamping itu, kata dia ketersediaan fasilitas wahana rekreasi moderen yang disuguhkan, dirancang dengan sentuhan seni konfesional.

“Sehingga nantinya membuat pengujung akan mersa nyaman dan dapat sensai lain berwisata sambil menikmati sejuknya hijau pepohonan serta buah dari pohon produktif dan sekaligus dengan leluasa melihat penapakan satwa langka, baik binatang endemik lokal maupun satwa yang didatangkan berasal dari manca negara,”bebernya.

Kata Hartono segala fasilitas yang berhubungan dengan destinasi atau tempat rekresasi (darmawisata), konsepnya telah terlebih dahulu diproyeksikan dalam managemennya yang sesuai dengan fungsinya.

Yaitu, weekend, weekday, tiket, guide, mesium turis, sunset, sunresi traveling, backpaker, tour, camping, honeymoon, pariwisata, darmawisaita adfenture, dan rafting, itulah daya tarik wisata yang bakal disuguhkan dilahan seluas 40 hektar adalah rekreatif fenomena baru, terkhusus di Sigi Sulteng.

Hartono mengungkapkan terkait tata kelolah dan deasign intrior tata ruang pengelolaan taman tersebut, hal itu dinisiasi secara perorangan oleh pelaku usaha itu sendiri.

Lelaki yang akrab disapa pak Tono ini mengatakan ushanya tersebut merupakan inspirasi baru dan kiprah perdananya.

“Saya terbilang baru dibidang bisnis berskala besar ini. Dan menjadi barometer buat para wirausahawan lainnya untuk menciptakan visi baru dalam pengelolaan tata ruang puplik serta memantik sitem penerapan digitalisasi dengan skala prioritas di era globalisasi di dunia lokawisata ini,”jelasnya.

Dalam hal ini kata Tono, sebagai acuan dan motivasi dirinya, terpaut referensi serta terispirasi oleh para pelaku wira usahawan ketika ia di luar negeri, dimana dirinya sudah sering kali melakukan serangkain pertumuan dengan rekanan para investor manca negara yang kerap membuka peluang bisnis lain dengan gaya baru juga terbilang inovatif dan lebih moderen.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *