Kabid Pertanian Akui “Ada Setoran Keatas”

Sawah Baru di Matra (Ft/Dok/Antasena).
0

Sawah Baru di Matra (Ft/Dok/Antasena).
Sawah Baru di Matra (Ft/Dok/Antasena).

DOEL-koranpedoman-PASANGKAYU-Sulbar-Proyek percetakan Sawah baru tahun anggaran 2012 di kabupaten Mamuju Utara (Matra) mulai diendus jaksa. Pasalnya ada rekaman suara yang mirip kepala Bidang Pertanian di Dinas Pertanian dan Peternakan Andi Sugirah. Isi rekaman pembicaraan Andi Sugirah dengan suara seorang laki-laki berlangsung agak tegang. Dan si laki-laki itu mencerca Andi Sugira dengan pertanyaan tegas, sehingga sontak saja Andi Sugirah sedikit emosi. Saat emosi itulah Andi Sugirah mulai buka suara secara jujur.

Kepada suara laki-laki seperti terdengar dalam rekaman itu, Andi Sugirah mengakui jika proyek percetakan Sawah di beberapa tempat di Matra telah dilakukan pemotongan sebesar 10 persen. Dan hasil potongan 10 persen itu disetorkan ke atas. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah setoran keatas itu kemana? Apakah ke Kepala Dinas, Sekda Kabupaten Matra, Wakil Bupati atau Bupati? Pernyaaan ini akan terjawab jika Kejaksaan Negeri Pasangkayu dan Tipikor Polres Matra serius menanganinya? Paling tidak, penyelidikannya tidak ada permainan antara oknum aparat hukum dengan para calon tersangka. Apalagi proyek percetakan sawah itu sangat penting artinya bagi masyarakat petani.

Bayangkan jika anggarannya puluhan miliyard, lantas yang sampai ke masyarakat petani hanya puluhan juta rupiah. Bahkan isi dalam rekaman itu ada unsur pemaksaan terhadap petani agar mau menerima dana percetakan sawah hanya Rp, 5 juta rupiah dari total anggaran perpetak sawah Rp, 9 juta-Rp, 25 juta.

Sekretaris Daerah Matra Drs.HM Natsir, MM yang dikonfirmasi di ruang kerjanya sambil mendengarkan isi rekaman antar seorang laki-laki dengan Kabid pertanian Andi Sugira menegaskan bahwa tidak benar itu jika ada setoran ke Bupati, Ke Wakil Bupati dan Sekda terkait pemotongan 10 persen yang diduga dilakukan Andi Sugirah seperti pengakuannya didalam rekaman itu.

Apalagi proyek itu dibiayai oleh APBN yang langsung ke rekening kelompok tani, sekalipun itu pencairannya melalui Dinas Pertanian. “Kalau setoran ke atas, mungkin ke Kepala Dinasnya, tapi jika ke Bupati dan Wabup itu tidak mungkin. Karena Bupati Matra Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP sangat malu meminta dan menerima pemberian dari kepala SKPD. Begitu juga dengan saya,”Tutur Natsir.

Sementara itu Kabid Pertanian Andi Sugirah yang dikonfirmasi di kantornya Senin Sore sekitar pukul 15:30 wita tidak berada ditempat. Kata seorang rekan kerjanya Andi Sugirah pada jam kedua tidak kembali lagi ke kantor. “Maaf bu Andi Sugirah tidak ada pak, tadi memang ada pada jam pertama, tapi pas jam istirahat, beliau sudah tidak kembali lagi ke kantor,”aku rekan kerjanya itu dan minta namanya tidak dituliskan di koran. Kemudian dikonfirmasi via handpone 08533611422X, teleponnya aktif tapi tidak dijawab. Begitu juga ketika dikonfirmasi via pesan singkat. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: