Jangan Pernah Berhenti Mengejar Pengetahuan

Dari Acara Pelepasan Siswa Siswi Kelas Tiga SMAN 8 Palu

Palu (koranpedoman)-Sulteng-Ini merupakan tantangan bagi dunia pendidikan di kota Palu, untuk itu saya mengajak pada kita semua, terutama kepada anak-anakku sekalian yang telah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 8 Palu agar senantiasa mempersiapkan diri serta meningkatkan kualitas diri dan kompetensi dalam membangun daerah ini.
Tentu saja apa yang selama ini telah dipelajari selama duduk di bangku SMA harus teraplikasi apalaginantinya siswa akan melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya. Pilihan diserahkan kepada siswa dalam memilih perguruan tinggi mana yang terbaik. Semuanya pada dasarnya bagus, yang terpenting adalah siswa di harapkan siswa bisa berhasil dalam pendidikan dan menjadi sukses dalam meraih cita-citanya.
Hal ini disampaikan Sekkot Palu, Drs H Aminuddin Atjo MSi di dalam acara pelepasan siswa siswi kelas III SMAN 8 Palu. Lebih Jauh di katakannya bahwa kesiapan kita di era global ini, memang sangat berat karena kemampuan sumberdaya manusia merupakan syarat mutlak untuk mendapatkannya.
Untuk itu, diperlukan komitmen kita bersama, utamanya bagi para orang tua dan pendidik agar senantiasa menjadikan generasi muda kita menjadi generasi yang tangguh dan mandiri.
Sebutnya lagi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini haruslah dibarengi pula dengan peningkatan iman dan taqwa, agar arus informasi tersebut yang mereka dapatkan, bukan menjadi yang boomerang bagi generasi kita, akan tetapi menjadikannya sebagai kebutuhan untuk melengkapi potensi diri, yang bermutu, berkinerja, dan professional.
Disinilah, mengapa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak saat ini, karena pendidikan berkarakter memiliki elemen penting dalam mengisi pembangunan. oleh karena itu, saya harapkan perhatian dan kepedulian kepala dinas pendidikan kota palu beserta seluruh jajarannya untuk menjadikan pendidikan berkarakter sebagai bagian terpenting untuk memajukan pendidikan di Kota Teluk ini.
Hal senada juga disampaikan kepala SMAN 8 Palu, Drs Edi Siswanto MSi bahwa pihaknya sangat berharap perpisahan bukan berarti berhenti pula hubungan silaturrahim diantara siswa dan pihak sekolah, akan tetapi sebagai generasi muda perlu memperkokoh rasa persaudaraan dimanapun berada.
Rasa persaudaraan tersebut ujar Edi harus selalu di pupuk agar menjadikan kita teguh dalam pendirian dan tidak mudah terprovokasi dengan segala macam ajakan dan bujukan yang merusak sendi-sendi bhinneka tunggal ika.
“Saya juga mengharapkan kepada anak-anakku sekalian yang menyelesaikan pendidikannya, tidak serta merta berhenti mengejar dunia pengetahuan, tetapi selalu berupaya meningkatkan kapasitasnya sebagai generasi muda untuk terus maju dan tetap memiliki tekad yang kuat membangun kota Palu,”katanya.
Hadir pula dalam acara perpisahaan tersebut, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Drs. Sadly Lesnusa, MSi, ketua MKKS SMA Kota Palu, Drs. H. Moh Arasy, MSi dan pengurus PGRI lainnya termasuk juga sejumlah kepala sekolah dan para orang tua siswa lainnya.(hms-yusuf).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top