Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Pasigala

“Akses Jalan ke Napu Sigi Terputus”

  1. Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo kembali mengguncang kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) Selasa 16 Juni 2026 atau 1 Muharram 1448 Hijriah.

    Gempa bumi itu hampir menyamai pada gempa bumi, likuifaksi dan tsunami  28 September tahun 2018 itu,  tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyebabkan akses jalan ke Napu kabupaten Sigi mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga akses jalan ke Napu terputus.

    Informasi yang beredar di media sosial WhatsApp, akses jalan ke Napu sama sekali tidak bisa dilewati. Kondisi jalan mengalami retak cukup parah. Aspalnya terangkat ke atas dan patah-patah.

    Seperti diberitakan diberbagai media online dan elektroknik gempa yang terjadi tepat pukul 10.27.44 WIB itu menyebabkan warga Kota Palu dan sekitarnya berhamburan keluar dari dalam rumah dan sejumlah gedung mengalami kerusakan.

    Informasi dari BMG menyebutkan, pusat gempa berada di Kabupaten Sigi atau tepatnya pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.

    Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan sekitarnya, tapi juga terasa di beberapa kabupaten lainnya seperti Poso, Parigi Moutong dan bahkan hingga ke Sulawesi Barat dan sebagian Sulawesi Selatan.

    “Guncangan Gempa bumi hari Selasa (16/6-2026) tidak hanya dirasakan di kota Palu, Sigi dan Donggala, tapi juga di Kabupaten Parigi Mouto dan Poso,”demikian dikatakan Hendrik Pengamat BMKG Kantor Stasiun Geofisika kelas 1 Palu dalam video yang beredar di group whatsApp.

    Gempa ini mengakibatkan kerusakan beberapa bangunan. Di antaranya Kantor Bupati Sigi, Auditorium Universitas Tadulako. Bahkan sejumlah rumah warga di Kabupaten Sigi yang nota benenya pusat gempa juga mengalami kerusakan.
    Tidak hanya bangunan, beberapa fasilitas umum juga rusak.

    Informasi dan video beredar memperlihatkan Jembatan Palu III juga mengalami keretakan. Informasi yang bereda di grup WhatsApp untuk sementara arus lalulintas yang melintas di jembatan itu akan ditutup untuk sementara.

    Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Sulawesi Tengah merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi di Indonesia.

    Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi menjadi bagian penting dalam upaya meminimalkan risiko saat terjadi guncangan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top