“Ice Cream Nambaso” Jadi Wujud Konkret Hilirisasi Empat Komoditas Unggulan Sulteng

“KADIN 4 Kabupaten dan Pengusaha Teken Nota Kesepakatan”

zubair (deadline-news.com)-Palu-Penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama Hilirisasi Komoditas Unggulan Sulawesi Tengah antara KADIN Kabupaten dan pengusaha industri serta hilirisasi, Surya Getto, menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem hilirisasi empat komoditas unggulan daerah: durian, kopi, kelapa, dan kakao.

Surya Getto (Surya Rama Paul Getto) adalah seorang profesional bisnis dan manajemen operasional di Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Managing Director di Nusantara King Fruit.

Mengenai latar belakang kariernya Surya Getto adalah peraih gelar Magister Teknik (M.T.) di bidang Business Administration, Management, and Operations dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2008–2011.

Pengalamannya menjadi managing Director di Nusantara King Fruit (Desember 2023–sekarang), berfokus pada pengolahan dan distribusi durian.

Kemudian Head of Upstream di TaniHub Group (Juni 2021–Juni 2022), mengelola petani dan rantai pasok dari hulu ke hilir.

​Nota kesepakatan yang ditandatangani pada 28 September 2026 di Hotel Best Western Plus Coco Palu tersebut menjadi landasan sekaligus pemantik untuk mendorong komoditas unggulan daerah masuk ke proses pengolahan, pengembangan produk, peningkatan nilai tambah, hingga perluasan akses pasar nasional dan internasional.

​Dalam kesepakatan tersebut, salah satu wujud konkret dari pengembangan hilirisasi yang dirancang adalah pengolahan empat komoditas tersebut menjadi “Ice Cream Nambaso” dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.

Penandatanganan ini merupakan tahap awal yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui dokumen teknis dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan lapangan.

​Kesepakatan ini ditandatangani oleh empat ketua KADIN Kabupaten Faradiba Zaenong (Parigi Moutong), Andy Abdi Wahid (Poso), Tasrun (Morowali), dan Harry Ramdhani (Sigi) bersama Surya Getto selaku pengusaha industri dan hilirisasi.

​Tak hanya para pimpinan KADIN Kabupaten dan pihak pengusaha, Nota Kesepakatan Kerja Sama Hilirisasi ini turut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

Penandatanganan oleh Gubernur ini menjadi bentuk dukungan penuh Pemprov Sulteng sekaligus legitimasi kuat bagi percepatan ekosistem industri hilirisasi komoditas unggulan di daerah.

​Melalui nota ini, KADIN di tingkat kabupaten bertugas memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, produsen, serta rantai pasok bahan baku lokal.

Sementara itu, pihak industri bertanggung jawab menyiapkan teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, hingga strategi pemasaran dan pembukaan akses pasar.

​Penandatanganan ini menjadi titik awal untuk membangun tahapan berikutnya, mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas dan kontinuitas produksi, teknologi pengolahan, investasi, sertifikasi, hingga strategi ekspor.

​Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, S.T., Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes., serta Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah Ir. Gufran Ahmad, S.T., M.T., IPM.

​Kerja sama ini menjadi bagian penting dari momentum “Deklarasi Perkarantinaan: Gerakan 1000 Pengusaha UMKM dari Bumi Tadulako Menuju Pasar Global” sebuah langkah strategis untuk mengubah paradigma dari sekadar menjual bahan mentah menjadi membangun produk olahan khas Sulawesi Tengah yang bernilai tambah, memiliki merek kuat, dan berdaya saing global. Sumber rilis tim media Gubernur Berani. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top