Ditengah Pandemi Covid19, Direktur RS Tombolotutu PHK 4 Dokter

foto tenaga media, perawat/bidan dan staf karyawan RSU Raja Tombolotutu di Tinombo Betrdemo minta honor mereka dibayarkan. foto Nurdin Makarama/kabartoday/deadline-news.com.
0

 

Nurdin Mamakarama (deadline-news.com)-Parimosulteng-Walau ditengah pandemic covid19, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tombolotutu Tinombo kabupaten Parigi Moautong (Parimo) Provinsi Sulteng dr.Rustam Mangga memecat (PHK) 4 orang tenaga dokter.

Alasan pemecatan itu karena pemasukan tidak berimbang antara pengeluaran, dengan pemasukan. Sedangkan gaji tenaga dokter kontrakan itu dibayarkan dari jasa medis.

Ke 4 orang dokter yang di PHK itu masing – masing bernama Supriadi, Mohamad Awid, Suryadi dan Ince Rizki.

Selang beberapa hari pemecatan ke 4 Dokter tersebut, ratusan pegawai RSUD Tombolotutu melakukan aksi demo dengan 5 Tuntutan sebagai berikut:

1.Pembayaran medik meliputi jasa BPJS tahun 2016 Oktober Desember,Mei Desember 2017,Mei-Desember 2019,Januari sampai sekarang.

  1. Jampersal tahun 2019 Januari sd Agustus,komitmen RSUD Raja Tombolotutu terkait kesanggupan membayar gaji honorer dan tenaga kontrak bln Juli Desember 2020.

  2. Meminta Stop PHK terhadap tenaga honor dan kontrak di RSUD Raja Tombolotutu,

  3. Tidak setuju gaji bela negara dibebankan kepada tenaga honorer RSUD Raja Tombolotutu.

5.Meminta Dir.RSUD Raja Tombolotutu mundur dari jabatannya bila tidak sanggup memenuhi semua tuntutan para tenaga medis.

Sementara itu dokter Supriadi yang di PHK menjawab wartawan via handpone mengatakan dirinya merasa menyesal dan terkejut mendapatkan informasi pemberhentian itu.

“Saya merasa menyesal dan terkejut ketika mendapat informasi atas pemberhentian ini, lagi pula saya bertanya tanya apa salahku hingga saya dipecat,”kata dr.Supriadi.

Direktur RSUD Raja Tombolotutu Tinombo dr.Rustam Mangga yang dihubungi terkait PHK 4 orang dokter mengatakan ke 4 orang dokter terpaksa diberhentikan karena RSUD Raja Tombolotutu tidak memiliki dana untuk membayar gaji mereka.

“Kami melakukan PHK terhadap ke 4 dokter tersebut dikarenakan RSUD Tombolotutu Sudah tidak ada anggaran (Dana) lagi membayar gaji mereka, dan RSUD baru saja dihering DPRD kabupaten Parimo tentang RSUD Raja Tombolotutu,”jelasnya.

Ditempat terpisah Bupati Parigi Moutong (Parimo) ketika dikonfirmasi Senin (8/6-2020), di kediamannya di pantai Mosing desa Siney, terkait PhK ke 4 orang dokter itu mengatakan bahwa 4 orang dokter yang berkerja di rumah sakit gaji mereka dibayarkan dari jasa medis, sentara pasien yang menjalani rawat Inap di RSUD Tombolotutu sangat minim atau kurang.

“Inilah yang harus kami lakukan kalau Rumah sakit minim pasien jelas pendapatan kurang, jadi bagaimana mau membayar gajinya para dokter, kalau pemasukan tidak cukup,”katanya Bupati Parimo (dikutip di KABARTODAY.com).***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: