Diskresi Beri Peluang Arus Aklamasi Pimpin Golkar Lagi

 

Foto H.Muhidin M.Said, SE, MBA saat membacakan surat DISKRESI ketum DPP Partai Golkar Bahlil Ladahalia untuk memberi dukungan Muhammad Arus Abdul Karim dapat kembali memimpin Partai Golkar Sulteng ke tiga kali. Foto tangkapan layar di group whatsApp/deadline-news.com

Seperti Tulisan saya sebelumnya telah memprediksi bahwa Muhammad Arus Abdul Karim akan kembali memimpin Partai Golkar Sulteng secara aklamasi ketiga kalinya.

Dan benar saja, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar yang juga Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeluarkan surat DISKRESI bahwa Arus Abdul Karim dimandatkan kembali memimpin Partai Golkar Sulteng periode 2025-2030.

Surat DISKRESI itu dibacakan oleh ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, H.Muhidin M. Said Minggu (24/8-2025) dihadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) XI di Sriti Convention Hall Jl. Durian No.88, Kamonji, Kec. Palu Barat Sulteng.

Dalam pidato politiknya, Bahlil sempat mengelurkan kalimat “menantang” kader-kader Partai Golkar untuk melawan Arus Abdul Karim di Musda XI itu.

Bahlil menegaskan kepemimpinan Mohammad Arus Abdul Karim di Partai Golkar Sulteng patut diapresiasi, karena berhasil mengantar partai meraih prestasi gemilang dalam dua periode terakhir.

“Ketika Pak Muhidin menyampaikan kepada saya, Musda Golkar Sulteng, Pak Arus sudah dua periode bisa maju tiga periode kalau ada surat diskresi dari Ketua Umum, saya bilang siapa yang bisa lawan Arus, ya mari saya tanda tangani. Tapi ingat, semua ini karena prestasi luar biasa Golkar Sulteng, dan kita hargai keberhasilan ini,”ujar Bahlil.

Jika melihat sepajak terjang Arus Abdul Karim selama menahkodai Golkar Sulteng, prestasinya terus menunjukkan grafik yang menanjak.

Bayangkan pemilu sebelumnya hanya berada di posisi wakil ketua di DPRD Sulteng setelah disalip Partai NASDEM pada pemilu 2019-2024, kemudian pada pemilu 2024-2029 Golkar berhasil merebut kursi ketua DPRD Sulteng, melampaui empat partai besar lainnya.

Dan Mampu meraih dua kursi DPR RI daerah pemilihan Sulteng yang sebelum-sebelumnya hanya selalu 1 kursi.

Kemampuan manajerial Arus Abdul Karim memimpin Partai Golkar Sulteng tak bisa diragukan lagi.

Terbukti dimasa kepemimpinannya konsolidasi partai sangat apik dan mampu meraih kemenangan, sekalipun dalam perebutan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur “kalah”.

Hal itu terjadi mungkin karena Partai Golkar bukan pengusung utama dan figur yang di bawanya tidak sehebat Figur yang menjadi rivalnya.

Tapi yang pasti Partai Golkar ditangan Arus Abdul Karim makin pulih kepercayaan masyarakat, makanya mampu meraih suara terbanyak, sehingga menjadi ketua di DPRD Sulteng.

Namun demikian tidak dapat dipungkiri karena adanya kebersamaan, konsolidasi ke pimpinan dan pengurus partai paling bawah (Ranting) makin solid.

Artinya kepemimpinan Arus Abdul Karim dipercaya, sehingga mendapat dukungan dari semua stake holder partai, termasuk konstituennya.

Kepemimpinan Arus ke tiga kalinya ini, mungkin sudah bagian dari mengakhiri peran para senior Partai berlambang pohon beringin itu 5 tahun mendatang.

Artinya Kader muda Partai Golkar 2030 mendatang siap-siap berkompetisi setelah masa jabatan “kabinet” Arus Abdul Karim 2030 berakhir. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top