Direksi PT.CNE Berterima Kasih Ke Para Pencetus MTP

foto Dirut PT.CNE Muhammad Sandiri La'anto, SE. foto Bang Doel/deadline-news.com
0

“Besi Tua Mall Tatura Palu Hak Milik Asuransi Bumi Putera Muda”

foto desain New Mall Tatura Palu. foto humas/deadline-news.com

Bang Doel (deadline-news.com)-Palusulteng-“Kita patut berterima kasih kepada para pencetus dan pendiri PT.Citra Nuansa Elok (CNE) yang telah membangun pusat perbelanjaan modern yakni Mall Tatura Palu (MTP). Mereka adalah almahrum H.Baso Lamakarate (mantan Walikota Palu), Suardin Suebo, SE, Rusdy Mastura, Hidayat Jaya, S.Sos, M.Si, Dr.Supratman Andi Agtas, SH, MH dan H.Karman Karim, SH.”

Hal itu ditegaskan Direktur Utama (Dirut) yang baru PT.Citra Nuansa Elok (CNE) pengelola New Tatura Mall (NTM) Muhammad Sandiri La’anto, SE dihadapan sejumlah wartawan baik online, cetak dan elekronik se kota Palu Jum’at (22/11-2019) di ruang kerjanya.

Menurutnya berkat kegigihan dan jasa mereka, sehingga Direksi baru PT.CNE tidak lagi kesulitan membangun NTM. Sebab sudah ada dana hasil klaim asuransi sebesar Rp 86.384.853.600, akibat bencana gempa bumi dan likuifaksi 28 September 2018 yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala.

“Andaikan pengelola MTP atau direksi PT.CNE sebelumnya tidak mengasuransikan gedung MTP dalam kategori gempa bumi atau bencana alam, maka kami akan kesulitan mencari dana untuk pembiayaan pembangunan kembali gedung MTP itu. Tapi karena berkat jasa-jasa para direksi pendahulu bersama pemerintah kota Palu terkhusus para walikota waktu itu, sehingga kami mendapat kemudahan,”jelas Memet.

Ia juga mengatakan untuk proyek pembangunan NTM dibutuhkan dana kurang lebih Rp,Rp 350 Miliar. Pun begitu pihak Bank Sulteng siap bekerjasama PT.CNE untuk membantu pembiayaan pembangunan gedung NTM yang baru itu dengan total biaya kurang lebih Rp, 350 miliyar.

“Tapi yang pasti sudah ada modal awal hasil klaim asuransi di PT.Bumi Putera Muda kurang lebih  Rp,86.384.853.600. Sehingga tinggal dana tambahan yang sedang dalam proses lobi-lobi dengan sejumlah bank, baik BUNM maupun BUMD,”tutur Memet.

Ia menegaskan klaim asuransi di Bumi Putera Muda ke PT. CNE senilai Rp 86.384.853.600 telah direalisasikan pada Senin (4/11-2019) di Villa Sutan Raja pekan lalu.  Dan dana itu sudah dititipkan di dua bank, diantaranya Bank Mandiri Palu.

Disinggung soal barang bekas MTP seperti besi, Memet menjelaskan bahwa besi tua itu sudah menjadi milik asuransi. Sehingga PT.CNE maupun pemerintah kota Palu tidak berhak untuk mengambil atau melelangnya. Tapi pihak asuransilah yang berhak untuk melelangnya.

“Besi tua bekas MTP sudah menjadi milik asuransi. Makanya nilai besi dan gedung itulah yang diklaim, sehingga mendapatkan besaran klaim asuransi Rp,86.384.853.600,”tutur Memet lagi.

Ia menjelaskan ada dua pilihan mau ambil besi tua atau dana klaim asuransi yang ditotal secara keseluruhan termasuk besi dan bangunan nilainya mencapai Rp,86.384.853.600.

Kemudian barang rongsokan bekas MTP itu tidak termasuk dalam penghapusan asset Pemerintah Kota Palu, karena dalam pengelolaan BUMD yakni PT.CNE yang mengacu pada aturan perseroan terbatas.***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: