3 Dokter Dikarantina & 3 Warga Buol Positif Covid19

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Direktur RSUD Buol dr. Ariyanto S Panambang menjawab konfirmasi deadline-news.com Ahad malam (19/4-2020) sekitar pukul 20:30 wita lewan telephone genggamnya membenarkan adanya 3 orang tenaga dokter di RSUD Buol itu menjalani karantina, termasuk tenaga medis.

“Diketahui setelah pemeriksaan terhadap salah seorang pasien yang belakangan terkonfirmasi positif hasil repid test. Mereka semuanya dilakukan karantina sambil dipantau keadaannya,” kata direktur RSUD Buol yang akrab disapa dr. Anto itu.

Anto menambahkan hingga saat ini sudah ada 3 orang warga Buol terkonfirmasi positif covid19, 1 orang PDP 02 positif corona dan masih dirawat di RSUD Tolitoli. Sedangkan pasien PDP 03 dan 04 juga terkonfirmasi sudah positif covid19.

“Keduanya dirawat dan diisolasi di RSUD Buol, sehingga sudah ada 3 orang warga Buol terkonfirmasi postif covid19 setelah hasil uji SWABnya di laboratorium diterima,”ujar dr.Anto.

Awalnya ke 3 dokter itu diduga tertular covid19 dari salah seorang warga Buol dengan keluhan batuk demam memeriksakan dirinya di RSUD Buol. Pasien ini tidak memberikan keterangan tentang riwayat perjalanannya selama ini.

Dia mengatakan bahwa dirinya tidak kemana – mana dan tetap saja di Buol, karena batuk dan demamnya tidak mengalami perubahan, akhirnya dokter yang menanganinya langsung memeriksakan yang bersangkutan di laboratorium dan mengambil foto rongennya serta dilakukan pemeriksaan repid test dan hasilnya positif.

Pasien inipun langsung dipindahkan ke ruang penanganan covid 19. Ketidak jujuran si pasien ini menyampaikan riwayat perjalanannya dari luar daerah, mengakibatkan 3 orang dokter RSUD Buol itu di karantina.

Tenaga dokter ini memiliki keluarga, sehingga mengharuskan mereka dikarantina di RSUD Buol. Selain itu sekitar 18 tenaga medis juga dikarantina dan masuk orang dalam pemantauan (OPD), termasuk perawat yang pernah menangani si pasien.Kejadian ini sekitar dua hari lalu. ***

53 ODP, 2 Positif Covid19 di Buol

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Buol bertambah lagi sebanyak 13 orang. Sehingga totalnya sampai dengan hari ini sudah mencapai 53 orang ODP yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil repid test di Buol.

Selain itu sebelumnya pasien dalam pengawasan (PDP) ini terkonfirmasi sudah positif. Jadi di Buol 02 dan 03 positif covid19, berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Satu orang masih dirawat di RSUD Tolitoli dan satunya lagi dirawat di RSUD Buol.

Ke dua orang ini sudah terkonfirmasi positif covid19, setelah melalui uji lab SWAB. Mereka ini memiliki riwayat perjalanan yang sama dari daerah zona merah covid19 di Gowa provinsi Sulsel pada bulan Maret 2020 lalu.

“Setelah 40 warga Buol yg terkonfirmasi positif berdasarkan repid test dan hari ini bertambah lagi 13 org warga Buol yang juga terkonfirmasi positif hasil repit test dan totalnya sudah ada 53 orang,”kata juru bicara (Jubir) Gugus Covid19 Kabupaten Buol dr.Mariati menjawab konfirmasi deadline-news.com Jum’at malam (17/4-2020) sekitar pukul 18:45 wita.

Kata jubir tim covid19 kabupaten Buol dr.Mariati belum bisa dikategorikan positif corona covid19, karena belum dilakuka pengambilan swab. Mereka baru semata – mata hasil repid test.

Dokter Mariati dalam kapasitasnya sebagai salah satu jubir covid19 meminta dan menghimbau kepada masyarakat Buol untuk benar – benar mengikuti himbauan pemerintah.

“Jangan keluar rumah bila tidak ada hal – hal yang penting, demi memutus mata rantai wabah virus ini dan tentunya sambil berdoa dan memohon kepada Allah SWT segera mengangkat wabah ini terlebih dalam menghadapi bulan suci ramadhan,”ujar dr. Mariati.***

Positif Virus Bertambah 20 Orang di Buol, 40 Dikarantina

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)- Positif virus bertambah 20 orang di Buol, namun belum diketahi persis apakah positif covid19 atau bukan.

Karena setelah sebelumnya terdeteksi sebanyak 20 orang warga Buol dinyatakan positif virus berdasarkan pemeriksaan repid test. Sehingga sampai hari ini sebanyak 40 orang dikarantina di Rusunawa di Ibu Kota Kabupaten Buol.

“Kini mengalami peningkatan yang cukup tajam,kemarin dari 35 dilakukan traciking pelacakan terkonfirmasi 20 orang positif berdasarkan repidtest. Sementara Jum’at tadi (17/4-2020) kembali dilakukan pemeriksaan terhadap 30 orang warga Biau, dan 17 orang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan repid test, sehingga total warga Buol yang terkomfirmasi sudah ada sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif,”kata Bupati Buol dr.Amiruddin Rauf menjawab deadline-news.com via whatsappnya Jum’at (17/4-2020).

Menurutnya hasil pemeriksaan repid test ke 40 warga Buol itu langsung dikarantinakan di salah satu Rusunawa yang disediakan pemerintak Kabupaten Buol.

Kini warga Buol kata Bupati sudah terdapat 40 orang dalam pemantauan (ODP) covid19 dan 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP) covid19. Yang PDP itu sudah dua kali diperiksa swab dan tetap hasilnya positif covid19.

Terhadap 1 orang terkonfirmasi positig covid19 ini, masih dalam perawatan di RSUD Mokopido Tolitoli, sehingga menurut Bupati Buol wilayahnya menempati urutan pertama di sulteng dalam kasus covid19.

Bupati buol menjaskan dalam kurun waktu maret-hingga sekarang tercatat ada 7 ribuan orang yang masuk ke Kabupaten Buol dan mereka ini rentan sebagai pembawa (carier) Virus covid19.

“Dari gambaran diatas pihaknya merasa prihatin, sehingga mengajak semua komponen yang ada di Kabupaten Buol untuk bersama – sama bergandengan tangan memutus penyebaran wabah virus covid19 ini, dengan serius mentaati semua himbauan – himbauan pemerintah,”kata Bupati Buol dalam siaran yang ditayangkan dinas infokompers kabupaten Buol Jum’at (17/4-2020) yang dikutip Mahdi Rumi dari deadline-news.com. ***

 

ODP 20 Warga Buol Dikarantina

 

H.Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Buolsulteng-Orang dalam pemantauan (ODP),  20 orang warga Buol dikarantinakan oleh tim satuan gugus depan covid19 Rabu kemarin (15/4- 2020).

Ke 20 orang ini memiliki riwayat pernah melakukan perjalanan ke Makassar Sulsel pulang pergi dengan menggunakan kendaraan Bus, dan Bus yang ditumpanginya itu sopirnya diketahui terpapar positif virus covid19.

Hal itu diketahui setelah hasil pemeriksaan swab dilakukan dua kali dan menunjukkan positif menderita covid19. Sopir yang membawa ke 20 orang warga itu saat ini, masih di isolasi di ruang isolasi RSUD Mokopido yang dirujuk oleh rumah sakit Buol.

Ke 20 orang ini dijemput oleh tim gugus depan covid19 kabupaten Buol di rumah masing – masing sekitar pukul 13.00 wita, dan di karantinakan. Sementara dari keluarga mereka tidak luput dilakukan pemeriksaan dan menjadi ODP mandiri di rumah masing – masing.

Direktur RSUD Buol dr.H Arianto S Pombang yang juga merupakan tim gugus depan covid19, Kabupaten Buol saat dikonfirmasi lewat nomor whatsappnya mengakui adanya sekitar 20 warga kabupaten Buol yang dikarantina.

“Benar pak mereka sekitar 20 orang yang memiliki riwayat perjalanan dari Makassar Sulsel yang menumpang dikendaraan salah seorg sopir yang terpapar virus covid19, dan masih dirawat di RSUD Mokopido Tolitoli,”kata dr. Arianto.

Menurut dokter Anto karantina ini dilakukan, karena mereka memiliki riwayat perjalanan dari Makassar bersama sopir yang positif covid19 dan ke 20 orang ini berinteraksi dengan sang sopir pulang pergi ke Makassar, meskipun mereka belum terlihat ada gejala – gejala klinis.

Tapi berdasarkan pemeriksaan menggunakan repid test, mereka semuanya positif namun belum tau apakah virus corona atau virus lain, sebab belum melalui pemeriksaan SWAB. Walau demikian langkah yang kita ambil menjemput mereka dan dikarantina.

“Mereka ini belum bisa dikatakan menderita virus covid19, karena baru dilakukan pemeriksaan repid test dan bukan corona, karena masih ada beberapa tahapan pemeriksaan klinis lainnya termasuk pemeriksaan swab yang akan dikirim ke lab melalui dinkes Sulteng,”jelas dr.Anto. ***

Bupati Buol Tinjau Kesiapan Ruangan di RSUD Buol Untuk Pasien Covid19

 

Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Bupati Buol dr H. Amiriddin Rauf, SpOg Senin (13/4-2020), meninjau langsung rsu Buol utk mengecek kesiapan rsu Buol utk menerima dan merawat pasien dalam pengawasan (PDP) Covid19 di kabupaten Buol.

Bupati yang akrab disapa dr Rudi itu mengunjungi bebera ruangan dan salah satunya ruang isolasi bagi pasien penderita virus Covid19 diwilayahnya.

Menurut Bupati Buol saat ini RSUD Buol telah siap menerima dan merawat pasien terserang wabah covid19 dan sekaligus pengambilan swab bagi Orang dalam Pengawasan (OPD) dan PDP Covid19. Namun proses pemeriksaan swab tetap dikirim ke dinkes provinsi Sulteng di Palu untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Sehingga kedepannya bila ada warga yang PDP sudah bisa dilakukan perawatan di RSUD Buol.

“Untuk pemgambilan swab tanpa dirujuk lagi ke rumah sakit rujukan di Tolitoli. Selain pengambilam swab juga tersedia kamar untuk pasien covid19 yang dapat menampung sekitar 15 pasien penderita yang sudah dilengkapi oksigen central dan juga telah tersedia perangkat kesehatan lainnya seperti Ct Scant 136 Slice denga resolusi tinggi yg mampu mendeteksi dini kelainan paru-paru, karena covid19,”ujar Bupati Rudi.

Kata Bupati Rudi, selain itu RSUD Buol juga memiliki perangkat laboratorium GeneXpret yang bisa mendiagnosa cepat virus corona yang tingkat deviden cantrinya tingkat akurasi hampir sama dengan pemeriksaan PCR dengan adanya alat – alat seperti ini kita tidak perlu lagi merujuk warga yang PDP ke RSUD Rujukan di Tolitoli.

“Untuk diketahui kata Bupati Buol saat ini RSUD Buol telah menerima dan merawat warga yang PDP Covid19 03 dan pasien tersebut sedang dirawat dan di isolasi di RSUD Buol. Mudah-Mudahan hasilnya nanti negatif,”kata Bupati Buol sembari menambahkan Insya Allah kedepannya semikin kita tingkatkan terus perangkat dan peralatan medis disamping menambah sejumlahdokter ahli. ***

Pemkab Buol “Tak Siap” Hadapi Pandemi Covid19

 

H.Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol sepertinya tak siap menghadapi pandemik covid19. Sehingga di RSUD Buol yang dua kali merujuk pasien dalam pengawasan (PDP) 01 dan 02 covid19 ke rumah sakit Mokopido Tolitoli dikarenakan belum tersedianya ruang isolasi.

Selain itu belum adanya tenaga medis yang disiapkan Pemkab Buol untuk mengambil sweb darah pasien terduga terjangkit virus covid19 itu. Sehingga setiap PDP yang masuk di RSUD Buol sudah dua kali harus merujuknya ke rumah sakit Mokopido Tolitoli.

Hal ini diungkap kepala dinas kesehatan Tolitoli Drs. M. Bakri Idrus saat memberikan keterangan pers ke sejumlah wartawan saat konprensi pers tentang penderita PDP rujukan dari RSUD Buol. Padahal sesuai aturan setiap rumah sakit diharuskan memiliki ruang isolasi dan pengambilan sweb dapat dilakukan di rumah sakit tersebut.

Sehingga pasien tidak terindikasi virus covid19 tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang menjadi rujukan seperti RSUD Mokopido Tolitoli. Karena dari dua PDP asal Buol yang dirujuk itu masih terlihat kondisinya baik-baik saja, tidak melemah dan tidak menggunakan oksigen.

Sehingga RSUD Buol masih bisa melakukan perawatan dan pengambilan sweb. Dua kendala inilah pihak rumah sakit Buol setiap menerima pasien PDP selalu merujuknya ke RSUD Mokopido Tolitoli.

“Pada hal bila mereka menyiapkan ruang isolasi dan tenaga medis yang bisa mengambil sweb darah, maka tidak perlu lagi merujuk ke Tolitoli dan mereka bisa lakukan itu,”kata Bakri Idrus.

Kadiskes Tolitoli Bakri Idrus berharap kedepannya tidak perlu lagi RSUD Buol merujuk warganya yang PDP ke RSUD Mokopido hanya untuk pengambilan sweb darah.

“Berdasarkan informasi kata Bakri Idrus bebetapa waktu lalu pihak dinas kesehatan Buol telah melakukan pelatihan dan petunjuk cara pengambilan sweb bagi tenaga medis disana. sehingha tidak perlu lagi merujuk warganya yang PDP hanya untuk pengambilan sweb ke RSUD Mokopido Tolitoli,”terang Bakri.

Ia juga berharap RSUD Buol dapat menyediakan ruang isolasi bagi masyarakatnya yang OPD, dan PDP, kecuali keadaan pasien memerlukan penggunaan peralatan yang belum dimiliki di RSUD Buol itu.

Bupati Buol dr.Amiruddin Rauf,S.POG yang dikonfirmasi via whatsappnya Ahad (12/4-2020), menuliskan sebetulnya kendalanya tidak seberapa, hanya pihaknya belum memiliki tenaga untuk melaksanakan pengambilan SWAB, untuk pemeriksaan PCR.

“Kami belum memiliki tenaga untuk melaksanakan pengambilan Swab untuk pemeriksaan PCR,”tulis Bupati Buol yang akrab disapa dr.Rudi itu.

Menurutnya selain peralatan tersebut belum ada. Juga keputusan Menkes menetapkan RS Mokopido Tolitoli ditetapkan sebagai RS Rujukan dan telah dilengkapi peralatan itu. Tapi syukurlah sejak hari Rabu Dinkes Prop Sulteng sudah mengirim tenaga ke Buol untuk melatih tenaga media kami dan dilengkapi denga peralatan.

“Jadi ke depan kami tidak mengirim lagi pasien ke Tolitoli,”jelas Bupati Buol dua periode itu. ***

Dibatasi Protokol Covid-19, PJN 1 Tetap Bekerja Layani Masyarakat

 

Ilong (deadline-news.com)-Buolsulteng-Walaupun ada pembatasan dan protokol covid-19, PJN 1 Sulteng tetap bekerja melayani masyarakat di garda terdepan dalam penyediaan dan perbaikan ruas jalan nasional Tolitoli-Buol.

foto para petugas PJN 1 Sulteng usai membersihkan material longsor di ruas jalan Buol-Tolitoli. foto Ist/deadline-news.com

Hal ini terlihat dengan tersediannya alat berat dan beberapa orang pekerja dari PJN 1 Sulteng pada lokasi longsor di kilometer 523+900, ruas Buol Tolitoli, tepatnya di daerah Lingadan Sabtu (4/4-2020).

Ruas jalan nasional yang menghubungkan Tolitoli dengan Buol itu, sempat tertutup material longsor. Sehingga menghambat angkutan jalur logistik. Namun karena kesigapan petugas dari PJN 1 Sulteng, akhirnya ruas jalan nasional yang tertutup itu sudah terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kasatker PJN 1 Dr.Irfan Rifai yang dikonfirmasi membenarkan adanya longsoran yang terjadi di ruas jalan Buol-Tolitoli (Lingadan). Sehingga sempat menghabat jalur angkutan logistik ditengah pandemi covid-19.

“Namun sudah dibersihkan oleh petugas dari PJN 1 Sulteng dengan menggunakan alat berat (Escavator),”tulis Irfan menjawab konfirmasi deadline-news.com Sabtu malam (4/4-2020), sekitar pukul 19:30 wita. ***

Dugaan Korupsi Masjid Raya Buol Belum Diputus

 

Ilong/Man (deadline-news.com)-Palusulteng – Dugaan korupsi proyek masjid Raya Buol belum diputus (Vonis). Pasalnya Sidang seyogyanya putusan terhadap tiga terdakwa perkara korupsi pembangunan Masjid Raya Kabupaten Buol, masing-masing Hasyim. Rusdin dan Farawansah sudah tiga kali tertunda sidangnya.

Sesuai Jadwal sidang mestinya Selasa (3/3-2020) ketiga terdakwa itu sudah divonis, sesuai bagaimana tuntutan Jaksa masing-masing 7 tahun penjara ditambah uang pengganti.

Berdasarkan pentauan deadline-news.com di Pengadilan Tipikor Negeri Palu, Majelis Hakim yang hadir dan siap memutuskan perkara korupsi ini, I Made Sukanada, SH, MH, sedangkan kedua hakim lainnya Darmansyah, SH, MH, dan Margono, SH, MH, berhalangan datang. Shingga sidang putusan kembali ditunda yang ke tiga kalinya.

Sedangkan tiga terdakwa, Hasyim Baharullah Day Hasjim sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rusdin selaku Direktur PT Sarana Pancang Tomini, dan Ir Moh Farawansah Tokare selaku Site Engineer Konsultan Pengawas PT Arsindo Mega Kreasi, telah didatangkan Kejari Buol di persidangan untuk mendengarkan amar putusan hakim.

Ketua Majelis Hakim I Made Sukanada, SH, MH, didalam persidangan sebelumnya sempat menunda sidang putusan ke tiga terdakwa korupsi Masjid Raya Buol itu, dikarenakan amar putusan itu belum dirampungkan.

“Pembacaan amar putusan ke tiga terdakwa akan kita agendakan kembali Selasa 3 Maret 2020,” ungkap I Made Sukanada di persidangan lalu.

Sidang tuntutan sebelumnya, JPU Kejari Buol, telah menuntut ke tiga terdakwa masing-masing pidana 7 tahun penjara.

Ke tiganya merupakan terdakwa korupsi pembangunan Masjid Raya Buol, tahap III tahun 2017 dengan dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp1,4 Miliar.

Selain pidana penjara, terdakwa Rusdin selaku kontraktor diwajibkan membayar denda Rp, 100 juta, subsider 6 bulan, dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp,1,4 Miliar subsider 2 tahun penjara.

Terdakwa Moh Farawansyah Tokare, dibebankan membayar denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp, 47 juta, subsider 1 tahun penjara. Terdakwa Hasyim cukup membayar denda Rp,100 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah diancam Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a, huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” demikian tuntutan dibacakan JPU, Arif SH, pada siding tuntutan dipimpin I Made Sukanada, di Pengadilan Tipikor Palu, beberapa waktu lalu. ***

Pokja Perlu Perhatikan Ketersediaan Alat Pendukung Utama

“Sebaiknya Pokja Utamakan Rekanan Yang Tersedia Alatnya di Lapangan”

 

Siang itu Sabtu (25/1-2020), tim investigasi deadline-news.com meninggalkan kota Palu Sulawesi Tengah dari titik Nol ruas jalan nasional balai pelaksana jalan nasional (BPJN XIV) Sulteng di Palu, menuju Tolitoli dan Buol Pulang pergi.

foto pekerjaan antarnusa karyatama mandiri. foto bang Doel/deadline-news.com

Perjalan jurnalistik Palu, Tolitoli dan Buol ditempu empat hari pulang pergi dengan menembus batas Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah, tepatnya di Umu Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol (Sulteng) dengan Tranggula Gorontalo Utara (Prov Gorontalo) di kilometer 741 dimana berdiri tugu batas daerah.

Saya berdua dengan Pempred portalmediametro.com Muh.Nurnas Islami. Kami bergantian menyetir mobil.

Pantauan kami, masih sekitar 15-20 persen tersisa pekerjaan konstruksi ruas jalan nasional wilayah I BPJN XIV yang perlu diperbaiki. Pantauan deadline-news.com ada beberapa titik ruas jalan nasional trans Sulawesi wilayah I BPJN Sulteng yang amblas.

foto ruas jalan yang amblas. foto Bang Doel/deadline-news.com

Mulai dari Tompe, Tonggolobibi, Ogoamas-Ogotua hingga di perbatasan Sulteng-Gorontalo, masih banyak yang berlubang-lubang dan bahu jalannya lebih rendah dari badan jalan, sehingga dikhawatirkan rawan kecelakaan lalulintas.

foto badan jalan yang berlubang-lubang di sepanjang ruas jalan nasional Pinjan Tolitoli. foto Bang Doel/deadline-news.com

Bukan itu saja, namun terlihat masih ada sisa pekerjaan yang sedang dalam pengerjaan seperti talud jembatan, drainase dan penempelan badan jalan yang masih berlubang-lubang.

Tender proyek jasa konstruksi (Preservasi) jalan nasional milik pemerintah tidak lama lagi dimulai tahun anggaran 2020 ini. Bahkan sebagian sudah ada yang berproses. Harapannya panitia kelompok kerja (POKJA) yang memverifikasi berkas kelengkapan para rekanan jasa konstruksi itu, perlu memperhatikan secara cermat kelengkapan alat pendukungnya, misalnya:
1. Bulldozer. …

  1. Ripper. …

  2. Scrapper. …

  3. Motor Grader. …

  4. Loader. …

  5. Back Hoe (Excavator) …

  6. Clam Shell. …

  7. Power Shovel.

  8. Asphalt Mixing Plant (AMP)

Apakah sudah tersedia didekat areal calon pekerjaan atau belum. Kalau bisa Pokja mengecek langsung ke lokasi, sehingga dapat mengutamakan rekanan yang sudah tersedia alat kelengkapannya, utamanya di areal lokasi yang akan dikerjakan, sehingga tidak perlu lagi mobilisasi alat pendukung utama.

Masalahnya tahun anggaran 2019 sejumlah proyek preservasi ruas jalan Nasional di Provinsi Sulawewsi Tengah mengalami keterlambatan penyelesaian. Bahkan terkesan “terbengkalai.”

Hal ini terjadi karena banyak rekanan hanya meminjam pakai perusahaan yang tidak didukung oleh peralatan yang memadai di lapangan. Terutama tidak memilik Asphalt Mixing Plant (AMP), di lokasi yang menjadi ruas jalan pekerjaannya. Sehingga harus menyewa peralatan dari perusahaan lain. Akibatnya pekerjaannya terlambat, bahkan terkesan sambrono, asal jadi dan diabaikan.

Kalaupun salah satu diantaranya ada, namun tidak lengkap, maka dapat dipastikan proyek pekerjaan konstruksi ruas jalan nasional itu akan menyeberang tahun. Atau bisa jadi ada pekerjaan yang tersisa dan tidak sempurna atau tidak selesai 100 persen. Padahal Negara sudah mengeluarkan anggaran begitu besar yang dipungut dari uang pajak rakyat.

Mestinya hal seperti ini menjadi pertimbangan bagi pokja, pejabat pembuat komitmen (PPK), Kasatker dan Kepala balai pelaksana jalan nasional (BPJN) XIV, sehingga benar-benar selektif, tidak meloloskan perusahaan jasa konstruksi yang tidak memiliki kelengkapan peralatan yang memadai sekalipun penawarannya sangat rendah dari pagu anggaran.

Kalaupun lengkap, tapi pekerjaannya lebih dari satu dan lokasinya berjauhan, pasti menghambat percepatan pembangunan konstruksi. Sehingga mau tidak mau menyeberang tahun.

Seperti inilah kondisi pekerjaan preservasi beberapa ruas jalan Nasional di Sulteng, dimana sebagian rekanan pemenang tender, hanya meminjam (Merental) perusahaan dari kontraktor lainnya.

Sebut saja PT.Antarnusa Karyatama Mandiri milik Jufri Katili yang mengerjakan ruas batas kota Tolitoli-Silondou-Malala diduga belum selesai 100 persen dan menyeberang tahun dari 2019 ke 2020. Bahkan ada pekerjaan drainase yang terbengkalai pas di pintu masuk batas kota Tolitoli dari arah Palu di Desa Dadakitan.

Perusahaan Jufri Katili itu diduga AMP nya berada di Kabupaten Luwuk Banggai. Sedangkan yang meminjam perusahaan PT.Antarnusa Karyatama Mandiri juga diduga tidak memiliki peralatan yang memadai di lapangan (Batas Kota Tolitoli-Silondou-Malala).

Begitu juga dengan PT.Latebbe Putra Group, PT.Way Mincang dan PT.Ramarfin Jaya Mandiri, diduga dipinjam oleh kontraktor asal Palu. Sehingga mobilisasi alatnya terlambat, akibatnya pekerjaannya juga terlambat, dan masih banyak yang belum sempurna.

Menurut Kepala Satuan kerja (Kasatker) Wilayah I BPJN XIV Sulteng Irfan ada empat perusahaan yang mengerjakan preservasi ruas jalan nasional wilayah I yang dikenakan denda akibat keterlambatan menyelesaikan pekerjaannya.

“Yang bekerja di masa denda yaitu:

  1. Umu-Palele-Lokodoka (PT.Way Mincang)

  2. Lokodoka-Buol (PT.Ramarfin Jaya Mandiri)

  3. Bts Kota Tolitolo-Silondou-Malala (PT.Antarnusa Karyatama Mandiri)

  4. Malala-Tonggolobibi (PT.Latebbe Putra Group). Ke empat ruas long segment tersebut bekerja di masa denda dengan kesempatan pertama 50 hari, dan dikenakan denda 1/1000 dari nilai kontrak,”jelas Ka Satker Irfan.

Irfan menambahkan untuk yang lain menyelesaikan defect list saat pemeriksaan akhir, juga termasuk ruas efektif yang memilih kewajiban masa pemeliharaan satu tahun, harus tetap terjaga kondisinya. Ke tiga perusahaan itu yakni PT.Inti Priasco, PT.Berkat Mariba Jaya dan PT.Tri Sandi Yudha

“Yang saya ketahui adalah keterlambatan dalam melakukan erection amp di lapangan,”terang Irfan.

Perjalanan jurnalistik ini, melelahkan sekaligus menyenangkan dalam rangka membantu Negara didalam mengawasi dan mengkritisi pekerjaan para kontraktor itu, sehingga mereka lebih hati-hati dan fokus didalam bekerja, agar uang Negara benar-benar bermanfaat untuk rakyat, Negara dan Bangsa.***

Aryan Gafur Sebut Supangat PA Tahap III Proyek Masjid Raya Buol

Bang Doel (deadline-news.com)-Mantan kepala Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PU) Kabupaten Buol 2015-2016, Aryan Gafur menyebutkan bahwa Supangat adalah kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buol tahun 2017.

Sehingga Supangat merupakan pengguna anggaran pada proyek pembangunan Masjid raya Buol tahap III, yang saat ini sedang proses hukum di Pengadilan Negeri Tipikor Palu.

“Pak Supangat PA untuk pembangunan Masjid Raya Buol Tahap 3 (2017) yang bermasalah tersebut yang saat ini sedang disidangkan di PN Palu,”tulis Aryan Gafur menjawab konfirmasi deadline-news.com via chat whatsappnya Selasa (14/1-2020).

Aryan Gafur mengakui bahwa dirinya adalah pengguna anggaran (PA) pada proyek pembangunan Masjid Raya Buol tahap I dan II. Namun tidak ada masalah, karena telah selesai 100 persen.

“Saya PA di pembangunan masjid raya Buol tahap 1 (2015) dan tahap 2 (2016). Pembangunan di tahap 1 dan 2 selesai 100 persen dan tidak ada masalah ataupun temuan,”tulis Aryan Gafur menjelaskan.

Menurut Aryan Gafur, Supangat adalah asisten 2, dari tahun 2014-2016, dan pada bulan Januari 2017, Supangat dilantik sebagai kadis PUPR Buol yang notabene pengguna anggaran (PA), menggantikan dirinya.

“Iya Januari tahun 2017 beliau dilantik sebagai Kadis PUPR (PA) mengganti posisi saya s/d Juni 2018 dan diangkat kembali menjadi Asisten tahun 2018 sampai sekarang,”terang Aryan Gafur.

Sebelumnya telah diberitakan Supangat mengaku bukan pengguna anggaran (PA) pada proyek pembangunan masjid raya Buol.

“Waalaikumsalam ww, saya sudah 3 tahun di asisten, bukan pengguna anggaran lagi,”tulis mantan Kadis pekerjaan umum periode pertama Bupati dr.Amiruddin Rauf alias dr.Rudy di Kabupaten Buol.

Pada persidangan Senin (6/1-2020), Supangat dihadirkan sebagai saksi bersama salah seorang rekanan Ikbal Khan.

Pada Sidang Senin (13/1-2020), di Pengadilan Negeri Tipikor Palu, saksi ahli yang dihadirkan Jaksa penuntut Umum (JPU) Dr.Ahmad Ferry Tanjung menegaskan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Masjid Raya Buol tidak bisa hanya pejabat pembuat komitmen (PPK) yang bertanggungjawab, tapi termasuk pengguna anggaran.

Dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan masjid raya Buol tahap III dengan astimasi kerugian Negara mencapai Rp,1,7 miliyar, Kejari Buol telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Parawansah Tokare selaku Konsultan Pengawas PT Arsindo Mega Kreasi sesuai dengan Surat Penetapan Nomor: B72c/P.2.17.4/Fd.2/07/2019,

Kemudian Rudin selaku Direktur PT Sarana Pancang Tomini sesuai Surat Nomor: B-72b/P.2.17.4/Fd.2/07/2019 dan Hasim Baharullah Day Hasim selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai Surat Nomor: B- 72a/P.2.17.4/Fd.2/07/2019.

Terhadap ketiga tersangka, jaksa penyidik menjeratnya dengan pasal 2, pasal 3, jo pasal 18 UU.RI.NO.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU.RI.NO.20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU.RI.NO.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***