Ambil Uang, “Janji” Proyek Tak Terialisasi Adik Hadianto Rasyid Di Polisikan

“Walikota Palu Hadianto Rasyid Tak Gubris Lagi Pesan dan Panggila Telepon Ijal, Janji Manis Itu Berujung Hukum”

Foto Samsurijal Labatjo bersama Hadianto Rasyid walikota Palu dalam momen sosialisasi. Foto dok ist Ijal/deadline-news.com

 

Bang Doel (deadline-news.com)-Palu-Mantan Ketua DPRD Tojo Una-una yang juga Pengusaha asal Tojo Unauna  Samsurijal Labatjo atau biasa di sapa Ijal, resmi melaporkan Mohammad David adik satu ayah dengan Hadianto Rasyid, SE ke Polisi.

Hadianto Rasyid adalah wali Kota Palu dua periode yakni 2020-2025-2025-2030 yang diusung Partai Hanura dan beberapa partai koalisinya.

David saudara se ayah dengan Hadianto Rasyid itu dipolisikan atas dugaan penipuan dan penggelapan ratusan juta rupiah.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan terkait janji proyek pemerintah yang tidak terealisasi serta pemesanan Air Minum kemasan Gelas Bergambar Wajah Walikota Palu Hadianto Rasyid saat berkampanye memasuki Pilwali periode ke duanya.

Dalam laporannya yang teregister dengan nomor STTPL/1507/XI/2025/SPKT/POLRES KOTA PALU/POLDA SULAWESI TENGAH, tanggal 5 November 2025, Ijal mengaku mengalami kerugian materiil sebesar Ratusan Juta Rupiah.

“Ratusan juta duit saya melayang akibat kejadian ini. Saudara David menjanjikan pekerjaan proyek kepada saya, dan menyuruh saya mencetak Air Minum Kemasan  Bergambar wajah Walikota Palu Hadianto Rasyid sebanyak 20.000 Dos, namun hingga laporan ini dibuat janji itu tak kunjung terealisasi,” ungkap Ijal saat di hubungi media ini Rabu (5/11-2025).

Ijal menceritakan peristiwa bermula pada tahun 2021 ketika Ija bertemu dengan Mohammad David di warkop  Roemah Balkot dalam  Pelaksanaan Kegiatan Sosial yang di beri nama ” Palu Berbagi ” dengan Breanding Hadianto Rasyid sebagai  calon Wali Kota Palu periode 2024-2030.

Kata Ijal dalam pertemuan itu, David mengajak Anggota Club Mobil Pajero Indonesia One untuk bersinergi dalam  kegiatan sosial.

Dan saat itu  disepakati untuk membuat Air Gelas Dalam kemasan dengan Nama “PALU BERBAGI” serta mencantumkan Gambar Walikota Palu  Hadianto Rasyid.

“Sehingga keesokan harinya Ijal segera melakukan pemesanan  bahan Baku berupa box Kardus dan Lied Cup Gelas sebanyak 20.000 dus untuk di produksi menjadi air minum dalam kemasan (AMDK) bergambar Hadianto Rasyid senilai Rp120 juta lebih,”ujar Ijal.

Ijal mengaku transaksi tersebut disertai janji akan diberikan paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota Palu.

Pada Rabu 15 Juli 2021, Ijal  kembali bertemu dengan David, dan David  menyampaikan dia telah berkoordinasi dengan Hadianto Rasyid mengenai kegiatan Sosial yang dilakukan Oleh Team Palu Berbagi serta produksi AMDK tersebut.

Menurut David ke Ijal, Hadianto Rasyid menyampaikan terima kasih serta  apresiasi dan berjanji memberikan proyek pembangunan jalan lokasi Tanamodindi kepada Samsurijal Labatjo beserta dua rekan lainnya, yakni Haji Subhan Syam dan Roby Huiyadi

Keesokan harinya, David kembali menemuinya di Warkop Roemah Balkot  dan meminta uang sebesar Rp30 juta sebagai panjar proyek yang dijanjikan.

Uang tersebut, kata Ijal, ditransfer langsung ke rekening David di Bank BNI.

Beberapa hari kemudian, David kembali meminta tambahan dana sebesar Rp50 juta dan Rp, 7,5 Juta dengan alasan paket tersebut akan segera di umumkan,  sehingga harus segera di setor uang karena katanya dia akan segera membayar Ketua ULP, dan janjinya  setelah membayar perusahaan milik Samsurijal Labatjo akan diumumkan sebagai pemenang tender proyek bernilai miliaran rupiah itu.

Selain itu, Ijal  juga menyebut telah melunasi biaya produksi Bahan Baku AMDK tersebut berupa Dus dan Lied Cup Gelas  di Surabaya senilai Rp120 juta.

“Bayangkan saja, bagaimana besarnya kerugian saya, dan sudah 4  tahun saya bersabar menunggu janji mereka tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan, sudah habis kesabaran saya pak,” Kata Ijal .

Setelah pengumuman hasil lelang, ternyata perusahaan lain yang justru ditetapkan sebagai pemenang. Meskipun sempat dijanjikan proyek pengganti pada tahun 2023, janji tersebut kembali tidak ditepati.

Berbagai upaya komunikasi yang dilakukan Samsurijal Labatjo kepada David maupun Wali Kota Hadianto Rasyid juga tidak mendapatkan tanggapan.

Ijal menceritakan dalam pertemuan terakhirnya (Samsurijal Labatjo) berkomunikasi dengan Walikota Palu Hadianto Rasyid melalui Whatsap.

Dan Samsurijal Labatjo mengaku di undang ke kantor Walikota oleh Walikota Palu Hadianto Rasyid, saat pertemuan dengan walikota Hadianto tersebut  Ijal mengaku memperlihatkan kepada walikota  5 paket proyek pembangunan Kantor Lurah di wilayah kota Palu.

Dan Menurut keterangan Samsurijal Labatjo dirinya diminta memilih satu dari lima paket proyek pembangunan kantor kelurahan, dengan catatan tidak mengambil proyek di Kelurahan Talise.

Karena alasan walikota Hadianto Kantor lurah Talise sudah beliau janjikan  pada seseorang, sehingga saat itu Ijal  mengatakan bahwa memilih Lokasi paket kantor Lurah Bayoge saja.

Setelah pertemuan dengan Walikota Hadianto Rasyid tersebut,  Walikota memberikan petunjuk untuk berkoordinasi dengan Saudara Renold.

Ijal menambahkan Setelah pertemuan dengan Walikota, dirinya langsung Menghubungi saudara Renold melalui Whatsap dan Renold menyuruh saya untuk bertemu dengannya di kantor KONI kota palu.

Waktu itu Setelah keluar dari ruangan pak Wali saya langsung menghubungi Pak Renold, ini masih ada semua bukti Chat Whatsaap  antara Pak Renold dan pak walikota, kata Ijal sambil memperlihatkan semua bukti Chat antara dirinya dan Walikota serta Renold.

Ijal menambahkan Setelah  dirinya bertemu dengan Pak Renold saya di suruh ikut lelang dan memasukan penawaran serta melaporkan Nama Perusahaan yang saya pakai menawar di Paket proyek Pembangunan Kantor Lurah Bayoge.

Namun ternyata setelah pengumuman lelang, perusahaan yang di masukannya kalah.

Ditanya  kepada Samsurijal Labatjo apakah setelah pengumuman lelang tersebut  dirinya menghubungi Walikota dan Renold ?

Kata Ijal :  “iya, saya menghubungi Pak Renold melalui Whatsaap dan hanya di jawab oleh Ronald Sabar tuaka,   berarti belum rejekinya Komiu le, insyaa Allah pekerjaan-pekerjaan berikut komiu dapat”.  Seraya  memperlihatkan isi Chat Whatsaap dengan Ronald terhadap dirinya.

Ijal mengungkapkan bahwa sejak kejadian tersebut Walikota palu sudah tidak pernah lagi membalas Whatsaap nya dan tidak bisa lagi di hubungi.

“MD dan Wali Kota Palu tidak lagi merespons pesan maupun panggilan telepon saya. Karena itu, dengan berat hati saya menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan,”tutup Samsurijal.

Hadianto Rasyid, SE yang notabe Walikota Palu yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Kamis pagi (6/11-2025) di nomor 081145051x tidak memberikan jawaban konfirmasi.

Begitupun David Rasyid yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya pada nomor +62 822-9265-708X, Kamis pagi (6/11-2025), sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top