Agus A Djiwa Bebaskan Matra Dari Ketertinggalan

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar Ir H Agus Ambo Djiwa MP yang sekaran adalah Bupati Matra Priode 2010-2015.
0

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar Ir H Agus Ambo Djiwa MP yang sekaran adalah Bupati Matra Priode 2010-2015.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulbar Ir H Agus Ambo Djiwa MP yang sekaran adalah Bupati Matra Priode 2010-2015.

Doel (koranpedoman)-PASANGKAYU-Sulbar-Memasuki tahun kelima pemerintahan Ir.H.Agus Ambo Djiwa, MP-Drs.H.Muhammad Saal nampak terasa kemajuan pembangunan di kabupaten Mamuju Utara (Matra). Adalah program Desa Smart andalan kepemimpinan Bupati Agus-Saal. Desa Smart ini, setiap minggu jajaran pemerintah Kabupaten Matra melakukan kemah pembangunan di Desa-desa se kabupaten Matra. Mereka berada di Desa selama 3 hari 3 malam.

Saat melakukan perkemahan Desa Smart, Bupati bersama SKPDnya membawa alat berat, sehingga jika ada kebutuhan masyarakat secara mendadak misalnya perbaikan jalan dan jembatan menuju kantong produksi, langsung ditangani. Sehingga tidak perlu masyarakat datang mengadu, tapi sistimnya jemput bola. Makanya tidaklah heran jika Kabupaten Mamuju Utara menjelang lima tahun kepemimpinan Bupati Agus mengalami kemajuan yang cukup pesat. Sehingga telah mendapat predikat daerah sedang berkembang yang sebelumnya masuk dalam kategori daerah tertinggal.

Lihat saja pembangunan infrastruktur baik didalam kota maupun di pedesaan se Kabupaten Matra nampak terlihat. Mulai dari jalan, jembatan, rumah-rumah ibadah, perkantoran, pasar-pasar trandisional modern dan taman hijau terbuka serta percetakan Sawah baru magi masyarakat dan bantuan ternak, baik Kambing, Sampi maupun ayam. Proyek-proyek yang masih menjadi pekerjaan rumah di tahun 2014 kemari akan dituntaskan tahun 2015 ini.

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten Mamuju Utara tahun 2015 ini sudah mencapai Rp, 639 miliyard yang sebelumnya hanya sekitar Rp, 599 miliyard lebih. Artinya mengalami peningkatan tidak signifikan, namun mampu meningkatkan levelnya dari tertinggal ke berkembang. Dan ironisnya lagi pendapatan asli daerah (PAD) Matra tergolong kecil, hanya sekitar Rp, 22 miliyard. Padahal di daerah itu terdapat tanah yang subur untuk pertanian dan perkebunan. Di Matra ini terdapat perusahaan perkebunan kelapa Sawit yang berkelas nasional.

Tapi PADnya sangat kecil. Apakah perusahaan perkebunan kelapa Sawit itu kurang kontribusinya? Ataukah terlalu banyak yang diambil oleh pusat (Jakarta), sehingga PAD hanya sekitar Rp, 22 miliyard saja. Ataukah ada oknum tertentu yang menyelewengkannya. Karena memang diseluruh daerah di Indonesia ini, sektor pendapatan yang kada kala menjadi tempat kebocoran.

Sehingga PAD tidak maksimal. Tapi yang pasti Agus bersama jajarannya telah bekerja keras untuk membawa kabupaten Matra lebih baik dari sebelumnya. Bayangkan saja, dari daerah tertinggal menjadi daerah sedang berkembang menuju lebih maju.

Hal ini diakui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Matra Drs.HM.Natsir,MM. “Memang APBD kita sedikit dan PAD kita kecil. Tapi tidak menyurutkan kami (Bupati) untuk jauh lebih baik dari hari kemarin. Kami genjot program Desa Smart, sehingga di tahun kelima pemerintahan Bupati Agus-Saal semua program yang menjadi pekerjaan rumah di tahun 2014 kemari dapat kami selesaikan. Terutama yang berhungungan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Misalnya jalan, jembatan menuju kantong-kantong produksi, irigasi dan percetakan sawah,”jelas mantan calon Wakil Walikota Bima itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: