Wakapolda Bermasyarakat Itu Kembali Ke “Barak”

Terlepas dari segala kekurangannya selama menjabat kurang lebih dua tahun wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K, MH, adalah petinggi di Kepolisian yang merakyat/Bermasyarakat.

Ia meluangkan waktunya untuk selalu berbaur dengan masyarakat disetiap momentum di daerah ini. Bahkan tidak segan-segan bergaul di warung-warung kopi, berdiskusi dengan para wartawan, bertegur sapa dengan siapa saja yang berada disekitarnya.

Tegasnya Helmi tidak memilih-milih siapapun dan status sosial untuk berbagi cerita. Ia juga tidak pasang wibawa seperti pejabat kebanyakan. Dan selalu menyempatkan diri hadir disetiap undangan datang kepadanya.

Helmi adalah sosok anggota Polri yang sudah lebih dulu bermasyarakat seperti harapan Kapolri yang baru Jendral Polisi Suyudi Ario Seto.

Helmi angkatan 1993 di akademi kepolisian (Akpol) itu terlihat selalu tersenyum saat berada ditengah-tengah masyarakat. Termasuk saat mengawal unjuk rasa tahun lalu.

Gelombang unjuk rasa massal dan penolakan masyarakat terhadap penyesuaian/kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terjadi di beberapa daerah pada Agustus 2025 termasuk Palu.

Berawal dari Kabupaten Pati Jawa Tengah, Aksi unjuk rasa berskala besar pertama kali pecah pada 10 Agustus 2025, disusul dengan aksi kepungan massa yang lebih masif dan berujung ricuh di depan Kantor Bupati Pati pada 13 Agustus 2025.

Kemudian hal yang sama terjadi di Bone Sulawesi Selatan. Gelombang protes mahasiswa (HMI dan PMII) serta masyarakat sipil mulai bergulir sejak 12–14 Agustus 2025.

Aksi puncak yang melibatkan ribuan warga hingga berujung bentrokan dengan aparat di depan Kantor Bupati Bone terjadi pada 19 Agustus 2025.

Selanjutnya di Palu Sulawesi Tengah, Gejolak penolakan dan tuntutan klarifikasi publik mengenai penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang dikabarkan naik drastis mencuat secara bersamaan pada pertengahan bulan, tepatnya diklarifikasi resmi oleh Pemkot Palu pada 15 Agustus 2025.

Kemudian berlanjut pada 1 September 2025, dimana ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, hingga pengemudi ojek online (ojol) kembali menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah di Palu yang ditemui langsung oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Walikota Palu dan para anggota DPRD Sulteng.

Namun berkat sosok Wakapolda Brigjen Pol.Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf situasi kondusif dan aman, walau suasana sempat menegang. Bahkan semua peserta unjuk rasa disuguhi berbagai menu yang telah tersedia di sepanjang jalan Samratulangi Palu, mulai dari Siomay, Baksi, ES, menuman dingin dan aneka makan dan minuma yang telah tersedia di lokasi unjuk rasa.

Sosok anggota Polri yang bermasyarakat itu telah kembali ke barak (Markas Besar Polri) di jalan Tronojoyo Jakarta setelah Surat TR Kapolri dalam Ref kep Kapolri Nomor 1562/X/2026 tanggal 10 oktober tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkup Polri.

Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H mendapat amanah baru sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tk. II Divkum Polri. Selamat bertugas ditempat yang baru. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top