Progres Proyek Jalan Kabobona Diperkirakan Capai Bobot Diatas 50 persen

Nelwan ( deadline-news.com)-Sigi – Perkembangan persentasi pengelolaan struktur konstruksi proyek Penanganan Longsegmen jalan Kabobona – Lolu dan panjang bentangan sejauh 3500 meter meliputi kecamatan Sigi Birimaru dan Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, kuantitas progres diperkirakan baru mencapai bobot diatas 50 persen

Hasil pantauan deadline-news.com (detaknews.id) di lapangan menunjukan bahwa saat ini tampak klaster titik garap pekerjaan penanganan longsegmen jalan itu masih fokus pada pengamparan urpil di bahu jalan.

“Pospek penanganan longsegmen jalan Kabobona – Lolu yang disokong oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 7 miliar rupiah lebih itu, dikerjakan oleh PT. Orion Madiri selaku penyedia jasa (Kontraktor) yang menagani proyek itu sampai tuntas.

Proyek penaganan longsegmen jalan lintas antar kecamatan itu, juga bertujuan untuk melacancarkan akses aktivitas transportasi melalui jalur cutting road (jalan pintas) didua kecamatan itu.

Selain itu mengenai frekuensi perkembangan progres pengerjaan jalan itu terbilang signifikan.

“Dan setelahnya naik ketahap perkerasan penyemprotan  Prime Coat & Tacc Coat (Aspal Cair) perekat antara lapis pondasi agregat dengan aspal hotmix, “kata Triono selaku Kepala Bidang Dimas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sigi kepada deadline-news.com, detaknews.id pada Selasa (21/4-2026).

Lebih lanjut ia mejelaskan menyangkut lebar badan jalan untuk ukuran standar kabupaten bervariasi tergantung volume lalulintas, namun standar minimal yang sering digunakan adalah :

Lebar perkerasan Aspal umumnya 5 hingga 6 meter, dan lebar bahu  jalan biasanya 1 – 1,5 meter disetiap sisi (kanan – kiri) maka total badan jalan    atau yang menjadi standar ketentuan spesifikasi seringkali menuntut lebar badan jalan tidak kurang dari 8 meter sudah termasuk bahu jalan.

Jika merujuk pada pembentukan struktur konstruksi jalan dan spesifikasi produksi, kita balik lagi kesoal atandar dan kualitas pekerjaan.

“Runut tentang stabilitas dan standar ketebalan aspal jalan Kabupaten ditentukan oleh volume lalulintas (berat kenderaan) dan kondisi tanah, “pungkasnya.

Selaras dengan hal itu Kepala Dinas PUPR (Pelerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabuoaten Sigi Sulaweai Tengah, Edy Mils kembali memaparkan detil proses Penaganan Longsegmen Jalan Kabobona – Lolu.

Mengenai perkembangan prosesi pengerjaan Longsegmen jalan *Cutting Road* atau pengaspalan jalan pintas antara Desa Kabobona dan Desa Lolu mencakup didua kecamatan tersebut, saat ini pergerkan progres pekerjaan sudah mencapai titik garap yang signifikan.

“Setelah sebelumnya proses pengerjaan struktur konstruksi ruas itu dilakukan 2 kali pemadatan pada lapis pondasi agregat (LPA) kelaas B dan A, dan sekarang ini masauk dalam pemrosesan tahap pelebararan bahu jalan dan sekali gus pengamparan urpil dan setara dengan spesifikasi standar fisik ruas badan jalan, “ujarnya.

Lanjut, Edy menjabarkan bahwa berdasarkan standar umum ketebalan aspal jalan Kabupaten terpaut pada tingkatan klaster, terutaman untuk kelas sedang adalah :

Ketebalan aspal untuk permukaan Aspal Concrete – Aspal Wearing Cours dan Aspal Concrete – Binder Course (AC-WC/AC-BC) minimum 5 cm – 7,5 cm.

“Sementara untuk lapisan pondasi atas (Nase Course/Batu Pecah) umumnya 15 cm – 20 cm. Dan total ketebalan termasuk pondasi bisa mencapai 30 cm – 40 cm atau lebih, tergantung kebutuhan, “urainya dengan singkat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top