260 Calon Penerima Bantuan Tunai di Desa BT Paremba

Bang Doel (deadline-news.com)-Pinrangsulsel-Sebanyak 260 orang warga Desa Benteng Paremba Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawes Selatan yang masuk program keluarga harapan (PKH), calon penerima bantuan tunai dari kementerian sosial tahun 2018 ini.

Demikian dikatakan Kepala Desa Benteng Paremba Muhammad Yusuf menjawab deadline-news.com disela-sela validasi calon penerima bantuan tunai itu, Ahad (18/3-2018) di geduang SMP desa Benteng Paremba.

Menurutnya 260 warganya dari 4 dusun yakni Dusun Lombo, Kandoka, Indoapping dan Rajang yang masuk PKH penerima bantuan tunai itu, merupakan hasil seleksi setelah pihak teknis dari Kementerian Sosial melakukan validasi data warga.

Koordinator PKH dari Kementerian Sosial kabupaten Pinrang Fajrin yang dimintai keterangannya mengatakan apa yang dilakukan sekarang merupakan tahapan pembukaan rekening.

“Karena bantuan PKH ini langsung ke rekening masyarakat peneriman bantuan. Makanya didata dulu kemudian dibukakan rekening di Bank Mandiri. Hanya saja penerima bantuan tunai via rekening itu ada kriterianya,”ujar Fajrin.

Adalah keluarga pra sejahtera yang memiliki tanggungan anak usia sekolah, yakni mulai dari SD, SMP dan SMA. Selain itu ibu-ibu hamil atau ibu-ibu yang memiliki anak balita.

Bukan itu saja, tapi masyarakat usia lanjut (Lansia) yang berumur sekitar 70 tahun keatas, juga berhak mendapatkan bantuan tunai. Dan warga yang mengalami cacat berat.

Nominal bantuan bagi PKH sebesar Rp. 1.890 000/orang dalam 1 tahun anggaran. Dan penyalurannya 4 tahap. Kemudian bagi Lansia dan warga cacat berat nominalnya mencapai Rp.2 juta pertahun.

“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018,”jelas Fajrin.

Samaila salah seorang warga dusun Lombo dari 260 calon penerima bantuan tunai pada PKH yang dimintai keterangannya mengatakan, pihaknya baru sebatas didata. Tapi belum pernah sekalipun menerima bantuan tunai.

“Mudah-mudahan pendataan ini tidak hanya sebatas didata berkali-kali, tapi semoga segera ada realisasinya,”harap Samaila. Hal senada juga dikatakan salah seorang warga Indoapping. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top