Terkonfirmasi Palu Ketambahan 1 Orang Positif Covid19

 

“6 orang Positif & 6 PDP di rawat di Anutapura Palu”

Antasena (deadline-news.com)-Palusulteng-Hari ini Selasa (12/5-2020), terkonfirmasi kota Palu ketambahan 1 orang positif covid19. 1 orang ini sebelumnya diisolasi di pondok covid19 Asrama haji Palu dengan status orang tanpa gejala (OTG), kemudian ditingkatkan menjadi orang dalam pemantauan (ODP), terus ditingkatkan lagi pasien dalam pengawasan (PDP), kata PLT Direktur RSUD Anutapura drg.Herry Mulyadi, M.Si menjawab deadline-news.com Selasa malam (12/5-2020) via messenger di face booknya.

Menurut Herry saat ini di RSUD Anutapura terdapat 6 orang yang positif dan 6 yang PDP, sehingga total yang diisolasi dan dirawat 12 orang. 5 orang sebelumnya 3 sudah sembuh hasil swab pertama negatif. Tapi harus menunggu lagi swab kedua, jika swab kedua juga positif baru dapat disebut sembuh.

“Sebelumnya 1 orang ketambahan poisitif ini, hasil swab pertama negatif. Kemudian swab ke dua jadi positif. Sedangkan yang 5 orang sebelumnya adalah keluarga W 4 orang, 3 sembuh dengan status PDP sambil menunggu swab ke duanya. Kemudian 1 orang lagi inisal AL masih positif dan ketambahan 1 orang lagi hari ini, maka jumlahnya 6 orang,”jelas Herry.

Ia menambahkan pasien covid19, baik yang sudah dinyatakan negatif harus menunggu swab keduanya. Jika swab kedua sudah negatif, maka dapat disebut sudah sembuh.

Sebelumnya kota Palu cenderung stagnan, bahkan mengalami penurunan, namun tiba-tiba hari ini ada ketambahan 1 orang positif covid19 hasil SWAB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kota Palu dr. Husaema Rahman dalam keterangan persnya bersama tim Surveillance mengatakan inilah salah satu hikmah adanya Pondok Perawatan OTG dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) kota Palu.

Dimana, jauh sebelum pasien tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, dia sudah dirawat di Pondok Perawatan OTG dan ODP yang saat ini berada di Asrama Haji kota Palu.

“Artinya masih dalam status OTG yang mana dia belum banyak berinteraksi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat kota Palu lainnya, dia sudah masuk dalam Pondok Perawatan. Sehingga tidak sempat menularkan kepada orang lain. Seperti inilah maksud diadakannya Pondok Perawatan,” katanya.

Kadinkes menyatakan Tim Surveillance kota Palu sudah melakukan tracking atau pelacakan sejak dini sebelum orang yang dinyatakan positif tersebut masuk ke Pondok Perawatan.

“Jadi orang-orang disekitarnya baik istrinya, anak-anaknya, maupun orang disekelilingnya kita sudah tracking memang sebelum yang bersangkutan masuk ke Asrama Haji. Sehingga tracking orang yang baru dinyatakan positif ini, semua keluarganya hasil rapid testnya non-reaktif,” jelasnya.

Dengan demikian, katanya adanya ketambahan satu kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 ini jangan sampai membuat kekhawatiran yang berlebihan di tengah masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top