Pemkab Buol “Tak Siap” Hadapi Pandemi Covid19

foto Tim Covid19 Tolitoli saat Jumpers. foto Mahdi Rumi/deadline-news.com
0

 

H.Mahdi Rumi (deadline-news.com)-Tolitolisulteng-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol sepertinya tak siap menghadapi pandemik covid19. Sehingga di RSUD Buol yang dua kali merujuk pasien dalam pengawasan (PDP) 01 dan 02 covid19 ke rumah sakit Mokopido Tolitoli dikarenakan belum tersedianya ruang isolasi.

Selain itu belum adanya tenaga medis yang disiapkan Pemkab Buol untuk mengambil sweb darah pasien terduga terjangkit virus covid19 itu. Sehingga setiap PDP yang masuk di RSUD Buol sudah dua kali harus merujuknya ke rumah sakit Mokopido Tolitoli.

Hal ini diungkap kepala dinas kesehatan Tolitoli Drs. M. Bakri Idrus saat memberikan keterangan pers ke sejumlah wartawan saat konprensi pers tentang penderita PDP rujukan dari RSUD Buol. Padahal sesuai aturan setiap rumah sakit diharuskan memiliki ruang isolasi dan pengambilan sweb dapat dilakukan di rumah sakit tersebut.

Sehingga pasien tidak terindikasi virus covid19 tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang menjadi rujukan seperti RSUD Mokopido Tolitoli. Karena dari dua PDP asal Buol yang dirujuk itu masih terlihat kondisinya baik-baik saja, tidak melemah dan tidak menggunakan oksigen.

Sehingga RSUD Buol masih bisa melakukan perawatan dan pengambilan sweb. Dua kendala inilah pihak rumah sakit Buol setiap menerima pasien PDP selalu merujuknya ke RSUD Mokopido Tolitoli.

“Pada hal bila mereka menyiapkan ruang isolasi dan tenaga medis yang bisa mengambil sweb darah, maka tidak perlu lagi merujuk ke Tolitoli dan mereka bisa lakukan itu,”kata Bakri Idrus.

Kadiskes Tolitoli Bakri Idrus berharap kedepannya tidak perlu lagi RSUD Buol merujuk warganya yang PDP ke RSUD Mokopido hanya untuk pengambilan sweb darah.

“Berdasarkan informasi kata Bakri Idrus bebetapa waktu lalu pihak dinas kesehatan Buol telah melakukan pelatihan dan petunjuk cara pengambilan sweb bagi tenaga medis disana. sehingha tidak perlu lagi merujuk warganya yang PDP hanya untuk pengambilan sweb ke RSUD Mokopido Tolitoli,”terang Bakri.

Ia juga berharap RSUD Buol dapat menyediakan ruang isolasi bagi masyarakatnya yang OPD, dan PDP, kecuali keadaan pasien memerlukan penggunaan peralatan yang belum dimiliki di RSUD Buol itu.

Bupati Buol dr.Amiruddin Rauf,S.POG yang dikonfirmasi via whatsappnya Ahad (12/4-2020), menuliskan sebetulnya kendalanya tidak seberapa, hanya pihaknya belum memiliki tenaga untuk melaksanakan pengambilan SWAB, untuk pemeriksaan PCR.

“Kami belum memiliki tenaga untuk melaksanakan pengambilan Swab untuk pemeriksaan PCR,”tulis Bupati Buol yang akrab disapa dr.Rudi itu.

Menurutnya selain peralatan tersebut belum ada. Juga keputusan Menkes menetapkan RS Mokopido Tolitoli ditetapkan sebagai RS Rujukan dan telah dilengkapi peralatan itu. Tapi syukurlah sejak hari Rabu Dinkes Prop Sulteng sudah mengirim tenaga ke Buol untuk melatih tenaga media kami dan dilengkapi denga peralatan.

“Jadi ke depan kami tidak mengirim lagi pasien ke Tolitoli,”jelas Bupati Buol dua periode itu. ***

Tinggalkan Komentar Anda! :

%d blogger menyukai ini: