Panitera Pengganti di PTUN Ditikam di Kepala

pan”Korban Beristri Dua, Pernah Dihukum 3 Bulan Kasus KDRT”

Bang Doel (deadline-news.com)-Sigi-Seorang panitera pengganti di kantor pengadilan tata usaha negara (PTUN) Sulawesi Tengah di Palu bernama Jemy Hoeih Hattu,SH ditikam di kepala oleh orang tak dikenal (OTK) Rabu malam (4/10-2023) di kediamannya jalan Lapata perumahan Kelapa Gading Kalukubula kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jemmy mengalami luka di kepala bagian kiri dengan jari tengah kanan.

Jemy saat ini sedang dirawat di RS Saritan Palu. Jemy dalam video pengakuannya saat dikonfirmasi oleh Kasmi Saputra, SH bahwa pelaku tidak dikenalnya, apalagi bermasker dan pake jaket hitam tiba-tiba masuk menyerang ke kediaman Panitera Jemy.

“Saya tidak kenal, wajahnya tidak jelas karena pake masker dan berjaket hitam, tiba-tiba masuk menyerang menikam kepala saya. Kejadiannya sekitar pukul 19:30 wita, saat itu saya mau antar istri kerja,”aku Jemy seperti terlihat dan terdengar dalam video yang dibagikan Kasmi di group Info Sulteng pada pukul 00:37 wita.

Sementara itu informasi yang dihimpun deadline-news.com group dari pengawas panitera Sulawesi Selatan, Barat dan Tengah Andi Adnan via telepone selulernya Kamis pagi (5/10-2023) oleh Kasmi, mengatakan bahwa Panitera Jemy beristri dua. Satu di Kalukubula Sigi dan satu di Ambon. Kata Adnan, Panitera Jemy pernah dihukum tiga (3) bulan akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sehingga dugaan sementara terkait persoalan rumah tangga sang panitera Jemy. Kasat Reskrim Polres Sigi Iptu Ida Bagus Harta Grahing Wahyu yang dikonfirmasi terkait motif dan identitas pelaku penilaman panitera Jemmy sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi.

Penikaman panitera PTUN Jemy ini, sempat menghebohkan Kejaksaan Tinggi. Seban dari informasi yang beredar di media sosial, koran penikaman di jalan Lapata Perumahan Kelapa Gading Kalukubula itu seorang Jaksa. Namun setelah ditelusuri secara mendalam ternyata koraban adalah panitera PTUN sulteng di Palu. Sedangkan pelaku tewas setelah didor polisi karena melawan, sehingga sempat melukai dua orang anggota Polisi dan dihakimi massa.

“Pelaku tewas setelah didor polisi karena melawan dan dihakimi massa,” kata seorang saksi mata di tempat kejadia perkara (TKP) yang minta namanya tidak disebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top