Bang Doel (deadline-news.com)-Morowali-Lapora Polisi wakil Ketua umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Morowali Zulkarnain yang menyeret Bupati Morowi Iksan Baharudin Abdul Rauf di Polres Morowali Polres Morowali terkesan “membisu”.
Padahal publik ingin tahun perkembangan laporan polisi Waktum BPC HIPMI Morowali itu. Apalagi menyeret nama orang nomor satu di daerah tambang terbesar di Sulteng itu.
Zulkarnain mengajukan laporan atas dugaan intimidasi atau perbuatan tidak menyenangkan oleh orang yang diduga suruhan Bupati Iksan.
Laporan itu berkaitan dengan pasca peristiwa aksi demonstrasi di Kantor Bupati Morowali pada Senin lalu (7/7-2026).
Zulkarnain, yang akrab disapa Zoel itu melapor ke Polres Morowali pada Ahad (12/7-2026). Laporan tersebut dengan nomor LP/B/121/VII/2026/SPKT/POLRES MOROWALI/POLDA SULAWESI TENGAH.
Adalah SPKT Polres Morowali melalui Gita Arja Kusuma menandatangani penerimaan laporan itu.
Zoel mengaku mengalami dugaan intimidasi saat hendak pulang ke rumahnya.
Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Trans Sulawesi, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Ia mengatakan beberapa orang yang mengaku sebagai suruhan Bupati Morowali mencegat kendaraan yang dikendarainya.
Sebelumnya, Zoel mengaku sempat duduk di sebuah warung kopi. Ia mengaku melihat tiga orang mondar-mandir di sekitar lokasi. Namun, saat itu ia tidak menaruh rasa curiga.
“Saat masih duduk minum kopi di warkop, saya melihat 3 orang mondar-mandir di pinggir jalan. Saya tidak menaruh curiga karena menganggap orang mampir berbelanja. Kurang lebih 20 menit setelahnya saat hendak pulang, tiba-tiba mobil yang saya kendarai dihadang dan saya disuruh turun hingga nyaris terjadi cekcok,” ujar Zoel.
Selain itu, Zoel mengaku dua rekannya sempat memperingatkannya agar tidak meninggalkan warung kopi.
“Saat hendak keluar warkop, dua orang kawan menghampiri saya dan menyampaikan untuk tidak keluar warkop dulu. Karena ada orang yang ambil gambar dari jauh saat masih duduk minum kopi,” lanjut Zoel.
Ia mengaku tidak memahami alasan dirinya mengalami kejadian tersebut. Pasalnya, ia merasa tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang mengkritik Bupati Morowali.
“Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saya diintimidasi, ini maksudnya apa? Saya tidak mengklaim aksi itu, kenapa saya yang dapat getahnya?” ucapnya.
Karena itu, Zoel memilih menempuh jalur hukum. Ia berharap Polres Morowali menangani laporannya secara profesional sesuai ketentuan hukum.
Kasat Reskrim Polres Morowali Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi, S.Tr.K., S.I.K yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Minggu (26/7-2026), sampai berita ini naik tayang belum memberikan respon jawaban konfimasi. ***




















