
Nelwan (deadline-news.com)-Palu-Peringatan hari ulang tahun (Hut) ke 62 Provinsi Sulawesi Tengah terus menggeliat. Ada yang menilai positi, ada juga yang sinis atas item kegiatan memeriahkan hut ke 62 tahun Sulteng itu.
Berbagai item pagelaran menyambut dan memeriahkan hari lahir Sulteng ke 62 tahun itu. Kegiatan mulai digelar sejak Senin (13/4-2026) dan direncanakan berakhir Minggu (19/4-2026).
Ada panggung malam hiburan Sulteng Nambaso 2026, ada pertandingan sepak bola liga 4 piala gubernur, ada karnaval budaya, ada terjun payung, ada paralayang, ada pertandingan domino, ada pembukaan lowongan kerja pada sulteng expo, ada peluncuran expor durian berton-ton, ada pembagian bantuan sosial, pangan murah dan giat positif lainnya.
Bahkan puluhan pedagang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjejer rapi dipinggi lapangan dan jalan masuk serta tukang parkir ketibaan rezeki dimomen sekali setahun itu.
Giat pemprov Sulteng itu ada yang memberikan “protes dan kritikan tajam”. Khusus panggung hiburan malam Sulteng Nambaso yang dimeriahkan penyanyi dangdut Nazar dan beberapa artis Jakarta dan lokal lainnya yang berlangsung di lapangan Imanuel depan Rumah Jabatan Gubernur Sulteng mendapat sorotan dari tiga orang warga Palu, yang katanya giat hiburan malam itu mengganggu warga sekitarnya.
Padahal faktanya warga riang gembira, terhibur dan sebagian ketibaan rezeki. Sebut saja namanya Ojo, Rizal, Amir, Saini, Rahmat, Fendy, Sukardy dan Veky mengaku sangat senang dan gembira ria dengan malam hiburan Sulteng Nambaso itu.
“Disini ada tukang parkir, penjual siomay, bakso, aneka makanan dan minuman segar, air mineral, semuanya senang om, karena dagangan mereka laku, bahkan ada yang sudah habis semua,”ucap mereka.
Hidaya penjual minuman segar mengaku sangat senang atas panggung hiburan malam Sulteng Nambaso itu.
“Senang om karena jualan kami laku. Tidak seperti hari-hari biasa, malam ini habis, sehingga kami menonton artis saja,”akunya.
Lalu bagaimana tanggapan warga sekitar, di belakang lapangan ada kantor ruang sidang sementara DPRD Sulteng, Dinsos dan beberapa kantor lainnya. Samping kiri ada perumahan warga. Samping kanan rujab pimpinan DPRD Sulteng dan rujab Gubernur. Sedangkan di depannya ada bekas gedung olah raga, kantor Taspen dan sejumlah kios-kios.
Lalu apakah benar mereka (masyarakat) sekitar kegiatan malam hiburan Nambaso 2026 terganggu?
Bebeberapa warga sekitar lokasi tempat hiburan, justru mengaku senang dengan acara tersebut. Sebut saja warga sekitar yang mengaku bernama Mustafa, Sri, Idah, Kadek, Ayu, Sam, Ecce dan beberapa warga lainnya.
“Maaf Om kami malah senang, kalau ada yang merasa terganggu mungkin yang kurang sehat. Kami sangat terhibur, apalagi tidak setiap hari, tapi sekali setahun,”aku mereka.
“Mereka juga mengatakan kalau bisa tahun depan dibikin dua atau 3 hari, biar torang kasian dapat rezeki dari parkiran,”ucapnya lagi sambil tersenyum.
Hal senada juga diungkapkan sejumlah pedagang UMKM.
Malam hiburan Sulteng Nambaso itu terlihat dipadati ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Tenga di Lapangan Imanuel, Kota Palu, Rabu malam (15/4-2026), dalam gelaran Konser “Semarak Sulteng Nambaso 2026 itu” yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, serta jajaran Forkopimda dan Kepala OPD lingkup Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menegaskan bahwa “Sulteng Nambaso” bukan sekadar slogan, melainkan tekad bersama untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang besar, hebat, dan terkemuka di Indonesia.
“Sulteng Nambaso adalah semangat kita bersama. Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah adalah daerah yang kaya akan karya, kuat dalam kolaborasi, dan siap melompat menjadi daerah yang maju,” ujar Wagub. ***


















